Assalamu'alaikum.w.w.

.... kita sambung yang kemaren .....

  Ini yang aneh. Nabi yang sudah dijamin masuk sorga
itu banyak amalannya, kita yang belum jelas masuk
sorga ini, sedikit amalan. Aneh. 
Dalam terjemahan Hamka Nabi mengatakan kepada  Aisyah
ra., ketika ditanya mengapa banyak-banyak benar amalan
itu karena sudah dijamin masuk sorga, "Afala akuunu
abdan syakuura, Apakah aku tidak mau menjadi seorang
hamba yang pandai berterima kasih". 
   Nabi, kalau ada yang meminta tidak pernah
membiarkan tangan orang itu kosong. Kalau tiba di
kita, ndak usah jauh-jauh kawan-kawan yang merokok
sajalah misalnya, diminta orang sekali, dikasih, dua
kali dikasih, 
" ...ooo silakan .. silakan .. ", yang ketiga ?. 
"eh... ini rokok saya ini mah"  ...:)
   Nabi, dapat memaafkan orang yang melakukan
macam-macam kepadanya. Suatu hari, seorang yahudi
menampak nabi sedang duduk bersandar. Ia naik ke  atas
karena yahudi itu ia membawa batu besar akan  menimpa
nabi, kalau kena matilah. Ditimpanya oleh yahudi itu
dari atas, tapi batu itu jatuh melayang-layang seperti
daun, nabi ndak kena. Heran yahudi itu ia nekad
terjun, batu itu belum sampai dia sudah sampai dulu di
bawah. "Maafkan aku yaa rasulallah", Kata nabi "Ndak
apa-apa, engkau dimaafkan". Begitu nabi.
Coba tiba dikita, "..Uuuh kalau kena saya tadi aa,
mati saya oleh perbuatan anda ?, kemana otak anda", 
"pang" kena lempang orang itu.
"Apa maksud anda sebenarnya ?".
Nabi ndak,... tidak begitu, dimaafkan yahudi itu.
  Ini jalan yang akan  diturut, apakah mampu kita ?.
Jangankan ikut nabi, ikut sahabat saja belum tentu
kita mampu lagi. Sahabat yang mulia ada 4, Abu bakar
meninggal umur 63 tahun, Umar meninggal umur 63 tahun,
Usman meninggal umur 80 tahun, Ali meninggal umur 63
atau 64 tahun. Umur mereka 60-an saja. Dan memang
ummat Muhamaad 60-an saja. Itu sebabnya kita. 
Lahir diazankan oleh orang, 
7 hari diberi nama,
7 tahun disuruh sembahyang,
10 tahun dirotan kalau ndak sembahyang
15 tahun kita baligh,
40 tahun kitapun matang,
56 tahun kita pensiun
60 tahun…. Standby ....aaa begitu....:)

