Mak Sutan Sinaro,
  Wa'alaikum salam wr wb,
  Acknowledged...no big deal...TCP reset accepted.

BTW..ambo dek internet lambek di kantua..barusan baru baco email uda "Z"
mengenai matematika unto. Jadi  [EMAIL PROTECTED] is exactly Dr. Khairi
Yusuf (tut.ac.jp) nan dulu ?
Kalau iyo...buliah lah suatu waktu ambo berkonsultasi mengenai sebuah secret
mini theory on "7 jurus penakluk Yahudi" yang memusingkan kapalo ambo salamo
limo tahun terakhir ko. I have to escalate this.


wassalam,
Ari Noviandi.



On 4/19/06, Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum.w.w.
>     Arii... dengan indak mangurangi rasa hormat saya...
>   We should stop this one. This is not actually our aim.
>   Ndak paralulah batanyo-tanyo  ka niak ka nin.
>   Bak kecek ambo, kaja lembaga Islam tu dulu baru karajo ko disalasaikan.
>     Tinggakan dulu nan something important rather than something more
> imporant.
>
>   Wassalam
>
>   St. Sinaro
>
> Ari NGT <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Ass.wr.wb,
> Very interesting.. Sanak Ridha...email saya maksudnya..."pembagian HPT
> sesuai aturan adat itu lah yang islami, sehingga jika HPT dibagi
> sebagaimana
> layaknya HPR justru tidak islami" ..gitu.
> Rekursif yang saya maksudkan adalah rekursif yang menjadi istilah umum
> dalam
> komputer science..untuk fungsi yang memanggil dirinya sendiri. You can
> find
> more exact description on the web. Ini ibarat anda berdiri diantara dua
> cermin yang sejajar..you would see your image mirrored infinetely...
> Jika Samsimar mendapat warisan HPT dari ibunya, tanah itu milik dia, dalam
> artian bahwa adiknya Rosnidar dan juga kakaknya Zukhyar yang telah
> mendapat
> bagian masing-masing tidak dapat mengutak-atiknya selama pemakaiannya,
> apalagi orang lain termasuk yang sesuku pun. Tetapi miliknya itu bersifat
> conditionally, artinya kalau Samsimar meninggal tidak mendapat suami
> ataupun
> anak laki-lakinya.. Karena dengan cara begitulah Samsimar mendapatkannya
> dulu. Saya pikir ini cara yang paling adil untuk ini. Orang islam selain
> harus adil tentu tidak mau mendapatkan sesuatu yang bukan haknya.
>
> Last, untuk menganalisa masalah kompleks tentu tidak cukup ayat-ayat yang
> sepotong-sepotong karena banyak ayat-ayat Al-qur'an lainnya dan juga
> hadist-hadist yang berkaitan harus diproses bersamaan oleh yang yang tepat
> untuk memecahkannya. Karena itulah sengaja diawal email saya sebutkan
> keterbatasan knowledge, processor dan run-time memory. Seorang Imam
> Syafei'...selain ilmunya banyak sekali, processor nya kencang, dan juga
> memori untuk upload knowledge yang berkaitan untuk suatu masalah juga
> besar
> ukurannya..dengan demikianlah beliau dapat memberikan jawaban ke
> masalah-masalah agama yang tidak ada di zaman Nabi.
>
> Biasanya sih kalau orang islam berhadapan dengan kasus yang dia tidak tahu
> dia escalate ke ulama terus keatas terus sampai ke ulama paling tinggi
> yang
> dia dapat. Karena itulah diakhir email saya kutip juga berita tentang
> Shekh
> Akhmad Khatib yang di Mekah itu...(jika benar berita cimbuak ini
> )...sebagai
> ulama besar dan juga tentu mengerti masalah urang Minang..berpendapat
> lain.
> Rajo salah rajo disanggah..Despite my current opinion, I am open to follow
> the correct one and has willingness to escalate this to higher eliglible
> authority...
> Apakah ini bagusnya kita forward saja ke MUI ? atau ke Syekh Yusuf
> Qhardawy
> ? :-). Ada yang punya channel kesana ? Adakah yang tahu apa pendapat Buya
> Hamka on this matter ? Uni Dr. Rahima apakah punya comment dari Al-Azhar ?
>
> wassalam,
> .ari
>
>
> On 4/19/06, Ahmad Ridha wrote:
> >
> > On 4/18/06, Ari NGT wrote:
> > > Saya pribadi dengan keterbatasan ilmu, processor dan juga run-time
> > memory,
> > > berpendapat kalau membagi pusako tinggi tidak dapat dibagi berdasarkan
> > > aturan islam melainkan harus sesuai dengan adat. Karena masalah ini
> > bersifat
> > > rekursif.
> > >
> >
> > Hmm, kok jadi aneh ya. Harta waris itu hanya dibagi jika si pemilik
> > harta meninggal dunia. Tidak ada yang namanya tidak dapat dibagi
> > karena aturan waris telah ditentukan, berapa pun warisannya. Oleh
> > karena itu, harus jelas dulu; siapakah pemilik pusako tinggi itu?
>
>
>
>
>
> > Jika seorang ibu hendak membagi harta tersebut sesuai dengan
> > > aturan islam, maka saudara laki-lakinya juga harus dikasih, sehingga
> > > berkurang lah pembagian tersebut. Lalu saudara laki-laki dari ibu si
> ibu
> > ini
> > > (paman) juga harus mendapat..demikian seterusnya...(rekursif)...how
> > could
> > > you divide that in fair manner?
> >
> > Jika harta warisan dibagi dengan aturan Islam, pembagian itulah yang
> > paling adil. Bukankah Allah Maha Adil? Saya bingung dengan yang Pak
> > Ari maksud rekursif. Yang namanya pembagian harta waris itu dilakukan
> > jika pemiliknya meninggal dunia dan ahli waris itu terbatas
> > cakupannya.
> >
> > Dalam salah satu ayat tentang waris Allah Ta'ala berfirman (yang
> artinya):
> >
> > "Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
> > lagi Maha Bijaksana." (QS. an-Nisaa 4:11)
> >
> > Allahu Ta'ala a'lam.
> >
> > Wassalaamu 'alaikum,
> > --
> > Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
> > (l. 1400 H/1980 M)
> >
> > --------------------------------------------------------------
> > Website: http://www.rantaunet.org
> > =========================================================
> > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
> > keanggotaan,
> > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> > * Posting dan membaca email lewat web di
> > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> > dengan tetap harus terdaftar di sini.
> > --------------------------------------------------------------
> > UNTUK DIPERHATIKAN:
> > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> > - Besar posting maksimum 100 KB
> > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> > =========================================================
> >
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
> keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
> keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke