Ikutan komen yah, aku setuju dengan mba yusri untuk komentarnya yang
dibawah ini. Saat anak diberikan haknya untuk bersenang-senang tapi
anak juga diberikan pelajaran untuk bertanggung jawab dengan adanya
peraturan dan perjanjian dengan orang tua. memang kembali kepada
orang tua masing-masing untuk masalah komitmen dan konsistennya. Aku
belum termasuk orang tua yang sudah membelikan PS2 tapi rasanya saat
anak sudah bisa diajak komunikasi untuk mengerti tentang peraturan
dan tanggung jawab, aku mau beli PS2. Anakku sekarang yg paling
besar berumur 4 thn, saat ini masih diajarkan dulu bagaimana
bertanggung jawab atas mainannya dan berbagi mainan dengan adiknya,
jadi liat dulu perkembangannya baru diputuskan perlu tidaknya beli
PS2.
--- In [email protected], "- Yusri -"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Sebenarnya gak selamanya sesuatu yg "buruk" itu akan tetap "buruk".
> Yg penting ada komitmen dan tetap konsisten menjalankan aturan2nya.
> Hal2 yg baik juga, akan menjadi "buruk" jika tidak ada komitmen
dan konsistensi dalam menjalankannya.
> Bukan hanya PS, mainan apapun akan menjadi "buruk" jika kita lepas
kontrol.
>
> Dalam hal kepemilikan PS itu, sebenarnya ada sisi
positifnya....asal kita sebagai orang tua tetap konsisten dalam
menjalankan peraturan yg kita buat.
> Dan yg penting....antara ayah dan ibu mempunyai "suara yang sama"
dalam menjalankan aturan itu.
> Misalnya.....
> 1. Anak diajarkan utk mematuhi KESEPAKATAN bersama. Sblm anak
diberikan PS (atau mainan apapun), saya memberikan beberapa aturan
main.
> Dan aturan main itu saya buat permanen diatas kertas dan saya
tempel di pintu lemari es. Jika dia mulai tidak terkontrol dalam
bermain PS, sy ingatkan akan perjanjian yg kami buat. Dan dia saya
suruh utk membaca peraturan itu.
> Hal ini mengajarkan anak utk konsekwen, konsisten dan selalu
menjalankan komitmen yg dia setujui sendiri.
>
> 2. Jika saatnya belajar dan saya melihat pelajarannya mulai
menurun, saya akan langsung ingatkan bahwa klu dia tidak bertanggung
jawab dengan pelajarannya, maka PS akan saya tarik.
> Disini kita mengajarkan anak utk selalu BERTANGGUNG JAWAB dengan
urusan yg lebih penting. Dan dia belajar SKALA PRIORITAS utk hidup
dia.
>
> 3. Jika sudah saya peringatkan akan kesalahannya yg dia ulang
akibat PS, maka saya akan menghukum dia dengan skorsing. Saya akan
mencabut PS nya dan memasukkan dalam dus sampai dia mampu
menjalankan kewajibannya lagi dengan sungguh2.
> Hukuman itu mengajarkan dia akan konsekwensi yg akan dia peroleh
jika dia melakukan kesalahan dan kekeliruan.
>
> Nah......utk melaksanakan semua itu perlu KESIAPAN dari orang tua
dengan tidak bosan2nya dan letih2nya selalu mengingatkan dia akan
aturan main itu.
> Klu ortu nya "hangat2 tahi ayam".....jangan harap anak2 juga akan
disiplin dengan aturan yg dibuat bersama.
>
>
> Regards,
> YUSRI
> email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sent from my BlackBerry® wireless device
>
> -----Original Message-----
> From: verawati fery <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Date: Wed, 24 Sep 2008 01:33:03
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [parentsguide] Tlg komentarnya: Salahkah Saya Beli
PS2 ?
>
>
> SETUJU dgn ibu yusri.....
>
> ada ga ada uang atau mampu ga mampu pun saya TIDAK AKAN
mengenalkan atau membelikan apapun jenis PS atau nintendo terhadapa
anak saya. Kembali ke diri kita masing2x sebagai orang tua kalau
kita sayang bukan berarti dengan memanjakan atau memberikan sesuatu
tanpa berfikir panjang akibatnya nanti tapi sayang dan kedekatan
kita dapat diwujudkan dalam banyak hal lho pak.
> Contohnya suami saya, anak saya kebtulan laki-laki(4th6bln) cara
dia mengakrabkan atau lebih mendekatkan diri ke anak adalah dengan
cara kegiatan bersama, contohnya suami saya sedang cuci motor atau
mobil mereka bisa bareng minimal mengajarkan caranya
ngelap/mengeringkan yg walaupun usianya masih dini.
