Dear moms,Numpang komentar ya!Saya rasa tidak semua hal yg trend ato banyak 
anak yang hobi dan banyak anak yang punya, kita juga jadi kepancing untuk 
memberikan pada anak.Kalo saya lebih baik pilih tidak menegenalkan pada anak PS 
apalagi membelikannya.Bagi saya yang ibu bekerja, waktu bersama anak berharga 
sekali jadi saya gak mau dimadu sama PS.Menurut saya banyak hal yg kita bisa 
berikan untk kreativitas dan kegiatan anak.EX: berikan anak les musik dan alat 
musiknya, les gambar dan alat gambarnya      dll masih banyak lagilahTrima 
kasih, semoga tulisan saya berkenan. GbuTake care,Moms Ge & Lio--- On Wed, 
9/24/08, Ima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:From: Ima <[EMAIL PROTECTED]>Subject: 
Re: [parentsguide] Tlg komentarnya: Salahkah Saya Beli PS2 ?To: [EMAIL 
PROTECTED]: Wednesday, September 24, 2008, 4:32 AM    Setuju bgt ama Mbak 
Yusri. Kyknya dlm segala hal kita emang hrs TEGAS ttg masalah aturan. Rata2 sbg 
ibu kita bisa lbh
 "killer" dlm menegakkan aturan drpd para bapak. Hal yg terjadi sama keponakan 
n anaknya jg terjadi ama keponakan2 ku. Walaupun aturan yg mereka tegakkan 
cukup keras maen PS cm weekend aja tp ya yg ada kl dah weekend gak mau pergi 
kemana2. Akhirnya ambil gampangnya biar gak berantem kl weekend akhirnya 
dibeliin PSP biar tuh game nya bisa dimaenin sambil pergi. Yg ada ya tetep 
konsennya cm ke PSP nya aja.Tapi ya jaman skrg rental PS aja dah ada kali di 
tiap RT jd ya gak bisa dipungkiri itu merupak suatu cara relaksasi anak2 kita 
jaman sakrg. Krn jaman dulu pun dah ada atari n nintendo yg ngetop bgt pd 
jamannya.Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "- Yusri -" 
<yusri_parentsguide@ yahoo.co. id>Date: Wed, 24 Sep 2008 07:27:58 +0000To: 
<parentsguide@ yahoogroups. com>Subject: Re: [parentsguide] Tlg komentarnya: 
Salahkah Saya Beli PS2 ?
    Hik.....hik. ....hik.. ...Uraian itu pasti akan keluar dari orang yg 
memiliki hobi main game juga.Tapi.....diluar itu
 semua, tetap ada efek negatifnya. Efek positif itu akan muncul jika kita 
sebagai ortu konsisten dengan peraturan yg dibuat. Hal itu sangat dirasakan 
oleh kakak saya (punya ada 2 laki2) dan saya (punya 1 anak laki2). Dan efek 
negatifnya ternyata sama. Padahal mrk gak saling kontak (usia mrk terpaut jauh 
dan kami tinggal di tempat yg berbeda, kakak saya di surabaya sedangkan saya di 
bogor). Saya juga akhirnya membelikan PS3 utk anak laki2 saya yg skrg berusia 
10thn (saya ibu dari 3 putra putri).Kakak saya pun dulu....membelikan PS2 saat 
anak laki2nya kelas 4 SD (skrg anak2nya sdh kerja dan mahasiswa). Dan efek 
negatifnya tetap ada.Efek negatifnya :1. Utk anak2 usia SD, akan sulit disuruh 
belajar. Kita harus "TEGAS" dalam menyuruh dia utk konsentrasi belajar.Klu kita 
tidak memberikan aturan mainnya, maka mereka akan "lupa belajar" atau bimbang 
saat belajar krn fikiran mrk tertuju pada PS. Dan itu tidak bisa kita paksa. 
Karena apa yg mrk fikirkan tidak akan
 bisa kita tentukan.2. Saat anak sudah merasa siap utk ditinggalkan di 
rumah....... mereka akan "dengan senang hati" meninggalkan diri di rumah dan 
tidak mau ikut dalam acara2 keluarga. Jadi saya dan kakak saya (dulu) harus 
selalu memaksa mrk utk ikut gabung pergi dengan anggota keluarga yg 
lain.Akhirnya.... ..anak akan menjadi soliter. 3. Saya sengaja tidak memasang 
PS itu dengan TV khusus. Artinya..... TV yg disambungkan dengan PS adalah TV yg 
dipakai oleh anggota keluarga yg lain utk menonton. Krn saya melihat ada yg 
"salah" pada diri keponakan saya. Dimana kakak saya memberikan TV khusus utk PS 
dengan maksud supaya anggota keluarga yg lain tidak terganggu jika ingin 
menonton TV.Akibatnya... ..keponakan saya semakin soliter dan memisahkan diri 
dengan anggota keluarga lain saat dimana anggota keluarga lainnya saling 
bertukar cerita saat menonton TV.Sementara "kelemahan" pada diri saya dan anak 
saya, dimana TV nya harus berbagi..... akhirnya setiap saat
 saya harus mendengar merekan berebut TV. Yg satu ingin main PS, sementara yg 
lain ingin menonton TV.Segala sesuatu pasti ada sisi negatif dan positifnya. 
