Bapak Ronal yang terhormat...

Saya tidak melihat data Pak, hanya mencoba melihat realita yang ada.
 

--- In [EMAIL PROTECTED], Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> He he he, Anda punya data sehingga yakin berkata
> seperti itu ?
> 
> Kondisi perkerataapian sekarang pasti membuatnya
> menjadi tidak mungkin karena tidak pernah dikelola
> secara baik dan cenderung ditelantarkan, sedang kita
> sama2 tau dinegara2 maju perhatikan apa transportasi
> yang digunakan.
> 
> Kemudian masalah jalan darat, coba buka site BPS dan
> baca angka2 transportasi diindoensia, apa yang
> dimiliki oleh indonesia sehingga yakin jalan darat
> adalah transportasi utama yang menyebabkan pola
> masyarakat dalam bertransportasi berubah. Kita gak
> punya juga transportasi darat, semua mesti harus
> dibangun, disiapkan lahannya, dibayar ganti ruginya,
> dan etc..etc
> 
> Analisa luas indonesia dan penyabaran pulou nya trus
> perbandingkan infrastruktur yang dimilikinya mulai
> dari , laut, udara, darat trus kemudian lakukan
> perbandingan. anda akan temukan transportasi kereta
> merupakan potensi yang siap dikembangkan dan bisa
> memangkas cost2 lainnya.
> 
> Kereta Api itu infrastruktur yang sudah ada, tapi
> kalou kita melihat Perusahaan Kereta Api saat ini iyah
> pasti frustasi kita dibuatnya kareng yang tampak hanya
> korupsi, tidak effiesien, teknologi lama, dan sumber
> petaka karena banyak korban disana.
> 
> Tapi kalou visi tentang perkeretaapian ini diubah,
> dengan pengelolaan yang profesional, posisi
> transportasi ini punya modal untuk berkembang.
> 
> Tahun 2004 Group dari inggris pernah berminat
> menggunakan infrastruktur yang ada disumatra barat
> untuk dikembangkan tapi saat itu pemerintah daerah
> sudah meminta prosentase proyek terlebih dahulu. 
> 
> Regards 
> Ronal Chandra
> 
> Note : ambo menemukan sendiri angka2 transportasi
> ketika terlibat menyusun studi airlines.
> 
> --- mantari_sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Cerita kereta api ini pernah dekat dengan kehidupan
> > saya.  Walaupun 
> > banyak dengar cerita dari orang tua.  Bagaimana
> > kakek saya membawa 
> > kayu balak dari daerah sijunjung ke sawahlunto lewat
> > kereta api.  
> > Ditambah cerita kakek juga tentang naik kereta api
> > dari payakumbuh 
> > ke bukittinggi.
> > 
> > Setelah agak besar, saya sempat tinggal di
> > Sawahlunto.  Saya hanya 
> > bertemu kereta pengangkut batubara. Ketika
> > nakal-nakalnya, saya 
> > pernah beberapa kali numpang di antara gerbong main
> > ke Solok.  
> > Naiknya di Stasiun Kampuang Teleng, selepas kereta
> > melewati lubang 
> > kalam, di stasiun muaro kalaban saya dimarahi
> > masinis. Biasanya kita 
> > disuruh pindah ke lokomotif.  Tak jarang, perjalanan
> > ini berakhir di 
> > Batu Taba.
> > 
> > Tapi bicara kereta api di sumbar hanyalah bicara
> > nostalgia dan 
> > romantika masa lalu. Hukum supplai dan demand biasa
> > telah 
> > menyebabkan kereta api semakin ditinggalkan.
> > Berkembangnya jalan 
> > raya secara kualitas dan kuantitas, menyebabkan
> > membawa barang dan 
> > penumpang tak lagi efisien menggunakan kereta api. 
> > Akhirnya kereta 
> > api tinggal cerita masa lalu.
> > 
> > Pencinta kereta api boleh saja berkoar-koar, betapa
> > hebatnya alat 
> > transportasi ini dan tidak berpihaknya pemerintah. 
> > Tapi realitas di 
> > lapangan membuktikan, pakai kereta api tak lagi
> > menguntungkan.  
> > Apalagi untuk tingkat mobilitas barang dan orang
> > sumatera barat.  
> > Ini sebenarnya, tidak saja terjadi di jalur kereta
> > api saja.  Di 
> > kalimantan, jalur sungai juga semakin ditinggalkan
> > sebagai akibat 
> > berkembangnya jalan raya.  Kalau dulu dari muara
> > teweh atau amuntai, 
> > lewat sungai barito butuh waktu 10-15 jam.  Saat
> > ini, dengan bus 
> > atau mobil pribadi hanya butuh waktu sekitar 5-7
> > jam.
> > 
> > Rasanya, upaya menghidupkan kembali kereta api saat
> > ini lebih kepada 
> > romantika belaka.  Bukan upaya menciptakan kereta
> > api sebagai 
> > alternatif bertransportasi bagi barang dan jasa.
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > Mantari Sutan/UBGB
> > 
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], "ET Hadi Saputra" 
> > <eth_saputra@> wrote:
> > >
> > > insyaAllah ambo sato.
> > > Wassalam,
> > > ET Hadi Saputra Katik Sati (33 tahun 8 bulan)
> > > di komplek Kompas Ciputat
> > > 
> > > 
> > > 
> > >
> >
> --------------------------------------------------------------
> > > Website: http://www.rantaunet.org
> > >
> >
> =========================================================
> > > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> > (nomail) dan 
> > konfigurasi keanggotaan,
> > > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> > > * Posting dan membaca email lewat web di
> > > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> > > dengan tetap harus terdaftar di sini.
> > >
> >
> --------------------------------------------------------------
> > > UNTUK DIPERHATIKAN:
> > > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> > melakukan Reply
> > > - Besar posting maksimum 100 KB
> > > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> > >
> >
> =========================================================
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> --------------------------------------------------------------
> > Website: http://www.rantaunet.org
> >
> =========================================================
> > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> > (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,
> > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> > * Posting dan membaca email lewat web di
> > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> > dengan tetap harus terdaftar di sini.
> >
> --------------------------------------------------------------
> > UNTUK DIPERHATIKAN:
> > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> > melakukan Reply
> > - Besar posting maksimum 100 KB
> > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> >
> =========================================================
> > 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan 
konfigurasi keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>





--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke