Rinaldi Sahir wrote:

>Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
>  
>

Wa 'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

>Uni Rahima,
>
>Tolong di baco carita langau (lalat) di bawah ko,
>
>Tanya :  Apakah ada hadits seperti ini. yang disebut dalam cerita ini  ???
>  
>

Pak, berikut saya forwardkan keterangan tentang hadits lalat itu (dan 
juga beberapa hadits tentang menutup bejana). Semoga bermanfaat.

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum,

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)

---------------------------------------

-------- Original Message --------
Subject:        [assunnah] Hadits Lalat "Yang Belum Ditemukan Oleh Dokter 
Modern"
Date:   Wed, 21 Jan 2004 04:56:59 +0000
From:   Abu Harist <[EMAIL PROTECTED]>



Alhamdulillah....
Pembahasan yang bagus sekali tentang permasalahan (Lalat) ini, adalah 
uraian yang disampaikan  oleh Al-Imam Muhadits Syaikh Muhammad Nashiruddin 
Al-Albani rahimahullah, dalam kitab beliau Silsilah All-Hadits Ash-Shahihah 
wa Syaiun Min Fiqhiha wa Fawaaidiha, edisi Indonesia Silsilah Hadits Shahih 
dan Sekelumit Kandungan Hukumnya, terbitan CV Pustaka Mantiq, insya Allah 
dengan membacanya akan mengokohkan, menghilangkan kebingungan dan keraguan.

Karena panjangnya pembahasan tersebut, maka dalam kesempatan ini akan saya 
ringkaskan secukupnya, dan apabila anda ingin mengetahui lebih rinci dan 
luas, silakan membaca buku tersebut.

YANG BELUM DITEMUKAN OLEH DOKTER MODERN

Hadits 37

"Artinya : Tutuplah bejana-bejanamu. Kencangkan ikatan tempat minummu. Sebab 
di dalam setahun terdapat satu malam yang di dalamnya diturunkan 
penyakit. Penyakit itu pasti akan jatuh ke dalam bejana yang tidak tertutup 
dan tempat minum yang tidak terikat"

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (6/105) dan Imam Ahmad (3/355) dari 
jalur Qa'qa bin Hakim dari Jabir bin Abdullah secara marfu'.

Di dalam riwayat Imam Muslim dan lainnya terdapat.

"Artinya : Tutuplah bejana-bejana, kencangkan ikatan tempat minum, kuncilah 
pintu, matikan lampu. Sebab syaithan tidak akan melepas ikatan tempat minum, 
tidak akan membuka pintu dan tidak akan membuka bejana. Jika salah seorang 
di antara kalian hanya mampu menumpangkan sebatang kayu di atas bejananya, 
dan membaca basmalah, maka lakukanlah. Sesunggugnya seekor tikus akan dibuat 
marah oleh penghuni suatu rumah (bila melakukan hal itu)"

Hadits ini memiliki beberapa sanad dan beberapa redaksi. Semua itu saya 
sebutkan di dalam kitab 'Irwa'ul Ghalil Fi Takhrij Ahadits Manaris Sabil 
pada hadits No. 38.

Hadits 38

"Artinya : Jika ada seekor lalat jatuh di tempat minum salah seorang di 
antara kalian, maka celupkanlah (seluruh tubuhnya). Kemudian buanglah. Sebab 
salah satu sayapnya mengandung penyakit sementara sayap yang lain mengandung 
obatnya"

Hadits ini berasal dari Malik dari Abu Hurairah, Abu Sa'id Al-Khudri dan 
Anas bin Malik.

1) Hadits Abu Hurairah memiliki beberapa sanad :
Pertama : Diriwayatkan dari Ubaid bin Hunain, ia menuturkan : Saya mendengar 
Abu Hurairah berkata (kemudian ia menyebutkan hadits di atas).
Hadits dengan sanad ini ditakhrij oleh Al-Bukhari (2/329 dan 4/17-72), 
Ad-Darimi (2/99), Ibnu Majah (3505) dan Imam Ahmad (2/398). Kalimat yang ada 
di dalam kurung merupakan tambahan dari Imam Ahmad, sementara Imam Bukhari 
pada sebagian riwayatnya juga menyebutkan tambahan itu. dst....

Hadits 39

2) Sedangkan hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri redaksinya adalah.

"Artinya : Salah satu sayap lalat mengandung racun, dan sayap yang lainnya 
mengandung penawarnya. Jika itu jatuh ke dalam makanan atau minuman, maka 
benamkanlah seluruhnya, sebab ia akan mendahulukan sayap yang mengandung 
racun baru kemudian sayap yang mengandung obat"

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/67), dia mengatakan : Yazid telah 
menceritakan kepada saya. Ia menuturkan : Ibnu Abu Dzi'ib telah menceritakan 
kepada saya dari Sa'id bin Khalid yang mengisahkan.

"Saya singgah di tempat Abu Salamah. Ia menyuguhiku makanan yang biasa 
disebut dengan 'bazbad' dan 'qutlah' (makanan yang terbuat dari campuran 
tamar, gandum dan lainnya). Kemudian terceburlah seekor lalat ke dalamnya, 
lalu ia membenamkannya ke dalam makanan itu dengan jarinya. Saya berkata 
heran : "Wahai paman, apa yang engkau lakukan ?" Abu Salamah menjawab : Saya 
melakukan hal ini karena saya mendapatkan hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri 
dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda 
: (Kemudian menyebutkan hadits diatas)

dst...