Dan utk mengimbangi sisi negatifnya, kita sebagai ortu tetap harus konsisten 
dalam membuat aturan main utk anak2 kita. Jangan sampai aturan main itu 
dilanggar hanya karena sang ortu juga mempunyai hobi yg sama. Tanpa aturan 
main, kita akan sulit menerapkan disiplin pada mereka. Dan konsekwensi 
nya....kita juga harus disiplin dengan peraturan yg ada.Dan saya memberikan 
peraturan pada anak saya, bahwa dia hanya boleh main PS hari sabtu dan minggu 
saja. Atau saat hari libur sekolah. Tapi.....dampaknya. ....saat saya dan suami 
ingin membuat acara pergi di hari sabtu/minggu, dia merasa keberatan karena 
"hari main PS" dia hilang.Semoga dengan berbagi, kita bisa mengambil 
hikmahnya... ..Regards,YUSRIemail: [EMAIL PROTECTED] co.idSent from my 
BlackBerry® wireless deviceFrom:  M Yusuf <[EMAIL PROTECTED] id>Date: Wed,
 24 Sep 2008 09:36:58 +0700To: <parentsguide@ yahoogroups. com>Subject: 
[parentsguide] Tlg komentarnya: Salahkah Saya Beli PS2 ?Salahkah Saya Beli PS2 
?Lama sekali saya menimbang jadi tidaknya beli PS2. Saya takut dampak 
negatifnya kepada anak saya. Namun akhirnya saya mantap  membelinya. Ada alasan 
kuat dan terbukti bisa berdampak positif.  Apa itu ?Beberapa waktu lalu (22/8) 
sepulang kantor, saya putuskan langsung membeli Sony Play Station 2 (PS2). 
Memang tidak langsung  memutuskan begitu saja. Tapi beberapa hari sebelumnya 
saya sudah  menimbang-nimbang untuk membelinya. Bahkan saya sempat  melakukan 
survey harga, baik di toko online ataupun di toko  tradisional. Tentu saja ada 
yang tidak setuju ketika saya utarakan ide pembelian  PS2 ini. Pertama, jelas 
dari istri tercinta. Tentu ini hubungannya  dengan budget keluarga. Namun 
ketika saya utarakan saya beli  dengan uang sendiri (uang laki he.. he..), ya 
istri setuju saja. Tapi dia juga khawatir dampak
 negatifnya. Ya, dampak negatifnya ini jadi keberatan yang kedua, yang akhirnya 
 membuat lama menimbangnya. Saya takut Zidan, anak laki saya,  menjadi malas 
belajar. Menjadi tidak suka membaca. Tidak mau  bergaul dengan teman-temannya. 
Jadi penyendiri dan hal-hal negatif  lainnya. Saya memang maniak game. Sejak 
beli komputer, bahkan sejak  kenal komputer, saya suka fungsinya sebagai game. 
Bahkan  beberapa kali 'melekan' sampai subuh hanya ingin menuntaskan  sebuah 
cerita game. Dan maniaknya ini seperti menular ke Zidan.  (Dia kenal komputer 
juga mulai dari game tepatnya dari Education  Game). Sering kita bermain 
bareng, bertukar informasi dan mencoba sebuah  game. Sering pula saya sampai 
rela meminjamkan HP saya yang N  Gage itu, HP game Nokia. Meski saya harus ke 
kantor tanpa HP.  Namun selama itu dia hanya main game di PC atau HP saya.  
Namun beberapa waktu lalu dia mulai tahu main game di PS2. Ini  terjadi pas 
liburan ke desa, Pare. Dia diajak
 sepupu-sepupunya  bermain PS2. Tapi nggak sering dan lama karena harus rental, 
perlu  biaya. Tapi sejak salah satu sepupunya memiliki PS2, dia makin suka  
main PS2.  Saya sendiri akhirnya juga mencobanya. Ya, dari kepunyaan  keponakan 
itu. Sejak itulah saya mulai kesengsem dengan PS2.  Jadinya kita sering 
membicarakan permainan PS ini. Dan meski tidak  merengek-rengek, dia ingin 
memiliki PS2 juga. Kita janjikan pas dia  sunat (dapat dari uang sumbangan he.. 
he..). Dia mengerti dan  setuju. Tapi setelah melihat kondisi dunia gadget 
game, akhirnya saya mulai  menimbang-nimbang untuk membeli PS2 sekarang. 
Alasannya: 1. PS2 sudah diujung masa produksi. Saat ini Sony sudah mengeluarkan 
lanjutan dari PS2 yakni PS3.  Seperti produk-produk lain, tentu saja produk 
yang digantikan ini  akan berhenti produksinya. Sehingga saat ini harga PS2 
sudah di  ujung paling murah. Kalau menunggu lebih murah lagi, barang tidak  
akan dijual lagi. 2. Best value PS2 tinggi. Saat
 ini nilai best value PS2 sangat tinggi. Best value adalah nilai yang didapat 
dari uang yang dikeluarkan. Saat ini PS2 sudah bisa  didapatkan dengan harga 
sekitar 1,5 juta. Padahal nilai yang  didapatkan banyak, seperti hiburan, 
perekat hubungan dan lainnya  (akan saya uraikan di akhir tulisan ini). 3. 
Support PS2 yang banyak. Game-gamenya masih banyak dan murah harganya. 5000 
rupiah  untuk 1 game. Belinya mudah, kadang ada di lapak depan Indomart.  
Aksesoris pendukung juga banyak dan harganya terjangkau.  Bandingkan dengan PS3 
yang gamenya susah dan mahal harganya,  500 ribu per game. Mana tahan. 4. PS2 
adalah game console. PS2 adalah game console. Memang sejak awal dirancang untuk 
main  game. Di komputer kita bisa main game, namun ada batasannya  tergantung 
spesifikasi komputernya. Sedang PS2, game itu tertera  untuk PS2 ya bisa 
langsung dijalankan. Beberapa game PS2 bisa buat  main 2 orang atau lebih. Dan 
yang menarik, beberapa game  mengaktifkan
 fungsi getarnya pada stik, sehingga memberi kesan  realistik ketika 
memainkannya. Asyik gitu. 5. PS3 yang belum siap. Ketika saya mau beli PS2 
banyak yang menyayangkan, kenapa beli  barang uzur begitu. Ya, kenapa saya 
tidak beli PS3 ? Kalau beli PS1  jelas tidak, karena memang sudah tidak dijual 
lagi. Selain itu  kualitasnya yang jauh berbeda. Untuk PS3 saya tidak mau 
membeli  karena harganya masih mahal, sekitar 5 juta. Gamenya sendiri harus  
beli sekitar 500 ribu. Dan untuk maksimal TV-nya harus pakai TV LCD  atau TV 
Plasma. Ini harganya juga tidak murah. Jadi best value-nya  rendah. Karena itu 
akhirnya saya mantap beli PS2. Apalagi di toko yang saya  beli itu bisa pakai 
kartu kredit tanpa surcharge 3% seperti biasanya. Dan saya tambah semangat 
beli, karena ada warna selain hitam  yakni silver dan putih. Hebatnya harganya 
sama dengan hitam!  Padahal biasanya lebih mahal. Wah sudah, tanpa kelamaan 
nimbang  langsung saya bawa tuh PS2 yang putih. Lalu
 alasan apa saya membeli PS2 di luar alasan teknis di atas ? 1. Untuk hiburan. 
Hiburan adalah penyeimbang hidup. Kalau tak ada bisa bikin stress.  Kalau 
stress bisa timbul banyak penyakit. Baca saja tulisan-tulisan di website saya, 
http://m.yusuf. web.id tentang stress penyebab banyak  penyakit. 2. Untuk 
mengisi waktu luang. Dengan main PS2 kita jadi asyik, sehingga kita lupa dengan 
waktu.  Jadi kalau suntuk/jenuh ngga tahu harus ngapain ya bisa main PS2.  Ini 
ternyata berguna bagi Zidan dalam berpuasa. Bayangkan Zidan  sudah puasa 
maghrib di kelas 2 ini. Dan kuatnya dia puasa maghrib  terbantu dengan main 
game PS2. 3. Untuk keakraban. Ini yang penting. Saya main PS2 bukan untuk 
menang kalah. Tapi  saya main PS2 untuk menambah keakraban antara saya dan anak 
 saya. Karena PS2 bisa multi player. Komputer sih juga bisa, tapi harus 2 
komputer kan ? Itu pun harus ngeset jaringan dulu. Dengan main  bareng ini, 
kita bisa makin akrab karena bisa saling ledek,
 tertawa  bareng dan lainnya. Ini membuat hubungan antara orang tua dan  anak 
makin akrab dan erat. ~~~ Oleh: Mochamad Yusuf. Dia adalah seorang konsultan IT 
senior di sebuah perusahaan web design. Dia dapat ditemui di http://m.yusuf. 
web.id. ~~~ Saya tak tahu apakah keputusan saya ini benar atau salah. Karena 
itu mohon sharing pengalaman atau pendapat tentang hal ini.  Mumpung belum lama 
saya memiliki PS2. He.. he.. Segala komentar bisa pula disampaikan di sini: 
http://m.yusuf. web.id/v20/ blog/index. php?act=detail&p_id=551  Terima kasih  
M.Yusuf.web. id  ------------ --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- --------- --------- --------- --------- ---------  Keberanian tanpa 
otak akan menang melawan otak tanpa keberanian.  - [Pepatah] -  ------------ 
--------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- ---------
 --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- ---------


      

Kirim email ke