[EMAIL PROTECTED] wrote:
Dear All,
Kalau begitu apakah perlu di usulkan ke Menteri Agama RI,
utk kita di Indonesia tidak merayakan hari kelahiran
Nabi besar Muhammad SAW lagi dan
tidak ada hari libur utk itu lagi?
Boleh juga jika memang ada saluran untuk ke sana. Saya sendiri tidak
memiliki kapasitas untuk ke tingkat itu. Baiknya saat ini kita berusaha
menyebarkan Sunnah dan bersama-sama berusaha mempelajari agama ini mulai
dari fondasinya dengan dasar-dasar yang kuat. Sesungguhnya agama ini
hanyalah satu sebagaimana yang diamalkan Rasulullah dan para shahabat
beliau.
Memang sangat disayangkan cara beragama kita masih bercampur dengan
tradisi bahkan tradisi orang-orang kafir. Sampai-sampai yang dari agama
dianggap bukan agama sedangkan yang bukan agama dianggap agama.
Penyelenggaraan perayaan-perayaan yang tidak syar'i dijadikan sarana
untuk menggiatkan orang ke masjid padahal tidaklah mungkin tegak Sunnah
dengan bid'ah.
Sebagai contoh, misalnya membaca al-Qur'an. Sebagian orang membuat
hadits-hadits palsu tentang keutamaan membaca surat tertentu pada waktu
tertentu. Yang populer di masyarakat kita adalah keutamaan surat Yasin
sehingga surat ini dibaca setiap malam Jum'at. Padahal hadits tentang
hal tersebut tidak shahih. Padahal lagi yang utama dibaca pada malam
Jum'at adalah surat al-Kahfi.
Dari Abu Sa'id al-Khudri radiyallaahu anhu, Nabi shallallaahu 'alayhi
wasallam:
"Barang siapa yg membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at akan diberikan
cahaya di antara dua Jumat." (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi, dishahihkan
oleh Syaikh al-Albani).
Perhatikanlah bagaimana suatu bid'ah menjadikan kita melupakan Sunnah.
Tentang mengajak anak muda ke masjid terdapat berbagai aktivitas yang
telah dijelaskan dalam Sunnah. Yang paling utama adalah shalat fardhu
berjama'ah. Shalat fardhu berjama'ah seringkali disepelekan di
masyarakat kita dengan alasan bahwa hukumnya hanya sunnah padahal banyak
dalil yang menunjukkan pentingnya bahkan wajibnya shalat fardhu
berjama'ah bagi laki-laki. Allahu Ta'ala a'lam.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Datang kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam seorang lelaki buta lalu berkata: "Wahai
Rasulullah, aku tidak punya penuntun yang menuntunku ke masjid."
Kemudian ia meminta Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar
memberikan keringanan untuk shalat di rumahnya, lalu Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Tetapi ketika
laki-laki itu beranjak pergi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
memanggilnya kembali seraya bertanya: "Apakah kamu mendengar adzan?"
Orang itu menjawab: "Ya". Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Kalau begitu sambutlah seruan itu (datang ke masjid)" (HR Muslim,
Nasa'i dan lainnya).
- Sejajar dg ini, adil nya juga, libur hari Natal juga di hilangkan.
Libur Natal bagi umat Islam memang tidak sepatutnya namun bagi nonmuslim
perlu diberikan dispensasi selama tidak menampakkan perayaannya di
lingkungan umat Islam atau mengajak muslim di dalamnya.
- Bagaimana pula dg satu Muharam perkantoran dan sekolah juga libur?
(Yg sejajar pula dg th baru Masehi dan th baru Imlek).
Idem, Buk. Tidak ada contohnya.
Ciek lai:
Bagaimana hal nya dg tradisi kito (generasi baru) yg berpesta ulang tahun,
tentu identik dg hal iko. Mungkin perlu kito perhatikan bantuek nyo. Meskipun
ado pulo yg mangatokan kuno, indak merayokan ulang tahun, tp itu begitulah kita
orang Islam (kalau memang begitu sehharus nya).
Setuju, Buk. Orang tua saya tidak membiasakan kami merayakan
tanggal-tanggal tertentu. Walaupun waktu kecil saya sering iri sama
teman yang dapat hadiah ulang tahun namun setelah dewasa saya baru
paham, walhamdulillah.
Allahu Ta'ala a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________