Assalamu'alaikum.w.w.

   .... kito sambung yang kemaren ....

**"Dan dirinya sendiri memimpin segala perkara itu,
ya’ni dirinya mengerjakan yang disuruh Allah dan
dirinya juga yang mencegah dari berbuat munkar"**

    Pemimpin yang adil akan menjalankan syari’at pada
dirinya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Dia
sembahyang, puasa, zakat, aurat ditutup, kemudian baru
ia menyuruh orang lain mengerjakan hal yang sama.
Jangan pemimpin menyuruh orang diri sendiri tidak
melakukannya,.. kan payah.
   Memang ada jenis orang, dia tidak berbuat dia tidak
menyuruh
Ada juga yang dia suruh dia tidak berbuat. 
Ada juga yang dia buat dia tidak menyuruh
Ada juga yang dia buat, dia menyuruh.
Yang terakhir inilah yang pemimpin. Sebab ini adalah
tanggung jawab pemimpin kepada rakyatnya. Yang disuruh
dan yang dilarang ia patuh. Jangan memimpin sesuka
hati, karena nanti pemimpin akan ditanya terhadap apa
yang dipimpinnya. 
"kullukum ra'in, wakullu ra’in mas-uulun 'an
ra'iyatihi" (al hadits).
Setiap kamu adalah pemimpin dan kelak setiap pemimpin
akan ditanya apa yang dia pimpin.
.... Aaa... kan ditanya....
Kalau dibuka kitab Bey Arifin "Hidup sesudah mati",
bercerita mengenai hari akhirat, dikatakan bahwa
pemimpin adalah orang yang pertama yang paling banyak
ditanya oleh Allah swt. Bermacam-macam hal akan
ditanya.

**"Adapun dirinya menjauhi yang dilarang oleh Allah
dan dirinya mencegah orang lain  dari berbuat
kemungkaran"**

Pemimpin yang ‘adil, dia akan menjauhi apa yang
dilarang dan dia mencegah orang lain dari berbuat yang
dilarang itu.

**”Adapun jikalau dirinya tiada mengerjakan yang
disuruh oleh Allah dan orang jua yang disuruhnya atau
ia mengerjakan yang dilarang oleh Allah dan orang jua
yang dilarangnya, maka yang demikian itu imam atau
gantinya (wakilnya) yang membelot dan keluar ia dari
yang bernama 'adil"**