> Membersikan sepedanya, service sepeda, bermain sepeda bareng, main
bengkel2xan, main bulutangkis, layang2x yang semuanya menggunakan
gerak badan atau gerak motorik bukan hanya dengan bermain games yg
hanya mengandalkan gerak mata dan permainan otak...?? apa tidak
sayang dengan Indera Penglihatannya minimal main games 2 jam
cukup ?????
>
> Semua itu kembali kepada diri kita masing2x sebagai orang tua, mau
dikemanakan arah tujuan anak kita nanti, jadi apa nantinya. Itu yang
harus didasari dan ditanam di diri kita.
>
> Mohon maaf bila ada yg kurang berkenan.
>
> Regards,
>
> Bunda Radhi.
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, September 24, 2008 14:27:58
> Subject: Re: [parentsguide] Tlg komentarnya: Salahkah Saya Beli
PS2 ?
>
>
>
> Hik.....hik. ....hik.. ...
> Uraian itu pasti akan keluar dari orang yg memiliki hobi main game
juga.
> Tapi.....diluar itu semua, tetap ada efek negatifnya. Efek positif
itu akan muncul jika kita sebagai ortu konsisten dengan peraturan yg
dibuat. Hal itu sangat dirasakan oleh kakak saya (punya ada 2 laki2)
dan saya (punya 1 anak laki2). Dan efek negatifnya ternyata sama.
Padahal mrk gak saling kontak (usia mrk terpaut jauh dan kami
tinggal di tempat yg berbeda, kakak saya di surabaya sedangkan saya
di bogor).
>
> Saya juga akhirnya membelikan PS3 utk anak laki2 saya yg skrg
berusia 10thn (saya ibu dari 3 putra putri).
> Kakak saya pun dulu....membelikan PS2 saat anak laki2nya kelas 4
SD (skrg anak2nya sdh kerja dan mahasiswa).
> Dan efek negatifnya tetap ada.
>
> Efek negatifnya :
> 1. Utk anak2 usia SD, akan sulit disuruh belajar. Kita
harus "TEGAS" dalam menyuruh dia utk konsentrasi belajar.
> Klu kita tidak memberikan aturan mainnya, maka mereka akan "lupa
belajar" atau bimbang saat belajar krn fikiran mrk tertuju pada PS.
Dan itu tidak bisa kita paksa. Karena apa yg mrk fikirkan tidak akan
bisa kita tentukan.
>
> 2. Saat anak sudah merasa siap utk ditinggalkan di rumah.......
mereka akan "dengan senang hati" meninggalkan diri di rumah dan
tidak mau ikut dalam acara2 keluarga. Jadi saya dan kakak saya
(dulu) harus selalu memaksa mrk utk ikut gabung pergi dengan anggota
keluarga yg lain.
> Akhirnya.... ..anak akan menjadi soliter.
>
> 3. Saya sengaja tidak memasang PS itu dengan TV khusus.
Artinya..... TV yg disambungkan dengan PS adalah TV yg dipakai oleh
anggota keluarga yg lain utk menonton. Krn saya melihat ada
yg "salah" pada diri keponakan saya. Dimana kakak saya memberikan TV
khusus utk PS dengan maksud supaya anggota keluarga yg lain tidak
terganggu jika ingin menonton TV.
> Akibatnya... ..keponakan saya semakin soliter dan memisahkan diri
dengan anggota keluarga lain saat dimana anggota keluarga lainnya
saling bertukar cerita saat menonton TV.
> Sementara "kelemahan" pada diri saya dan anak saya, dimana TV nya
harus berbagi..... akhirnya setiap saat saya harus mendengar merekan
berebut TV. Yg satu ingin main PS, sementara yg lain ingin menonton
TV.
>
> Segala sesuatu pasti ada sisi negatif dan positifnya.
> Dan utk mengimbangi sisi negatifnya, kita sebagai ortu tetap harus
konsisten dalam membuat aturan main utk anak2 kita. Jangan sampai
aturan main itu dilanggar hanya karena sang ortu juga mempunyai hobi
yg sama.
> Tanpa aturan main, kita akan sulit menerapkan disiplin pada
mereka. Dan konsekwensi nya....kita juga harus disiplin dengan
peraturan yg ada.
>
> Dan saya memberikan peraturan pada anak saya, bahwa dia hanya
boleh main PS hari sabtu dan minggu saja. Atau saat hari libur
sekolah. Tapi.....dampaknya. ....saat saya dan suami ingin membuat
acara pergi di hari sabtu/minggu, dia merasa keberatan karena "hari
main PS" dia hilang.
>
> Semoga dengan berbagi, kita bisa mengambil hikmahnya... ..
>
>
>
> Regards,
> YUSRI
> email: [EMAIL PROTECTED] co.id
>
> Sent from my BlackBerry® wireless device
> ________________________________
> From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED] id>
> Date: Wed, 24 Sep 2008 09:36:58 +0700
> To: <parentsguide@ yahoogroups. com>
> Subject: [parentsguide] Tlg komentarnya: Salahkah Saya Beli PS2 ?
>
> Salahkah Saya Beli PS2 ?
>
> Lama sekali saya menimbang jadi tidaknya beli PS2. Saya takut
> dampak negatifnya kepada anak saya. Namun akhirnya saya mantap
> membelinya. Ada alasan kuat dan terbukti bisa berdampak positif.
> Apa itu ?
>
>
> Beberapa waktu lalu (22/8) sepulang kantor, saya putuskan langsung
> membeli Sony Play Station 2 (PS2). Memang tidak langsung
> memutuskan begitu saja. Tapi beberapa hari sebelumnya saya sudah
> menimbang-nimbang untuk membelinya. Bahkan saya sempat
> melakukan survey harga, baik di toko online ataupun di toko
> tradisional.
>
> Tentu saja ada yang tidak setuju ketika saya utarakan ide
pembelian
> PS2 ini. Pertama, jelas dari istri tercinta. Tentu ini hubungannya
> dengan budget keluarga. Namun ketika saya utarakan saya beli
> dengan uang sendiri (uang laki he.. he..), ya istri setuju saja.
Tapi dia
> juga khawatir dampak negatifnya.
>
> Ya, dampak negatifnya ini jadi keberatan yang kedua, yang akhirnya
> membuat lama menimbangnya. Saya takut Zidan, anak laki saya,
> menjadi malas belajar. Menjadi tidak suka membaca. Tidak mau
> bergaul dengan teman-temannya. Jadi penyendiri dan hal-hal negatif
> lainnya.
>
> Saya memang maniak game. Sejak beli komputer, bahkan sejak
> kenal komputer, saya suka fungsinya sebagai game. Bahkan
> beberapa kali 'melekan' sampai subuh hanya ingin menuntaskan
> sebuah cerita game. Dan maniaknya ini seperti menular ke Zidan.
> (Dia kenal komputer juga mulai dari game tepatnya dari Education
> Game).
>
> Sering kita bermain bareng, bertukar informasi dan mencoba sebuah
> game. Sering pula saya sampai rela meminjamkan HP saya yang N
> Gage itu, HP game Nokia. Meski saya harus ke kantor tanpa HP.
> Namun selama itu dia hanya main game di PC atau HP saya.
>
> Namun beberapa waktu lalu dia mulai tahu main game di PS2. Ini
> terjadi pas liburan ke desa, Pare. Dia diajak sepupu-sepupunya
> bermain PS2. Tapi nggak sering dan lama karena harus rental, perlu
> biaya. Tapi sejak salah satu sepupunya memiliki PS2, dia makin
suka
> main PS2.
>
> Saya sendiri akhirnya juga mencobanya. Ya, dari kepunyaan
> keponakan itu. Sejak itulah saya mulai kesengsem dengan PS2.
> Jadinya kita sering membicarakan permainan PS ini. Dan meski tidak
> merengek-rengek, dia ingin memiliki PS2 juga. Kita janjikan pas
dia
> sunat (dapat dari uang sumbangan he.. he..). Dia mengerti dan
> setuju.
>
> Tapi setelah melihat kondisi dunia gadget game, akhirnya saya
mulai
> menimbang-nimbang untuk membeli PS2 sekarang. Alasannya:
>
> 1. PS2 sudah diujung masa produksi.
> Saat ini Sony sudah mengeluarkan lanjutan dari PS2 yakni PS3.
> Seperti produk-produk lain, tentu saja produk yang digantikan ini
> akan berhenti produksinya. Sehingga saat ini harga PS2 sudah di
> ujung paling murah. Kalau menunggu lebih murah lagi, barang tidak
> akan dijual lagi.
>
> 2. Best value PS2 tinggi.
> Saat ini nilai best value PS2 sangat tinggi. Best value adalah
nilai
> yang didapat dari uang yang dikeluarkan. Saat ini PS2 sudah bisa
> didapatkan dengan harga sekitar 1,5 juta. Padahal nilai yang
> didapatkan banyak, seperti hiburan, perekat hubungan dan lainnya
> (akan saya uraikan di akhir tulisan ini).
