Cerita kereta api ini pernah dekat dengan kehidupan saya. Walaupun banyak dengar cerita dari orang tua. Bagaimana kakek saya membawa kayu balak dari daerah sijunjung ke sawahlunto lewat kereta api. Ditambah cerita kakek juga tentang naik kereta api dari payakumbuh ke bukittinggi.
Setelah agak besar, saya sempat tinggal di Sawahlunto. Saya hanya bertemu kereta pengangkut batubara. Ketika nakal-nakalnya, saya pernah beberapa kali numpang di antara gerbong main ke Solok. Naiknya di Stasiun Kampuang Teleng, selepas kereta melewati lubang kalam, di stasiun muaro kalaban saya dimarahi masinis. Biasanya kita disuruh pindah ke lokomotif. Tak jarang, perjalanan ini berakhir di Batu Taba. Tapi bicara kereta api di sumbar hanyalah bicara nostalgia dan romantika masa lalu. Hukum supplai dan demand biasa telah menyebabkan kereta api semakin ditinggalkan. Berkembangnya jalan raya secara kualitas dan kuantitas, menyebabkan membawa barang dan penumpang tak lagi efisien menggunakan kereta api. Akhirnya kereta api tinggal cerita masa lalu. Pencinta kereta api boleh saja berkoar-koar, betapa hebatnya alat transportasi ini dan tidak berpihaknya pemerintah. Tapi realitas di lapangan membuktikan, pakai kereta api tak lagi menguntungkan. Apalagi untuk tingkat mobilitas barang dan orang sumatera barat. Ini sebenarnya, tidak saja terjadi di jalur kereta api saja. Di kalimantan, jalur sungai juga semakin ditinggalkan sebagai akibat berkembangnya jalan raya. Kalau dulu dari muara teweh atau amuntai, lewat sungai barito butuh waktu 10-15 jam. Saat ini, dengan bus atau mobil pribadi hanya butuh waktu sekitar 5-7 jam. Rasanya, upaya menghidupkan kembali kereta api saat ini lebih kepada romantika belaka. Bukan upaya menciptakan kereta api sebagai alternatif bertransportasi bagi barang dan jasa. Wassalam, Mantari Sutan/UBGB --- In [EMAIL PROTECTED], "ET Hadi Saputra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > insyaAllah ambo sato. > Wassalam, > ET Hadi Saputra Katik Sati (33 tahun 8 bulan) > di komplek Kompas Ciputat > > > > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