Maksudnya, dia tak berbuat, disuruhnya orang berbuat
atau dia membuat yang dilarang, orang lain
dilarangnya, ini sifat pemimpin yang tidak 'adil.
    Jadi kita harus ingat yang namanya 'adil itu…..
'Adil bagi orang kita tak berat sebelah, ini definisi
orang kita, ataupun tidak menyebelahi pihak manapun,.
Kalau kita buka kamus bahasa Indonesia, arti 'adil itu
ialah tidak menyebelahi pihak mana pun, atau 'adil itu
adalah sama rata.
    Dalam Islam tidak sesuai dengan arti yang seperti
itu. Makna 'adil dalam Islam adalah meletakkan sesuatu
pada tempatnya. Artinya, kalau ada orang mencuri ,
hukumnya dipotong tangannya... itu hukumnya. Orang
berzina.. di dera(cambuk, rotan) atau dirajam... itu
hukumnya... barulah ‘adil. Kalau orang mencuri itu
dipenjara.... Eh tidak 'adil tu. Tapi banyak orang
menganggap lain. Dikatakannya (bila dipotong
tangannya)
... kasihan lah orang yang mencuri tu..... 
...ini persoalannya...
 Dia tak kasihan dengan orang yang kena curi itu, dia
malah kasihan dengan orang yang mencuri... kan aneh.
Mengapa dia kasihan dengan orang yang mencuri ?, tak
kasihan dengan orang yang kena curi ?. Lagipula kita
harus berpikir, mengapa kita takut dengan hukum 
"hudud" itu ?. Kita mencuri ?. Yang takut orang yang
mencuri lah...  Yang tidak mencuri mengapa takut ?....
anehnya banyak orang yang tidak setuju. Kita khawatir
dia mau melakukan perbuatan itu, itu sebab dia takut.
Kalau sempat korupsi sekian miliar ketahuan
... aaa...habis dia. Takutlah dia kena potong. Ini
yang
kita khawatir, orang yang tidak setuju itu mungkin ia
akan melakukan kesalahan itu atau takut terbongkar apa
yang sudah dia buat. 
   Juga, bila hukum Allah ta’ala berjalan, jangan
pandang hukumnya. Disinilah letak kesalahan banyak
orang. Jangan dipandang hukum potong itu, jangan
dipandang hukum rajam itu,.. tapi hendaklah dipandang
keamanan akibat hukum itu diberlakukan. Itu yang
sering salah pandang, banyak orang salah, karena tak
pernah mengaji, tidak pernah mengikuti majlis ilmu,
tidak pernah mengkaji. Orang yang mengkajipun banyak
yang tidak paham. Yang mengaji dan mengkaji tidak
paham, yang tidak.. apalagi. Makanya datanglah
mengaji. Kita yang mengaji setahun bab negara Islam
belum paham seluruhnya, belum 'alim lagi. Orang yang
tak mengaji, apalagi. 
Dia hanya mendengar berita, mendengar cerita, baca 
koran saja lalu dia comment "hukum Allah ta’ala
zhalim.." .... Eh.  Kalau saya boleh bilang, orang 
seperti ini apa hukumnya ?. Kalau dia mati... ditanam
di kuburan salib, atau kuburan cina.... Kafir. 
  Ini sebentar lagi puasa mau datang, semua sudah
kasak kusuk mau puasa, segala macam dipersiapkan,
kenapa ?.
Karena ayatnya sudah jelas memakai "kutiba",
diwajibkan.
... eee... pandai dia bercerita...
Apalagi nanti di surau-surau di masjid-masjid ceramah
hari pertama sudah jelas, "kutiba" 'alaikumus siyam".
... Eh mengapa ada ayat kutiba satu lagi , dan datang
sebelum ayat puasa "kutiba 'alaikumul qisaas", tidak
dilaksanakan ?. Mengapa ?, kan aneh. Jadi kita ini
sebenarnya bagaimana ?. Kita beriman dengan
keseluruhan ayat Al-Qur'an atau tidak ?, atau kita
seperti orang Yahudi yang kena laknat dan dicap sesat
yakni mengamalkan sebagian dan meninggalkan sebagian
?.
    Ingat,.. nanti berurusan di akhirat.  Mengapa kita
sembahyang, puasa dan segala macamnya ?, karena apa ?.
Karena ingin sorga lah.  Kalau kita katakan hukum
Allah ta’ala zhalim, tak usah sembahyang lah, nggak
usah puasa,... membuang waktu.  Guna ceramah ini untuk
mengajak kita masuk sorga, untuk mengetahui ini salah
ini betul. Kalau salah betulkanlah. Kita menerangkan
ini supaya ummat Islam di Indonesia ini jangan
sekali-kali mencoba menolak hukum Allah ta’ala,
menghujat hukum Allah ta’ala. Buang waktu kita
sembahyang, buang waktu kita ber 'aqidah. Rusak
'aqidah tuan-tuan,.. jangan main-main. Kalau satu
waktu kita tak sembahyang, kita masuk neraka sebentar.
Paling lama satu waktu tidak sembahyang, masuk neraka
80.000 tahun, bukan lama benar....
Kalau sehari semalam tak sembahyang 400.000 tahun. 
Kalau tiga hari tak sembahyang 1.2 juta tahun. Kalau
dia katakan sembahyang tidak wajib... aah .. kekal
selama-lamanya di dalam neraka, tak keluar lagi. Sama
juga kalau kita katakan hukum potong tangan itu
zhalim,
... aaahh kekal selama-lamanya dalam neraka. Kita
katakan hukum hudud itu tak wajib dilaksanakan
....aaa kekal selama-lamanya dalam neraka…
Ingat tu tuan-tuan. 
Apa untungnya saya bicara ?... hendak mengajak lah,
... mengajak sama-sama masuk sorga. Ini karena tidak
boleh sendiri.
.. kalau boleh sendiri dipahami sendiri kan enak... 
rilek istirahat, banyak kerja lain. Tapi dalam Islam
tidak boleh begitu, kita mesti mengajak orang
sama-sama, mesti mencegah kemungkaran,... begitu
hukumnya. 
Memang susah... banyak yang tak setuju...kitapun
susah, pemerintahpun tidak suka kita menerangkan yang
haq itu.
  Mengenai hukum hudud ini seperti sembahyang juga,
... ada syarat-syaratnya,... mulai dari Islam, 
baligh, berakal.. sampai da’wah. Hukum potong tangan
juga begitu, mesti ada saksinya, ... berapa jumlah
uang yang dicuri,.. dimana letaknya dan sebagainya. 
Kalau letak barang itu tidak tentu, ketinggalan
misalnya, jam Rolex tinggal. Kita lupa tadi, ketika
kembali sudah tidak ada, orang yang mengambil tidak 
kena potong tangan.... Perhatikan. Kenapa ?, karena
lalai. Lihat tuan-tuan tidak mudah mengenakan hukum
potong tangan. Tapi kalau dia datang ke rumah kita,
lemari sudah dikunci, dikupaknya,... itu kena dia. 
Kalau kita ambil wudhu’, digantungkan jam pada pipa,…
lupa, kemudian hilang... salah kita. Orang yang
mengambil tidak kena potong. Jadi ada
aturan-aturannya. Jangan mengira kalau mencuri… raap..
potong.. tidak begitu.

... eh lah panjang pula,... beresok kita sambung...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro


                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke