Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
Da Nof yang ambo hormati, Terlepas dari angka wisatawan ke Sumbar yang telah melewati 1 juta orang, yaitu 1.120.164 orang, mungkin kita juga perlu merasa miris karena jumlah itu ternyata hanya 0,94 persen dari total jumlah wisatawan ke/di tanah air sebesar 119,2 juta orang. Angka yang tidak sampai satu persen itu merupakan pukulan telak buat Sumbar yang dianugerahi potensi wisata luar biasa dan sulit dicari bandingannya ini. Menurut Win, selain kendala-kendala yang telah disebutkan sebelumnya, satu kendala lain berwisata ke Sumbar adalah masalah transportasi dari daerah sekitar di Pulau Sumatera atau lainnya. Saat ini akses pariwisata yang cukup baik hanya pesawat dengan maskapai yang terus menambah tripnya ke Sumbar. Transportasi lain seperti oto misalnya dari daerah di provinsi lain di Sumatera atau dari Jakarta ke Sumbar boleh dikatakan indak convenient, acok buruak dari santiang jalannya. Transportasi kereta api terintegrasi se Sumatera belum ada. Kondisi ini berbalik dengan apa yang ada di Jawa dan Bali, di mana akses transportasi tersedia dengan baik berupa pesawat, kereta, mobil. Jadi berbagai alternatif tersedia. Salah satu sifat wisatawan kini adalah mereka memiliki keterbatasan waktu, sehingga menuntut ketepatan waktu, jadwal yang ketat dan alternatif perjalanan yang baik. Untuk bujet, biasanya para wisatawan ini telah menganggarkannya jauh-jauh hari sehingga tidak ada constraint. Dorongan berwisata sendiri sebenarnya alamiah, dan untuk orang Islam memang dianjurkan untuk melakukan perjalanan guna mengambil pelajaran dari alam ini. Baru-baru ini Win membaca biografi Chung Ju-Yung, pendiri konglomerasi Hyundai. Ia anak seorang petani di wilayah pegunungan utara Korea dan hanya sempat mengecap 3 bulan kuliah. Mungkin kita hanya mengenal oto Hyundai, tapi sebenarnya Hyundai adalah kampiun dalam bisnis-bisnis transportasi terbesar di dunia. Proyek-proyek kelas dunianya di antaranya Jembatan Baron Malaysia, Pelabuhan Jubail Arab Saudi yang bernilai setengah Angaran Korea Selatan, Bandara Changi Singapura, Galangan Kapal Hyundai Terbesar di dunia, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Terminal Gas lepas pantai di Indonesia dan beberapa negara lainnya, dan masih banyak lainnya. Dalam biografinya Chun mengatakan bahwa yang menjadi motivasinya untuk masuk dan berkomitmen dalam bisnis infrastruktur transportasi yang sangat berisiko dan penuh persaingan dengan negara-negara Barat/Jepang yang telah lebih dulu maju adalah keyakinan/filosofi bahwa perkembangan perekonomian suatu negara bergantung dari transportasi, baik orang maupun barang. Belajar dari Chun, maka nampaknya kita harus menyadai bahwa pengembangan Sumbar, khususnya pariwisata dan industri, tidak akan terlepas dari sarana transportasi, dalam hal ini akses-akses dari kota-kota se-Sumatera, terutama jalan darat dan kereta api. Untuk jalur barang, kereta api adalah yang terefisien. Sementara untuk pariwisata, jalur kereta api yang terintegrasi se-Sumatera, rasa-rasanya sangat menggoda. Bukankah ini tantangan MPKASumbar nantinya menjadi MPKASumatera? Next step waiting? Demikian unek-unek ambo siang ini, mohon maaf sebelumnya. Wassalamu'alaikum Erwin Zachri On Wednesday 10 January 2007 20:13, Yulnofrins Napilus wrote: > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > -------------------------------------- > Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008 > > > Kalau memang betul angka2 kunjungan wisatawan ke Sumbar ini sktr 1 juta > orang, dg asumsi skl datang 1 orang wisatawan spent uang di Sumbar Rp. 2jt, > berarti uang masuk ke Sumbar pertahun sudah sktr Rp.2 triliun dari > wisata...!!! Bener gak angka ini...??? > > Pertanyaannya, dg angka segini besar, mengapa Investor masih > "pikir-pikir" masuk ke Sumbar terlepas dr mslh tanah ulayat. Kedua, mengapa > Pemda Sumbar sendiri masih kurang berani meningkatkan fasilitas sarana > piknik umum? Sekian banyak Danau, Pantai dan Pulau2 Cantik berpasir putih, > tak satupun Jet Ski, Para Sailing, dll. yang nongol di Sumbar. Pd hal ini > jg merupakan daya tarik lain selain alam dan budaya utk org datang > berkunjung. Sekian banyak obyek wisata, tak satupun yg terpelihara dg baik. > Satu-satunya saat ini yg melihat peluang ini dan sangat getol pariwisata > adalah Walikota Sawahlunto. Mudah-mudahan menular ke yang lain. > > Sepanjang pengetahuan ambo, industri pariwisata adalah BISNIS RAKSASA > kalau tahu cara mengelolanya. Ada komentar? Thanks. > > Salam, > Nofrins > > --------------------------------------------------------------------- > Sukseskan PULANG BASAMO SEDUNIA 2008 > visit: www.west-sumatra.com > --------------------------------------------------------------------- > > > Erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > -------------------------------------- > Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008 > > > Sebagai tambahan informasi hasil googling: > > Penduduk Sumbar menurut BPS tahun 2000: 4,248,931 jiwa dengan laju > pertumbuhan yang semakin mengecil 0,63%. Jika menyitir pernyataan pak > Gamawan ratio jumlah perantau dan orang di ranah 2:1, perantau minang > sekitar 8,5 juta orang, jika menggunakan perkiraan pak Chaidir perantau > sekitar 12 juta berarti ratio sekitar 3:1. > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

