Dunsanak Malin Bandaro ysh,
Ada banyak hal yang ingin saya komentari dari catatan sejarah sanak. Namun
sementara waktu saya ingin mengemukakan pendapat pribadi saya dulu mengenai
Wahabiyah. Sebenarnya saya kurang mengetahui mengenai gerakan Wahabiyah ini.
Namun kesan yang saya tangkap dari sejarah, gerakan ini bermula dan berjalan
sebagai aliran politik. Bilamana tujuannya adalah untuk pemurnian pengamalan
keIslaman, terdapat beberapa pertanyaan saya mengenai hal ini:
Mengapa sistem kerajaan akhirnya menjadi pilihan sebagai sistem kekhalifahan?
Apakah model kerajaan dikenal di dalam Islam? Pada akhirnya kita perlu
memikirkan tentang apakah itu khalifah dan apakah itu wilayah.
Sebenarnya ini memasuki diskusi yang terlalu jauh, kira-kira benarkah sistem
kerajaan itu adalah cocok untuk Arab Saudi, dan apakah efek yang ditimbulkan
hingga saat ini? Sekiranya tidak ditolong oleh minyak bumi dan para umat yang
beribadah, kiranya sistem itu tidak ada apa-apanya saat ini. Pada akhirnya
terlihat sistem ini sudah menjadi sub-ordinat sistem yang lain yang lebih besar
di dunia? Wallahu alam. Tapi saya sangat sedih bila melihat sebagian besar
pelaku kawin kontrak di Puncak berasal dari tempat itu, justru dilakukan oleh
para pengawal negara. Atau boleh juga berjalan-jalan malam hari di sekitar
Jalan Pramuka.
Apakah model syiar dengan kekerasan seperti ini dicontohkan oleh Rasulullah?
Kiranya cukup jelas Al Qur-an menjelaskan hal ini. Di dalam adat hal ini
dijelaskan dalam pituah: musuah indak dicari, basuo pantang diilakkan. Dengan
kata lain telah bersesuaianlah pandangan hidup orang Minang yang defensif
dengan nilai keIslaman dalam kasus ini.
Mengenai asal-mula Perang Paderi I yang bermula di Bukit Batabuah itu,
kiranya cobalah kita cermat menganalisisnya untuk mendapatkan kesimpulan.
Dengan demikian pada akhirnya memang diperlukan kepada kita untuk melihat
secara lebih jernih makna keIslaman itu. Pada tingkatan tertentu, mungkin
pemahaman orang non-Arab bisa lebih baik dari orang Arab. Pada kesempatan lain
cobalah saya sampaikan penjelasan mengenai hal ini.
Namun saya senang juga bila sanak telah dapat mengkaitkan faktor
eksternalitas dalam sejarah Minangkabau. Ini dapat menjadi perspektif baru bagi
kita untuk memahami kejadian-kejadian masa lampau.
Wassalam.
-datuk endang
abp malin bandaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum ww
Pesatnya dawah Islamiyah menjadikan Tanah Air Islam benar2 mengglobal sejak
Barat Jauh bakelok kapedalaman Afrika taruih ka pulau2 Nusantara, Filipina
tatumbuak di Timur Jauh bakelok ka nagari Suku Hui sapanjang Tembok Besar China
taruih ke Siberia (Azerbaijan, Kazkhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan,
lewat Turki taruih ka Spanyol Andalusia dan Pulau2 Kreta dan Bosnia Eropa
Timur, alangkah perkembangan yang spektakuler yang tentu saja di-iringi dengan
berkembangan Pemikiran yang memunculkan kelompok2 / mahzab2 sebut saja misal
untuk kelompok yang berhubungan dengan Ilmu2 Tauhid / Ushuluddin yang membahas
tentang Kalamullah (disebut juga Ilmu2 Kalam) memunculkan kelompok Jabariah,
Qadariah, Mutazilah dan Asyariah kemudian ber-cabang2 lagi membentuk sekte2
dan bercabang lagi membentuk aliran ini aliran itu begitu pula dengan ilmu2
Syariah (hukum) muncul pula mahzab2 Syafii, Hanbali, Hanafi dan Maliki tak
kurang pula bidang politik muncul pula golongan
Syiah yang bercabang dan bercabang lagi, ehmmm
. biasalah, kalau bos udah
nggak ada macam2 bisa terjadi lagi pula kan Rasulullah pernah bilang kelak
Islam ini terpecah menjadi 73 golongan (kalau Mak Malin sih nggak pengen masuk
salah satu dari yang 73 itu mending milih orisinal aja gittttuuu lhoooo)
Adalah Muhammad Abdul Wahab murid Ibnul Qayyimul Jauziah yang berguru pada
Ibnul Taimiyah salah seorang tokok Mahzab Hanafi yang gusar melihat warna warni
Islam ini sebenarnya cucu murid Ibnu Taimiyah ini bukanlah membentuk Mahzab
baru tapi anak Abdul Wahab ini hanya mempertegas Mahzab Hanafi yang berpegang
