Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
Assalamu'alaikum wr wb sabananyo bentuk pariwisata ko banyak, indak sadonyo terkait jo nan terlarang. seperti kata pak Saaf, wisata bisa berbentuk wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata ilmu. terus terang, kalau untuk wisata pantai, dulunya ambo lebih memilih perairan sulawesi tempat ambo lahir dan gadang. Ini semata-mata karena ambo lah pertama kali jatuh hati saat melihat taman-taman laut yang eksotik dan suku anak laut yang luar biasa itu saat dibawa apak ke pulau-pulau kecil di sulawesi. setelah kemudian menikmati pantai-pantai indah di pesisir barat Sumatra, misalnya di Bengkulu yang juga eksotis, dan pantai di sumbar, taraso nikmat Allah itu ado di mana saja, tinggal kita saja merawatnya. nah, untuk wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata ilmu, tentu ambo menomorsatukan sumbar, karena di siko lah asal leluhur ambo dan asal orang-orang gadang dilahirkan. sabana rugi rasono awak kalo indak bisa mengambil kearifan dari tokoh-tokoh kita di masa lalu dan indak pulo mewariskannya ke generasi nan mendatang. sekian dari ambo. wassalamu'alaikum Erwin zachri On Thursday 11 January 2007 09:00, proto_melayu wrote: > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > -------------------------------------- > Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008 > > > > Saya sepakat dengan Bu hanifah ini..memang kendala sosial budaya lah > yang menyumbang ketertinggalan Sumbar dalam mengelola pariwisata selama > ini. seperti yang pernah saya tulis dipadang ekspres tahun lalu, setau > saya daerah yang mengandalkan wisata alam tidak bisa meninggalkan faktor > apa yang dinamakan sand, sun and sex. Itu yang tidak bisa di terima di > Sumbar. Dalam hal ini masyarakat di lombok pun mengalami hal yang sama. > Keindahan alam mereka juga saya rasa melebihi bali tapi karena > resistensi masyarakat terhadap dunia glamor, dunia malam (baca maksiat) > maka daya tarik wisata mereka tidak terkelola dengan baik. > > > > Asumsi Bapak Saafrudin Bahar mengenai masalah ini disebabkan oleh karena > tidak adanya struktur supra nagari memang perlu kita analisis lebih > lanjut seperti juga halnya analisa saya sebelumnya. Menurut pendapat > sementara saya justru otonomi tingkat nagari seharusnya akan mendorong > pertumbuhan wisata. Karena hampir setiap nagari disumbar mempunyai > keunggulan masing masiang. Kalau penerimaan masyarakat terhadap wisata > ini tidak seperti sekarang dalam arti lain tinggi maka otonomi setingkat > nagari itu sangat baik sekali. > > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