>
> 3. Support PS2 yang banyak.
> Game-gamenya masih banyak dan murah harganya. 5000 rupiah
> untuk 1 game. Belinya mudah, kadang ada di lapak depan Indomart.
> Aksesoris pendukung juga banyak dan harganya terjangkau.
> Bandingkan dengan PS3 yang gamenya susah dan mahal harganya,
> 500 ribu per game. Mana tahan.
>
> 4. PS2 adalah game console.
> PS2 adalah game console. Memang sejak awal dirancang untuk main
> game. Di komputer kita bisa main game, namun ada batasannya
> tergantung spesifikasi komputernya. Sedang PS2, game itu tertera
> untuk PS2 ya bisa langsung dijalankan. Beberapa game PS2 bisa buat
> main 2 orang atau lebih. Dan yang menarik, beberapa game
> mengaktifkan fungsi getarnya pada stik, sehingga memberi kesan
> realistik ketika memainkannya. Asyik gitu.
>
> 5. PS3 yang belum siap.
> Ketika saya mau beli PS2 banyak yang menyayangkan, kenapa beli
> barang uzur begitu. Ya, kenapa saya tidak beli PS3 ? Kalau beli
PS1
> jelas tidak, karena memang sudah tidak dijual lagi. Selain itu
> kualitasnya yang jauh berbeda. Untuk PS3 saya tidak mau membeli
> karena harganya masih mahal, sekitar 5 juta. Gamenya sendiri harus
> beli sekitar 500 ribu. Dan untuk maksimal TV-nya harus pakai TV
LCD
> atau TV Plasma. Ini harganya juga tidak murah. Jadi best value-nya
> rendah.
>
> Karena itu akhirnya saya mantap beli PS2. Apalagi di toko yang
saya
> beli itu bisa pakai kartu kredit tanpa surcharge 3% seperti
biasanya.
> Dan saya tambah semangat beli, karena ada warna selain hitam
> yakni silver dan putih. Hebatnya harganya sama dengan hitam!
> Padahal biasanya lebih mahal. Wah sudah, tanpa kelamaan nimbang
> langsung saya bawa tuh PS2 yang putih.
>
> Lalu alasan apa saya membeli PS2 di luar alasan teknis di atas ?
>
> 1. Untuk hiburan.
> Hiburan adalah penyeimbang hidup. Kalau tak ada bisa bikin stress.
> Kalau stress bisa timbul banyak penyakit. Baca saja tulisan-
tulisan di
> website saya,http://m.yusuf. web.id tentang stress penyebab banyak
> penyakit.
>
> 2. Untuk mengisi waktu luang.
> Dengan main PS2 kita jadi asyik, sehingga kita lupa dengan waktu.
> Jadi kalau suntuk/jenuh ngga tahu harus ngapain ya bisa main PS2.
> Ini ternyata berguna bagi Zidan dalam berpuasa. Bayangkan Zidan
> sudah puasa maghrib di kelas 2 ini. Dan kuatnya dia puasa maghrib
> terbantu dengan main game PS2.
>
> 3. Untuk keakraban.
> Ini yang penting. Saya main PS2 bukan untuk menang kalah. Tapi
> saya main PS2 untuk menambah keakraban antara saya dan anak
> saya. Karena PS2 bisa multi player. Komputer sih juga bisa, tapi
harus
> 2 komputer kan ? Itu pun harus ngeset jaringan dulu. Dengan main
> bareng ini, kita bisa makin akrab karena bisa saling ledek,
tertawa
> bareng dan lainnya. Ini membuat hubungan antara orang tua dan
> anak makin akrab dan erat.
>
>
> ~~~
> Oleh: Mochamad Yusuf.
> Dia adalah seorang konsultan IT senior di sebuah perusahaan web
design.
> Dia dapat ditemui dihttp://m.yusuf. web.id.
>
> ~~~
> Saya tak tahu apakah keputusan saya ini benar atau salah. Karena
itu
> mohon sharing pengalaman atau pendapat tentang hal ini.
> Mumpung belum lama saya memiliki PS2. He.. he..
> Segala komentar bisa pula disampaikan di sini:
> http://m.yusuf. web.id/v20/ blog/index. php?act=detail&p_id=551
>
>
>
>
> Terima kasih
> M.Yusuf.web. id
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --
------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- -
-------- --------- --------- --------- --------- --------- ---------
> Keberanian tanpa otak akan menang melawan otak tanpa keberanian.
> - [Pepatah] -
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --
------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- -
-------- --------- --------- --------- --------- --------- ---------
>
>
> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>