Jadi ini para sahabat, yang entah dapat kita turut
entah tidak. Selain mereka ada pula yang 6 lagi yang
dijamin masuk sorga yakni "Thalhah bin Ubaidilah,
Zubeir bin Awwam, Abu ubaidah bin al Jarrah,
Abdurrahman bin ‘auf, Saad bin abi waqas, dan Said bin
Zaid". 
Ada pendapat mengatakan Abu Tufail adalah sahabat yang
penghabisan sekali.  Siapa sahabat-sahabat ini
sebenarnya ?.
Sahabat ialah orang-orang yang hidup di zaman Nabi,
bertemu dengan Nabi dan beriman dengan Nabi. Sesudah
itu tabi’in, yaitu orang-orang yang bertemu dengan
sahabat. Ada pendapat mengatakan kesemua shabat masuk
sorga. Nabi berpesan, "Laa tasuubu ashaabii"
"Jangangan kalian menyumpah sahabatku, mencerca
sahabatku".
Jangan kita sampai meremeh-remehkan sahabat, seperti
yang pernah dilakukan oleh beberapa orang wanita
Amerika yang mengaku masuk Islam dan sudah lama dalam
Islam kemudian sudah merasa pintar pula, lalu
memperjuangkan emansipasi wanita, mungkin dalam yang
mereka namakan Islam moderat, menghina Abu Hurairah
ra, yang meriwayatkan hadits.
Jangan ikut pula kita meremeh-remehkan sahabat. Sebab
kalau mereka bersedekah secupak gandum, tamar, lalu
kita bersedekah segunung emas, tidak sama, tidak akan 
sebesar mereka pahala kita, oleh karena para sahabat
betul-betul ikhlas.
  Kita belum tahu lagi. Belum apa-apa... Tulis
nama..tulis nama ...:)
Kalau besar sedekah... tulis nama.
Kalau sedikit... Hamba Allah....:)
Barani mengaku hamba Allah, kikir minta ampun....:)
  Jadi bagaimana ?, akankah terturutkan oleh kita para
sahabat ini ?.
Saidina Usman sembahyang 2 rakalat, 30 juzu’ Qur-an
dibacanya. Kaya saidina Usman ini, bisa kita tiru ?.
Ikut sahabat tidak kuat, dapat sedikit-sedikitpun
jadilah. 
...Ndak kuat....aaa  jalan yang satu lagi....
Apa tadi ?,  .... Minan nabiiyyin, was siddiqiin, was
syuhada was shalihiin.
Aa,... ndak bisa nabi-nabi...
Was shiddiqiiin.
Jalan orang-orang yang Shiddiq. yang membenarkan. 
   Siapa orang-orang yang Shiddiq ini ?, yang jelas
nampak di depan mata adalah Abu Bakar as shiddiq 
(maksud nampak didepan mata, yang jelas-jelas kita
tahu orang yang diberi gelar asshiddiq).
  Mengapa dapat gelar asshiddiq Abu Bakar ini ?. Oleh
karena bagaimanapun keadaan Nabi dia tetap membenarkan
Nabi, walaupun iman orang diuji benar waktu itu. 
Ketika Nabi kembali dari Isra’ dan Mi’raj, 
orang-orang Qurasy sudah menunggu-nunggu Abu Bakar
yang baru kembali berdagang. 
Ketika bertemu dengan Abu Bakar apa kata mereka
"Wahai Abu Bakar, Muhamaad mengatakan tadi malam ia
pergi ke  palestin, dan sudah kembali malam tadi juga"
"Siapa yang berkata tu", kata Abu Bakar
"Muhamaad yang berkata" jawab Qurasy
Apa kata Abu Bakar setelah itu, tuan-tuan ?
"Kalau Muhamad yang berkata, lebih daripada itupun
saya percaya"
  Kan pening orang Qurasy, mereka berharap Abu Bakar
akan mendustakan kata Nabi. Tapi percaya  juga Abu
Bakar, ndak berguna, penat mereka.
Ini kelebihan Abu Bakar as shiddiq ra.
Kelebihan Abu Bakar mampercayai  semua apa kata Nabi.
Coba tuan-tuan bayangkan, Isra’ Mi’raj, betul-betul
iman yang ditanya. Orang dulu tu.., orang sekarang
sudah lebih mudah percaya oleh karena sudah ada
pesawat ruang angkasa. 
Orang dulu..., itu sebabnya berkembang imajinasi bahwa
Buraq yang membawa Nabi itu seperti kuda berkepala
manusia dan bersayap, oleh karena transportasi yang
paling cepat waktu itu adalah kuda, (keterangan hadits
mengenai ini disesuaikan dengan zaman itu). Kalau
zaman keretapi dulu, tentu bisa pula berkembang
imajinasi seperti keretapi berkepala manusia, seperti
filem anak-anak, kereta api "Thomas". .....:) .
Kalau zaman mobil yang paling cepat, tentu Buraq itu
dibayangkan seperti mobil berperangai manusia seperti
mobil "Knight Raider".....:)
Kalau zaman kini tentu seperti pesawat ruang angkasa
"Columbia" tapi berkepala seperti manusia, seperti
apalah kira-kira bentuknya ? ....:)
Hanya Nabi Muhammad saw. yang tahu sebenarnnya
bagaimana Buraq tu.
   Tapi oleh Abu Bakar ia percaya. Ini iman yang paten
benar, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga Abu
Bakar yang kaya raya tu, habis hartanya untuk Islam.
Sampai ketika perang Tabuk, habis hartanya. "Apa yang
tinggal padamu wahai Abu Bakar"
"Allahu war rasuuluh", Allah dan rasul, itulah bagi
dia yang tinggal, yang lain sudah habis. Seperti itu
Abu Bakar as shiddiq. tidak kuasa kita seperti Abu
Bakar tu,
... aaa .....Was syuhadaa’....
Bagaimana tadi ?, minan nabiyyiin, was shiddiqiin, ...
was syuhadaa....
Orang-orang yang mati syahid.... Hidayah seperti ini
yang kita minta, jalan seperti ini yang kita tuju. 

 ... lah panjang pula,... beresok kita sambung ...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro



                
__________________________________ 
Yahoo! Mail for Mobile 
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. 
http://mobile.yahoo.com/learn/mail 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke