Saya ingin mengajak rekan2 untuk berpikir tentang masa depan Kesatuan Pelaut
Indonesia yang oleh Pemerintah diakui sebagai trade union resmi pelaut
Indonesia tapi dalam kenyataannya hanya berbuat sangat minim buat kesejahteraan
pelaut.
Kalau di dunia penerbangan terjadi kecelakaan pesawat sampai Captain Marwoto
Komar ditahan polisi, persatuan pilot langsung bereaksi sangat keras sehingga
akhirnya Mahkamah Agung pun memutus perkara kecelakaan penerbangan di luar
wewenang peradilan umum dan membebaskan sang pilot.
Nah bagaimana di dunia pelayaran ? padahal di dunia pelayaran sedari dulu sudah
ada Mahkamah Pelayaran ?. Sudah banyak Captain pelayaran niaga yang dipenjara
karena kapalnya mengalami musibah, tapi Kesatuan Pelaut Indonesia boro2 mau
mengurus mereka, yang terjadi adalah diam seribu bahasa !.
Saya bukan mau membangkitkan feodalisme, tapi dalam organisasi atau paguyuban
pelaut ini lha mbok harusnya kita bisa membawa diri dalam hiarki kesenioran.
Yang terjadi sekarang ini pimpinan Kesatuan Pelaut Indonesia digenggam kuat2
oleh seorang yang tidak pernah menjadi perwira alias officer. Bayangkan dalam
Kesatuan Pelaut Indonesia banyak sekian ANT-I/MPB-I, ATT-I/AMK-C, tapi didikte
oleh seorang mantan oiler !. Pantas saja Kesatuan Pelaut Indonesia kagak ada
nyali buat naik-naik sampai ke Sekretariat Negara dan Mahkamah Agung buat
membela nasib para pelaut, lha wong bekas oiler, dibentak sama petugas pos jaga
saja langsung balik kanan !.
Saya bukan bermaksud menghina profesi oiler atau ABK lain, tapi ini memang
kenyataan, kalau anda menghadap resmi ke suatu kantor Pemerintah, posisi anda
sebagai seorang Captain Polan, Master Mariner ANT-I, MBA, Letkol Wamil Purn.,
tentu akan sangat berlainan dengan posisi anda sebagai Tuan Polan, mantan koki
Holland American Lines.
Ini realitas yang tidak bisa dipungkiri, dan di mana saja masalah hiarki ini
dengan imbas2 sosialnya akan selalu ada.
Aneh tapi nyata, sepertinya di Kesatuan Pelaut Indonesia tidak ada anggotanya
yang perwira ! Padahal di situ banyak yang Captain ANT-I/MPB-I yang sekaligus
pernah jadi Pamen Wamil di TNI-AL pula, tapi yang mimpin organisasi malah
mantan oiler.
Kalau di Singapore organisasi officer dengan ABK dipisah. Di kita boleh2 saja
disatukan, tapi hendaknya yang duduk dalam kepemimpinan pandai2 menempatkan
dirilah di mana posisi kita seharusnya!.
Bukan untuk apa2, tapi demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan pelaut
beserta keluarganya.
------------------------------------
1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas
asli pengirim berita.
2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/