Assalamualaikum wr.wb :
Tragedi yang sama berulang lagi , hampir setiap tahun tragedi Mina terjadi .
sebabnya apa ? karena semua jamaah rebutan untuk melempar disaat afdhol yakni
setelah sholat Zhohor . Mungkin sudah waktunya fatwa ulama tentang waktu afdhol
ini harus direvisi , karena Nabi sendiri melalui hadis hadisnya memberi
kelonggaran untuk pelemparan jumroh , bagi yang berhalangan malah dibolehkan
sampai malam sekalipun . Mengapa mesti rebutan sehabis zhohor . Dua tahun yang
lalu tepatnya th 2004 , kejadian seperti ini hampir saja menimpa saya , tapi
untung masih dapat perlindungan dari Allah Subhanahu wataala dan saya
terhindar dari musibah .
Zul amry piliang
Sabtu, 14 Jan 2006 (Jawa Pos )
Tragedi saat melempar jumrah di Jamarat, Mina, terulang. Hingga tulisan ini
dibuat, korban tewas mencapai lebih dari 300 orang. Di antara korban tewas itu
dipastikan ada jamaah haji asal Indonesia.
Tragedi kali ini adalah yang kesekian. Pada 1 Februari 2004, 244 jamaah tewas.
Sebelumnya, pada 5 Maret 2001, 35 jamaah tewas. Pada 9 April 1998, 180 jamaah
meninggal. Pada 23 Mei 1995, 270 jamaah meninggal. Dan, pada 2 Juli 1990, 1.426
jamaah juga meninggal.
Tragisnya, sebab-musababnya kurang lebih serupa. Dalam hal ini, jamaah saling
berdesakan saat melempar jumrah karena ingin melempar jumrah saat yang dianggap
afdol. Yakni, siang sebelum lepas duhur.
Persoalannya, mengapa hal seperti itu tidak bisa dicegah? Ini soal keyakinan
-yakni, melempar jumrah pada waktu yang dianggap paling afdol- sehingga tidak
mudah untuk mengalihkan keyakinan agar, misalnya, jamaah menunda waktu
pelemparan supaya tidak terjadi penumpukan jumlah jamaah yang mengakibatkan
terjadinya desak-desakan.
Tetapi, sebenarnya keyakinan itu bukan tidak bisa diubah sama sekali. Bukankah
masalahnya hanya soal waktu yang dianggap paling afdol. Jadi, bukan waktu yang
dianggap wajib atau harus.
Dengan kata lain, kalaupun melempar jumrah bergeser sekian jam untuk
menghindari desakan-desakan, pada dasarnya tidak membatalkan salah satu rukun
haji yang diritualkan itu.
Karena itu, masalah tersebut berpulang pada para ulama dan pemimpin jamaah haji
untuk meyakinkan jamaahnya bahwa pada dasarnya bergeser waktu dalam melempar
jumrah tidak membatalkan rukun haji.
Masalahnya yang kita khawatirkan, pemimin jamaah justru turut memberikan
semangat agar jamaahnya melempar jumrah pada waktu yang dianggap afdol itu
dengan segala risikonya.
Bukankah mengenai mati atau selamat saat orang khusyuk menjalankan ritual
ibadah sering dianggap sebagai konsekuensi atas penyerahan diri dan kepasrahan
kepada Tuhan?
Hal-hal demikian sepatutnya menjadi pemikiran bersama para pemimpin jamaah dan
pimpinan bimbingan haji sejak mereka menyiapkan jamaahnya di tanah air jauh
sebelum keberangkatan beribadah haji.
Selain itu, pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi serta negara-negara
yang bergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) harus turut memikirkan
cara memperkecil jalan keluarnya agar terus memperkecil risiko celaka saat
jamaah haji melempar jumrah di Jemarat, Mina.
Misalnya, ada semacam kesepakatan untuk mengurut ritual melempar jumrah
berdasar kelompok negara. Bahkan, pemerintah Arab Saudi sendiri juga perlu
membuat peraturan yang dapat memperkecil risiko tewas saat melempar jumrah
hanya karena berdesak-desakan itu.
Pemerintah Arab Saudi jangan hanya memperbaiki sarana fisik jalan atau
mempermudah akses fisik para jamaah untuk melempar jumrah. Misalnya, membuat
jalan bertingkat atau terowongan agar tidak terjadi pertemuan langsung antara
jamaah yang sudah dan yang melempar jumrah. Sebab, sarana dan akses fisik itu
terbukti tidak bisa mencegah terjadinya kecelakaan saat melempar jumrah yang
meminta banyak korban jiwa.
---------------------------------
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays,
whatever.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================