teguh pada Nash dan sangat2 tabu memainkan unsur logika dalam menafsirkan suatu
Nash karena menurut mereka kalau logika ikut2an sering2 kepeleset dari rel yang
sebenarnya dan ini berbahaya apalagi unsur raso jo pareso cenderung nggak mau
ketinggalan dan inilah yang terjadi dalam dunia Islam bahkan banyak pula oknum2
untuk berbagai kepentingan memelintir ayat2 Alquran kalau nggak ati2 akan ikut
terjerumus dan pengalaman menunjukan hal demikian,
Sang Wahabi juga berpendapat untuk mewujudkan semua ini jelas wilayah politik
harus digarap, siapa bilang agama dan politik harus dipisahkan politik (syiasi)
bahagian dari Islam bukankah Rasulullah juga berpolitik lihat aja Rasulullah
disamping sebagai Nabi juga Kepala Negara, punya menteri, gubernur, hubungan
diplomatik, punya MOU (Piagam Madinah), mengirim utusan khusus ke-negara2 non
Muslim dan lain sebagainya, nah kalau ada yang mengatakan Islam urusan-nya
dimesjid jangan ikut campur urusan negara berarti sudah termakan propaganda
musuh2 Islam, demikianlah akhirnya berkat kegigihan, istana Raja Saud dan
rakyatnya berhasil di-Wahabi-kan yang sekarang kita kenal sebagai Saudi Arabia
Kingdom
Dipedalaman Sumatera ber-awal dari Pasai muncul 2 aliran pemikiran Islam yang
saling bertentangan masing2 oleh Shekh Abdul Rauf yang dekat dengan Penguasa
bersama dengan Shekh Nuruddin ar Raniri yang mempertahankan faham Ahlusunnah
Wihdatus Syuhud bahwa Alam (termasuk kita manusia) ini adalah bekas kekuasaan
Tuhan, difihak lain ada pula Shekh Hamzah al Fansuri dan Shekh Syamsuddin as
Samaterani dengan faham Widatul Wujud yang berpendapat bahwa Alam adalah
bahagian dari Tuhan laksana buih dilautan bagian dari ombak, tentu saja faham
ini tidak bisa ditolerir apalagi karena kedekatan Shekh Abdul Rauf dengan sang
raja membuat faham ini terusir dari bumi Aceh
Mendapat info faham Wihdatul Wujud masuk pula ke Minangkabau dan bermarkas di
Cangking, Abdul Rauf mengerahkan murid2nya termasuk bekas muridnya Shekh
Burhanuddin Ulakan Pariaman untuk membendung faham ini namun didaerah Darek
Pedalaman Minangkabau faham ini laku keras apalagi ada mirip2nya dengan ajaran
Budha bahwa Didalam diri ada Tuhan lebih dari itu faham ini tidak menekankan
betul masalah2 Ibadah, asal ingat saja Allah maka sudah sama artinya dengan
sholat, pada hal di Aceh siapa2 yang tidak sholat di-anggap berfaham Wihdatul
Wujud maka orang itu harus disadarkan kalau tidak maka halal darahnya
(di-mati-kan)
Samalah di-mana2 setelah pemimpin sipiritual yang kharismatik ini (Shekh Abdul
Rauf dan Shekh Burhanuddin) tiada penyimpangan2 terjadi di-mana2 muncul
berbagai aliran dan sekte yang tidak jarang teradopsi pula ajaran non Islam /
Jahiliyah entah itu dari Hindu Budhisme, Israiliyat, klenik, animism, dinamisme
dan lain sebagainya dimana faham2 baru ini dikemas dan diberi label Islam sebut
saja misalnya tasauf, thoriqah dan lain sebagainya, situasi seperti ini
berlangsung lebih seratusan tahun hingga nggak heran Minangkabau ketika itu
kembali berbau asap dupa dan menyan
Di-akhir abad 17 adalah 3 muda Minangkabau yang baru saja ikutan ngaji pada
salah satu Halaqoh Masjidil Haram dan alangkah terbuka matanya setelah
menjalani tarbiyah tersebut ternyata Islam dikampuang halaman betul2 amburadul
maka bertekatlah ketiga calon tentara Allah ini Haji Abdul Rahman Piobang, Haji
Sumaniak dan Haji Miskin untuk memulihkan Ranah Bundo Nan Den Cinto tu,
Insya Allah
Bingung juga ketiga muda ini sesampainya dikampuang melihat situasi yang kacau
beliau itu, mau mulai dari mana yaa
? Kita Cuma bertigaaaaa
. Luhak nan tigo
salaweh tu tantu indak mungkin ka-diranangi surang, akhirnya terbayang wajab
para murabi yang telah membina mereka selama ini semangat mereka timbul kembali
The War Is Begin perang harus dimulai
Bagaimana ketiga tentara Allah ini mempersiapkan perang menghadapi orang2
Islam Minangkabau yang telah sesat itu? Jangan ke-mana2, makmalin kembali
setelah pariwara
Wasalam
abp
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================