Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
Ass Wr Wb Sato sakaki mangomentari (asal bunyi sen). Sekian banyak obyek wisata, tak satupun yg terpelihara dg baik. Mungkin rang awak takuik indak bisa mangandalikan pangaruah budaya...misalno budaya barat. Indak bisa mangontrol pergaulan remaja... Sadang indak di daerah pariwisata sen alah susah juo mangandalikanno, apoli .. apo li. Pangalaman jadi ABG di daerah pariwisata Sungai Tanang dulu katiko ABG... iyo sabana susah hati rang gaek- gaek di no. Wakatu itu kami ganti pakaian bakain panjang bagi anak gadih kalau kalua rumah jo mamakai sarawa pendek, salutuik, baju kaos oblong, dll. Pandai pulo kami baranang pakai baju ranang... bacampua laki-laki jo padusi... itu sabalun tahun 80 an. Sabana mantiko - mantiko... kami indak pulo maraso basalah... kan mode... Kasudahanno ditutuik sen daerah Sungai Tanang jadi daerah pariwisata. Tapi kini alah babukak liak... Toh ndak ado bedono di bukak atau di tutuik.. pangaruah budaya bisa dicaliak di TV. Kalau ado nan balibur ka BKT, singgahlah ka Sungai Tanang.. ba biduak-biduak... (bukan babendi bendi he he he) Wass Hanifah Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008 Kalau memang betul angka2 kunjungan wisatawan ke Sumbar ini sktr 1 juta orang, dg asumsi skl datang 1 orang wisatawan spent uang di Sumbar Rp. 2jt, berarti uang masuk ke Sumbar pertahun sudah sktr Rp.2 triliun dari wisata...!!! Bener gak angka ini...??? Pertanyaannya, dg angka segini besar, mengapa Investor masih "pikir-pikir" masuk ke Sumbar terlepas dr mslh tanah ulayat. Kedua, mengapa Pemda Sumbar sendiri masih kurang berani meningkatkan fasilitas sarana piknik umum? Sekian banyak Danau, Pantai dan Pulau2 Cantik berpasir putih, tak satupun Jet Ski, Para Sailing, dll. yang nongol di Sumbar. Pd hal ini jg merupakan daya tarik lain selain alam dan budaya utk org datang berkunjung. Sekian banyak obyek wisata, tak satupun yg terpelihara dg baik. Satu-satunya saat ini yg melihat peluang ini dan sangat getol pariwisata adalah Walikota Sawahlunto. Mudah-mudahan menular ke yang lain. Sepanjang pengetahuan ambo, industri pariwisata adalah BISNIS RAKSASA kalau tahu cara mengelolanya. Ada komentar? Thanks. Salam, Nofrins --------------------------------- Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question on Yahoo! Answers. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