Selanjutnya, hadits yang sanad-sanadnya shahih ini benar-benar berasal dari 
ketiga shahabat (Abu Hurairah, Abu Sa'id dan Anas) itu, dan tidak bisa 
dirubah lagi. Seperti telah diakui pula kebenaran dari Abu Hurairah sendiri 
tentang semua hadits yang diriwayakan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam. Hal ini tidak seperti yang diduga oleh sebagian pengikut Syi'ah yang 
ekstrim. Mereka orang-orang yang mengaku modern yang telah menilai cacat 
riwayat-riwayat Abu Hurairah. Mereka menuduh Abu Hurairah telah melakukan 
kesalahan dalam meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Namun tidak bisa membuktikannya. Sebab demikian banyaknya bukti ilmiah yang 
menunjukkan bahwa Abu Hurairah benar-benar terbebas dari tuduhan mereka itu. 
Mereka selalu mecela Abu Hurairah bahkan menuduh bohong para sahabat, yang 
lebih parah lagi mereka menolak hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
karena tidak sesuai dengan akal mereka yang sakit.

Mayoritas orang menduga bahwa hadits ini tidak sesuai dengan penemuan (hasil 
penelitian) para dokter, yaitu bahwa lalat membawa kuman dan akan 
dilepaskannya katika ia hinggap di dalam makanan. Sebenarnya hadits itu 
tidak bertentangan dengan medika. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam memberikan penjelasan yang lebih luas, tidak hanya mengatakan bahwa 
pada salah satu sayapnya terdapat racun, tetapi juga menjelaskan bahwa pada 
sayap yang lain terdapat penawarnya. Inilah yang tidak mereka ketahui. Oleh 
karena itu mereka harus beriman, jika mereka sudah mukmin, maka syogyanya 
melakukan penelitian lebih lanjut, apabila mereka benar-benar ilmuwan. Hal 
itu karena kaidah ilmu yang benar menetapkan bahwa tidak mengetahui sesuatu 
itu, tidaklah menyebabkan gugurnya keabsahan pengetahuan sesuatu itu. Dengan 
kata lain, tidak mengetahui sesuatu tidak mengharuskan bahwa sesuatu itu 
tidak ada.

Saya sendiri menilai bahwa kedokteran modern memang belum mengetahui 
keshahihan hadits di atas, dan mengenai hal ini di kalangan mereka 
sendiripun terdapat perbedaan. Saya telah membaca beberapa majalah yang 
berkenaan dengan hal ini. Masing-masing ingin menguatkan pendapatnya sendiri 
dan berusaha melemahkan pendapat yang menentangnya. Saya sebagai seorang 
mukmin sangat percaya dengan keshahihan hadits itu serta kebenaran isinya. 
Sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengatakan 
sesutu daru dirinya sendiri, akan tetapi semata-mata merupakan wahyu. 
Penemuan kedokteran yang bertentangan dengan hadits itu tidak akan 
menggoyahkan kepercayaan saya. Sebab hadits merupakan dalil yang mandiri dan 
tidak membutuhkan pendukung dari luar. Namun demikian, jika ada penemuan 
yang sesuia dengan hadits itu maka tetap akan semakin memperkuat keyakinan 
saya. Oleh karena itu tidak ada jeleknya jika saya tampilkan sebuah makalah 
yang pernah dipresentasikan oleh seorang dokter di sebuah institut, yaitu 
Insitut Al-Hidayah Al-Islamiyyah sebagai berikut.

"Lalat biasanya hinggap di tempat yang kotor yang banyak mengandung kuman 
penyakit. Ia akan membawa kuman tersebut dengan kakinya dan memakan 
sebagiannya. Dengan demikian tubuhnya sendiri pasti mengandung materi yang 
lebih tinggi tingkatannya dari kuman itu (yakni mampu mengalahkan kuman, 
sebab jika tidak, tentu ia akan mati dengan memakan benda-benda beracun 
itu). Kalangan kedokteran menyebutnya zat pembunuh kuman. Zat ini mampu 
membunuh bermacam-macam kuman penyakit. Kuman penyakit itu tidak mungkin 
hidup atau berpengaruh pada tubuh manusia jika terdapat zat pembunuh kuman 
itu. Sedang yang terkandung di dalam sayap lalat itu ada keistimewaan 
tersendiri, yakni sayap yang mengandung zat pembunuh akan menjadi penawar 
bagi sayap lainnya yang mengandung kuman penyakit. Dengan demikian, jika 
lalat itu jatuh ke dalam minuman atau makanan, dan membawa kuman-kuman yang 
terkandung dalam anggota tubuhnya maka yang pertama kali menawarkan racun 
atau kuman itu adalah zat pembunuh yang dibawanya sendiri itu, yang berada 
di dekat perut dan salah satu sayapnya. Jika pada dirinya mengandung 
penyakit, maka obatnya juga di dekat penyakit itu. Karena itu membenamkan 
lalat seluruhnya dan kemudian membuangnya merupakan cara yang aman karena 
cukup untuk mematikan dan menawarkan kuman-kuman itu".

Di bagian lain Syaikh Al-Albani menulis :

"Apakah ilmu pengetahuan modern ini benar-benar mampu menyingkap 
segala-galanya ? Ataukah tokoh-tokoh ilmu yang mempunyai cukup kapabilitas 
itu telah salah tatkala menyatakan bahwa apabila ilmu kita bertambah, maka 
bertambahlah pula kesadaran akan kebodohan kita. Padahal ini sesuai dengan 
apa yang dinyatakan oleh Al-Qur'an sendiri : "Kalian tidak diberi ilmu(nya) 
kecuali hanya sedikit".

Lengkapnya silakan baca buku Silsilah Shahihah 

[Disalin Silsilah Hadits Shahih Buku I, hal 90-98, terbitan CV Pustaka 
Mantiq]

---------------------------------------


Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke