Terima kasih atas respon dari teman2 semua. Pengalamannya akan menjadi pertimbangan bagi saya.
Regards, Ira On Tue, Apr 22, 2008 at 8:13 PM, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ma'af bila saya kurang sependapat dengan teori itu. > Secara turun temurun, keluarga saya selalu memberikan buah (khususnya > pisang) saat memberikan MPASI. > Termasuk utk ke 3 anak saya (10thn, 8thn, dan 3thn). > Dan hasilnya, semuanya suka sayuran. Bahkan klu disuruh memilh, anak2 > saya lebih baik tidak ada daging ayam daripada tidak ada sayur. > Dan jenis masakannyapun gak susah2, tumis kacang panjang, tumis toge, > pecel, daun singkong, kangkung, dsb. Hampir tidak ada sayuran yg mereka > tolak. > Yg saya perhatikan, anak2 yg menolak makan sayur justru anak2 yg diberi > MPASI instant. Karena dalam makanan instant, anak2 tidak belajar/terbiasa > dengan rasa sayuran secara langsung. > > Dan kalau rasa manis, anak2 saya dan semua keponakan saya tidak terlalu > suka manis walaupun pemberian MPASI pertama kali diberi buah. > Anak2 saya cenderung lebih suka makan makanan yg cenderung asin. > Dan gigi2 mereka juga sampai sekarang tetap bagus. > > Jadi, menurut saya.....walaupun memberikan MPASI pertama kali berupa > buah2an tidak akan menimbulkan masalah. > Yang utama adalah kita selalu membiasakan anak2 utk melakukan hal2 yg > baik, misalnya membiasakan makan sayur, kurangi konsumsi yg manis2, jam > makan yg tepat, tidak memberikan camilan mendekati makan utama, dsb. > > Klu pengalaman saya, memberi makan anak2 tetap dengan cara dicampur. > Walaupun dengan cara seperti itu, anak2 saya tetap mengenal masing2 rasa > makanan. Mereka tetap bisa membedakan rasa jagung dan rasa kentang, dsb. > Hanya.....utk menghindari alergi, sebelum 8 bln saya hindari makanan yg > memicu alergi seperti ikan, terutama ikan dengan high protein seperti ikan > gindara dan salmon. > > Ma'af jika kurang berkenan...... > > > Regards, > YUSRI > email: [EMAIL PROTECTED] > > Sent from my BlackBerry(R) wireless device > > -----Original Message----- > From: "Cristiana Ratna Sari Dewi" <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Tue, 22 Apr 2008 19:31:27 > To:<[email protected]> > Subject: [parentsguide] Re: buah2an susah dicerna bayi? > > > Mbak, > untuk perkenalan MPASI memang tidak dianjurkan buah lebih dulu. Alasannya > bukan karena susah dicerna, tapi cenderung karena rasa manisnya. Pertama > makan kan bayi masih belajar, kalo dikenalkan yang manis dulu, nantinya > khawatir dia ga akan suka dengan sayuran. Dari beberapa referensi yang saya > baca, juga saya praktekkan ke anak saya, Wina (16mos), memang lebh baik > dikenalkan dengan golongan serelia (tepung2an) dulu. Tepung beras merah, > tepung beras putih, tepung kacang hijau, tepung maizena. Cara masaknya juga > ga susah, dimasak dengan air putih sampai matang trus diencerkan dengan ASI > setelah dingin. Golongan serelia ini termasuk yang 'aman', dalam artian > rendah resiko alerginya. Kalo sudah dikenalkan dengan serelia selama kurang > lebih 1-2 minggu, bisa mulai dikenalkan dengan sayuran. Kentang, ubi, > wortel, labu siam, kabocha, zuccini, bayam dll. Semuanya cukup dikukus > sampai lunak, disaring sampai lumat dan diencerkan dengan ASI. Baru setelah > itu dikenalkan dengan buah-buahan. Dengan pola seperti itu, saya sampai > sekarang ga kesulitan memberikan sayuran buat Wina. Memang ada beberapa > sayur yang dia ga suka, tapi masih banyak yang dia suka. Kalo bisa > pemberiannya juga terpisah-pisah ya, jangan dicampur2 dulu supaya lidah anak > bisa membedakan rasa. Selain itu supaya gampang mengenali makanan mana aja > yang menimbulkan alergi pada anak. meskipun nantinya sudah makan tim, tim > nasinya sendiri, siapkan sayur dan lauknya terpisah, jangan ditim jadi satu. > Sama kayak kita makan lah, ga dicampur, tapi dibikin lunak/lembek sesuai > usia si kecil. Pelan2 ditingkatkan kekentalan dan kekasaran tekturnya sampai > pada akhirnya usia 12 bulan anak sudah bisa makan table food. Semoga sedikit > sharing ini bermanfaat ya. > > Regards, > > Ratna, Mama Wina (si pecinta kembang kol ^_^) > ------------------------------------ > > =================================================================== > Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi APRIL 2008. > > SI KECIL PUN BISA STRES! KUPAS SELUK BELUKNYA! > > Siapa bilang stres hanya milik orang dewasa saja? Si buyung dan si upik > pun tidak terbebas dari serangan stres. Tidak Percaya? Temukan jawabannya di > sini. > > > Simak juga bahasan menarik lain : > - Memanjakan Si Kecil dengan Cinta > - Enterobacter Sakazakii: Si Bakteri yang Menggemparkan! > - Mikropenis pada Anak: Apa Penyebabnya? > > BONUS: Majalah HIPOO untuk Si Kecil dengan tema Ulang Tahun. > > Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi APRIL 2008 di agen majalah dan toko > buku terkemuka di kota Anda. Baca daftar isinya di > http://www.parents.co.id/dsp_tocfeb07.php > > Ikuti Talkshow IKA-FKUI & Parents Guide. > > PERANAN ZAT BESI UNTUK KECERDASAN & PERILAKU ANAK > > Sabtu, 12 April 2008 > di Hotel Novotel - Mangga Dua Square - Jakarta > Jam 09.00 - 13.00 > > Only Rp. 50,000 (include Coffee Break, Lunch, materi seminar, > sertifikat, Goody Bag dan kesempatan untuk memenangkan doorprize) > > Pembicaranya ; > 1. dr. Endang Windiastuti, Sp.A(K), MMed(Paed) : > " Kekurangan Zat Besi : Penyebab, Pencegah dan Penanggulangannya" > > 2. dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si : > " Kurang Zat Besi Dampaknya terhadap Kecerdasan dan Perilaku Anak" > > Nikmati pula alunan musik dari Twin Soul dan disediakan playland > (Hipoo Land) - arena bermain, mengembangkan bakat & kreativitas untuk > si buah hati. > > For further information & reservation, please contact : > Hotline Pelanggan ParentsGuide (Emma) di: > (021) 7040-8785, 527-7302, 525-6792 > > > =================================================================== > Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi > Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785 > atau email: [EMAIL PROTECTED] > > Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari > seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/ > > ===============================================Yahoo! Groups Links > > > >

