On 2/22/07, benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ridha, menurut Waslam Ansharullah ... > > saya rasa ini adalah pendapat yang relevan dan signifikan Ridha..hehehe > (menurut Jarwo Kuok) >
Berkata 'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu: "Kita dahulunya adalah kaum yang hina, Allah telah memuliakan kita dengan Islam, andainya kita mencari kemuliaan selain dari apa yang telah Allah muliakan kita dengannya maka kita akan dihina oleh Allah" (Sanadnya disahihkan oleh al-Hakim dan disetujui adz-Dzahabi). Sesungguhnya secara langsung atau tidak langsung hubungan sekompleks apa pun telah diatur Islam. Dalam konteks urusan duniawi ada kaidah bahwa hukum dasar sesuatu adalah boleh kecuali yang dilarang. Kaidah ini bukan hasil akal-akalan namun berdasarkan sabda Rasulullah (yang artinya): "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian." (HR. Muslim). Nah, dalam urusan yang telah jelas diatur Islam tidak ada lagi ruang untuk manusia untuk mengganti aturan tersebut. Ini kalau menginginkan kemuliaan dari Allah lho ya. Juga berkata Imam Malik rahimahullah: "Dan tidaklah akan baik umat akhir ini melainkan dengan apa yang telah baik pada awal umat ini." Jangan sampai keliru mengambil jalan karena dikira semua jalan bermuara kepada keselamatan dunia akhirat karen Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-An'aam 6:153) Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam telah menjelaskan makna ayat ini kepada para shahabatnya. Beliau pada suatu hari menggambarkan kepada para shahabat sebuah garis lurus di atas tanah, disusul dengan menggambar garis-garis pendek yang banyak di sisi-sisi garis lurus tadi. Kemudian beliau membacakan ayat di atas ketika menudingkan jari tangannya ke atas garis yang lurus dan kemudian menunjuk garis-garis yang terdapat pada sisi-sisinya, beliau bersabda (yang artinya): "Ini adalah jalan Allah, sedangkan jalan-jalan ini, pada setiap muara jalan-jalan tersebut ada syaithan yang menyeru kepadanya". (HR. Ibn Abi 'Ashim). Lihat: http://www.assunnah.or.id/artikel/masalah/9kebangkitan.php Allahu Ta'ala a'lam. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

