Assalaamu 'alaikum Wr.Wb.
Makasih banyak atas informasinya yang detail . Nambah pertanyaan sedikit
nih..(terus terang saja, agak malas mencari-cari sendiri, lebih cepat jika
bertanya). Kalau teraweh berjama'ah selama puasa ramadhan dan tahajut
bareng-bareng ada tuntunannya nggak ya..?. Sedikit hal lebih penting yang
juga mengganjal nih, apakah memang ada tuntunan nikah mut'ah versi
ahlussunah...? Bukannya pengen nikah mut'ah sih...he..he.he.. cuman bingung
aja dengan cerita teman saya bahwa dia mendengarkan adanya tuntunan nikah
mut'ah yang dijelaskan oleh ulama arab saudi di sini..(tapi saya juga nggak
ngecek apakah benar beliau menjelaskan seperti itu). Ooya, adanggak sih
defenisi bid'ah hasanah..??
Seperti yang dik Ridha singgung dulu, saya ini memang agak plural. Dalam
semangat belajar saat ini, saya cenderung ingin tahu segala macam hujjah
dari sekian banyak manhaj yang ada saat ini. Tetap saja saya tidak bisa
menelan bulat-bulat sebuah penjelasan mengenai kebenaran. Ada proses
berfikir, memfilter dan mencerna. Tapi walaupun saya bukan masuk kategori
manhaj salafi seperti pemahan saya mengenai manhaj salafi saat ini (di mana
(sepertinya) NU dan muhamadiyah pun tidak termasuk di dalamnya). Kebanyakan
pemahaman saya lebih dekat dengan pemikiran ulama saat ini Dr. Yusuf Al
Qardawi (semoga Allah merahmati beliau). Ini saya ceritakan, biar dik Ridha
lebih mudah dalam menjawab atau mengomentari pertanyaan saya, karena tau
background yang bertanya (boleh juga dengan hanya memberikan rujukan dari
web salafi jika itu lebih mudah).
Terimakasih sebelumnya..
Wassalaamu 'alaikum Wr.Wb.
----- Original Message -----
From: "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, August 05, 2005 10:51 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Usul ke mentri AGAM RI: Tidak merayakan
HariKelahiran Nabi Muhammad SAW. RE:
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Dear All,
Kalau begitu apakah perlu di usulkan ke Menteri Agama RI, utk kita
di Indonesia tidak merayakan hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW lagi
dan tidak ada hari libur utk itu lagi?
Boleh juga jika memang ada saluran untuk ke sana. Saya sendiri tidak
memiliki kapasitas untuk ke tingkat itu. Baiknya saat ini kita berusaha
menyebarkan Sunnah dan bersama-sama berusaha mempelajari agama ini mulai
dari fondasinya dengan dasar-dasar yang kuat. Sesungguhnya agama ini
hanyalah satu sebagaimana yang diamalkan Rasulullah dan para shahabat
beliau.
Memang sangat disayangkan cara beragama kita masih bercampur dengan
tradisi bahkan tradisi orang-orang kafir. Sampai-sampai yang dari agama
dianggap bukan agama sedangkan yang bukan agama dianggap agama.
Penyelenggaraan perayaan-perayaan yang tidak syar'i dijadikan sarana untuk
menggiatkan orang ke masjid padahal tidaklah mungkin tegak Sunnah dengan
bid'ah.
Sebagai contoh, misalnya membaca al-Qur'an. Sebagian orang membuat
hadits-hadits palsu tentang keutamaan membaca surat tertentu pada waktu
tertentu. Yang populer di masyarakat kita adalah keutamaan surat Yasin
sehingga surat ini dibaca setiap malam Jum'at. Padahal hadits tentang hal
tersebut tidak shahih. Padahal lagi yang utama dibaca pada malam Jum'at
adalah surat al-Kahfi.
Dari Abu Sa'id al-Khudri radiyallaahu anhu, Nabi shallallaahu 'alayhi
wasallam:
"Barang siapa yg membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at akan diberikan
cahaya di antara dua Jumat." (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi, dishahihkan
oleh Syaikh al-Albani).
Perhatikanlah bagaimana suatu bid'ah menjadikan kita melupakan Sunnah.
Tentang mengajak anak muda ke masjid terdapat berbagai aktivitas yang
telah dijelaskan dalam Sunnah. Yang paling utama adalah shalat fardhu
berjama'ah. Shalat fardhu berjama'ah seringkali disepelekan di masyarakat
kita dengan alasan bahwa hukumnya hanya sunnah padahal banyak dalil yang
menunjukkan pentingnya bahkan wajibnya shalat fardhu berjama'ah bagi
laki-laki. Allahu Ta'ala a'lam.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Datang kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam seorang lelaki buta lalu berkata: "Wahai
Rasulullah, aku tidak punya penuntun yang menuntunku ke masjid." Kemudian
ia meminta Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar memberikan
keringanan untuk shalat di rumahnya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam memberikan keringanan kepadanya. Tetapi ketika laki-laki itu
beranjak pergi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilnya kembali
seraya bertanya: "Apakah kamu mendengar adzan?" Orang itu menjawab: "Ya".
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalau begitu sambutlah
seruan itu (datang ke masjid)" (HR Muslim, Nasa'i dan lainnya).
- Sejajar dg ini, adil nya juga, libur hari Natal juga di hilangkan.
Libur Natal bagi umat Islam memang tidak sepatutnya namun bagi nonmuslim
perlu diberikan dispensasi selama tidak menampakkan perayaannya di
lingkungan umat Islam atau mengajak muslim di dalamnya.
- Bagaimana pula dg satu Muharam perkantoran dan sekolah juga libur?
(Yg sejajar pula dg th baru Masehi dan th baru Imlek).
Idem, Buk. Tidak ada contohnya.
Ciek lai:
Bagaimana hal nya dg tradisi kito (generasi baru) yg berpesta ulang tahun,
tentu identik dg hal iko. Mungkin perlu kito perhatikan bantuek nyo.
Meskipun ado pulo yg mangatokan kuno, indak merayokan ulang tahun, tp itu
begitulah kita orang Islam (kalau memang begitu sehharus nya).
Setuju, Buk. Orang tua saya tidak membiasakan kami merayakan
tanggal-tanggal tertentu. Walaupun waktu kecil saya sering iri sama teman
yang dapat hadiah ulang tahun namun setelah dewasa saya baru paham,
walhamdulillah.
Allahu Ta'ala a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________