Penganggur 265.370 Orang
Gubernur: Beban Berat Bagi Sumbar
http://www.hariansinggalang.co.id/isi_berita/utama/12sep_peng.php
Padang , Singgalang
Jumlah pengangguran terbuka di Sumbar kini mencapai 265.370 orang (13,24
persen). Celakanya, sebanyak 113.000 orang diantaranya adalah lulusan SLTA.
Ini menjadi beban berat pemerintah daerah untuk menanggulanginya.
Keberadaan pengganguran terbuka itu menjadi beban berat, karena banyak
diantaranya yang putus sekolah, kendati menamatkan SLTA mereka tidak
mempunyai keterampilan khusus, akibatnya sulit memperoleh pekerjaan kata
Gubernur Sumbar, H.Gamawan Fauzi, pada acara Rapat Koordinasi
Walikota/Bupati Se-Sumbar yang membahas masalah pengangguran dan penciptaan
lapangan kerja, di Pulau Sikuai, Kota Padang, Senin.
Rakor yang berlangsung pada 11-12 September 2006 itu, dimaksudkan untuk
menginventarisasi permasalahan tenaga kerja dan merumuskan kebijakan untuk
mencari solusinya.
Gubernur menyatakan, jumlah pengangguran terbuka tingkat SLTA itu dapat
dilihat, ketika banyak yang melamar kerja pada penerimaan Secaba Polri dan
Akademi Polri di Padang.
Guna mengatasi permasalah tersebut, seperti disiarkan Antara , Gubernur
mengatakan salah satu kebijakan Pemprov Sumbar ke depan, lebih mengutamakan
program penerimaan pendidikan lanjutan untuk tingkat SLTA dengan presentase
sebesar 40 persen dan 60 persen untuk Sekolah Menengah Kejuruan.
Program pada Sekolah Kejuruan tersebut, kata Gubernur bertujuan agar lulusan
SLTA dapat diterima bekerja sesuai keterampiln yang dimilikinya.
Prioritas
Perhatian terhadap masalah pengangguran menurut gubernur perlu menjadi
prioritas karena secara nasional pemerintah pusat juga ingin menuntaskan
masalah ini. Selain itu, menurutnya 264 ribu pengangguran di Sumbar yang
merupakan bagian dari 100 juta pengangguran di Indonesia akan jadi
persoalan serius di tengah masyarakat. Pengangguran harus jadi perhatian
seluruh daerah. Mereka yang menganggur itu kalau tidak makan akan marah,
kata Gubernur.
Dalam sambutannya juga, Gubernur menyebutkan lima hal yang menyebabkan
tingginya angka pengangguran: Pertama , daya saing tenaga kerja lemah.
Menurutnya, tenaga kerja Sumbar hanya punya keterampilan teknis, penguasaan
terhadap teknologi informasi dan bahasa asing rendah.
Kedua , Tenaga terdidik Sumbar tidak punya kemampuan di bidangnya. Sumbar
banyak sarjana yang menganggur, terutama sarjana perikanan, peternakan, dan
pertanian.
Ketiga , lapangan kerja terbatas, produktivitas masyarakat Sumbar rendah.
Menurut Gubernur banyak masyarakat daerah ini yang masih duduk di lapau
sampai jam sembilan.
Keempat , perlindungan terhadap tenaga kerja belum memenuhi harapan dan
upah kerja masih rendah.
Kelima , institusi yang menangani tenaga kerja belum maksimal. Ada oknum
di nagari yang ikut pelatihan ini itu, tapi tidak melakukan kerja apa-apa,
ujar Gubernur Gamawan lagi.
Untuk mengatasi masalah pengangguran, gubernur menegaskan agar daerah
mempermudah urusan investasi. Menurutnya, investasi pemerintah dalam bentuk
realisasi APBD sangat besar, namun yang jadi persoalan adalah investasi
swasta. Selain itu, ia juga menekankan agar pemanfaatan lahan harus
dioptimalkan.
Terkait pemanfaatan lahan dimaksud, dalam merealisasikan program 130 ribu
hektar kakao di Sumbar, maka gubernur akan melahirkan peraturan gubernur
yang menjamin pasar kakao Sumbar.
Ia juga menyebutkan rencana membuat perusahaan daerah (Perusda) yang khusus
untuk produk-produk pertanian. Rencananya, PT ATS akan dihapus holdingnya
untuk mengolah produk pertanian ini.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Zul Evi Astar menyatakan,
71 persen (1,9 juta) tenaga kerja bergerak di sektor informal dan umumnya
adalah pedagang kaki lima (PKL). Karena itu, dia menekankan perlunya
dirancang format yang baik untuk PKL, di antaranya memberdayakan Balai
Latihan Kerja (BLK) yang ada di berbagai daerah.
Sebelumnya, Wakil Walikota Padang, Drs. Yusman Kasim sebagai tuan rumah
dalam sambutannya menekankan juga pentingnya penanganan masalah pengangguran
ini.
Menurutnya, di Padang saatini terdapat 71 ribu pengangguran yang sebagian
besar berusia antara 15 sampai 29 tahun. Dari jumlah sebanyak itu, 51
persennya di antaranya adalah perempuan.
Kota Padang memang menjadi penyumbang penganguran terbesa di Sumbar, disusul
Kab. Pesisir Selatan dan Kab. Padang Pariaman. Rakor yang berlangsung sampai
hari ini akan merumuskan langkah-langkah mengatasi masalah pengangguran ini.
Gubernur Gamawan selain menghadiri agenda Rakor dengan bupati/walikota se
Sumbar ini juga direncanakan akan meresmikan penanaman terumbu karang. o
108/303
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================