Assalamu'alaikum.w.w.
...Kita sambung yang kemarin...
**"Maka apabila imam itu 'adil, ya'ni berjalan ia dan
menghukum ia akan rakyatnya dengan hukum yang disuruh
oleh Allah dan rasul-Nya dan jauh ia daripada
menurutkan hawa nafsunya dan sahwatnya"**
Maksudnya pemimpin yang disebut 'adil itu ialah
pemimpin yang menghukum, melaksanakan kepemimpinannya
menurut hukum yang diperintahkan oleh Allah dan
rasul-Nya, bukan hukum lain. Artinya dengan
hukum-hukum itu tidak sedikitpun dia mengikuti hawa
nafsu dan sahwatnya, tetapi memberi pimpinan-pimpinan
sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah swt.
**"Nisca didapati segala yang dibawah
pemerintahannya itu tenang dan sukacita serta makmur
dan sesedap-sedap masa ialah saat imam yang 'adil"**
Maksudnya, kalau pemimpin itu 'adil, melaksanakan
hukum Allah, tidak mengikuti hawa nafsunya maka rakyat
merasa nikmat, akan merasa tenang, akan menikmati
waktu pemerintahan itu keamanan. Dan waktu itulah
dirasakan bahwa kepemimpinan yang 'adil itu dapat
dinikmati bersama oleh rakyat.
Kalau kita mengikuti sejarah lama, pada zaman
'Umar bin 'abdul 'Aziz. Dia adalah pemimpin yang 'adil
sehingga waktu itu tidak ada orang yang layak menerima
zakat. Berjalan satu orang hendak membayar zakat,
"Tolong terima zakat saya", jawab orang lain itu,
... "Maaf saya pun sudah 4-5 hari mencari orang untuk
menerima zakat"
..... eh diapun sedang mencari orang yang mau
menerima zakatnya. Begitu makmurnya...Ini disebabkan
oleh pemimpin membagikan harta dengan 'adil. Tidak ia
mengambil kesempatan dengan harta negara walaupun
'Umar bin 'Abdul 'Aziz adalah seorang yang muda ketika
itu, tapi sedikitpun ia tidak berani mengambil harta
negara.
Pernah terjadi suatu hari anaknya yang berumur 4-5
tahun mengambil buah tamar sebutir dan dimakannya,
melihat hal itu dirampas oleh Umar, dibukanya mulutnya
dan diambilnya. Ketika ditanya orang diapun berkata,
"Rasa hendak pecah hati aku, tak sampai hati aku
mengambil kembali buah tamar yang sudah dikulum oleh
anakku itu, tapi ini hukum Allah ta'ala, aku takut
nanti ditanya Allah di padang mahsyar".
.....Hmm sebutir tamar pun tak berani,... kalang kabut
isterinya pergi ke kedai membeli buah tamar untuk
diberikan pada anak yang baru berumur 4-5 tahun itu.
Sebutir tamarpun tidak berani,.... Ini kita...
... huh... 40 miliar... Teenang-teenang saja Bah !!.
**"Menjaga ia akan maslahat dunia dan agama daripada
kebinasaan dunia dan akhirat, untuk disuruhnya dengan
yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar"**
Pemimpin yang 'adil akan menjaga maslahat dunia,
menjaga agama, menjaga rakyatnya dari kebinasaan,
dunia pun dijaganya akhiratpun dijaganya. Kemakmuran
dijaganya, bukanlah Islam itu menyuruh sembahyang
saja, dunia juga dimakmurkan tapi jangan sampai
melupakan akhirat. Akhiratpun dipedulikan, jangan
sampai melupakan dunia. Banyak orang menganggap
bila Islam .... aaa sembahyang saja...,
tak perlu makan, rileks, makan roti saja...
Kalau dilihat sejarah, tuan-tuan ingat sejarah
zaman kecemerlangan Islam ?. Di zaman kerajaan Bani
'Abasyiah, kemajuan sudah banyak dicapai, teknologi
berkembang, teropong bintang sudah ada di zaman itu.
Harun ar- rasyiid menghadiahkan sebuah jam kepada raja
Rum (Romawi), jam dibuat mengandung air, gerakannya
dengan air. Ketika terletak di dalam suatu Dewan Rum
itu, bila lonceng berbunyi, lintang pukang orang Rum
lari.
"Hantu mana pula ni" kata mereka. Itu hebatnya orang
Islam ketika itu. Zaman pemerintahan al Makmun
disebut zaman sains dan teknologi. Artinya Islam
ketika itu maju, uang banyak dan makmur. Bukan Islam
menyuruh wirid-wirid saja... tidak.
Kalau kita baca sejarah kapal terbang, yang pertama
membuat kapal terbang adalah orang Islam, 'Abas
namanya, tetapi sejarah ini ditutup oleh barat.
Namanya 'Abas al fannas. Artinya Islam itu maju, tapi
anggapan orang bila Islam saja,
.. aaa ...ngobrol dunia nggak bisa..., Islam kan hanya
zuhud, qana-ah, tasawuf dan sebagainya dunia
tak perlu....
Inilah anggapan-anggapan yang selalu salah terhadap
Islam. Uang cukup penting tapi bukan utama. Mau buat
senjata kan perlu uang, mau menggaji tentara kan perlu
uang. Mau ke Mekah, mau buat masjid kan pakai uang,
untuk sembahyang saja perlu uang. Jangan anggap bila
Islam.. duit nggak perlu... salah. Banyak orang salah
menduga.
Jadi duniapun dipedulikan, akhiratpun dipedulikan.
'Amar ma'ruf, nahyil mungkar.
**"Dan dirinya sendiri memimpin segala perkara itu,
ya'ni dirinya mengerjakan yang disuruh Allah dan
dirinya juga yang mencegah dari berbuat munkar"**
... aaa lah panjang pula... beresok pula kita
sambung..
Wabillahil hidayah wat taufiq
Wassalam
St. Sinaro
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================