wah saya kan ga bilang EGW yg nulis,itu kan dari pendapat saya sendiri...boleh
dong berpendapat,kan masalah ada untuk didebatkan,heheheIMHO...ok mungkin kita
perlu tau dulu niat seseorang pergi ke bioskop apakah dia hanya benar2 mau
nonton film tertentu atau mau melakukan hal2 lain. sama esensinya dengan apakah
kita pergi ke gereja untuk benar2 mendengarkan firman Tuhan atau hanya kegiatan
rutin yang ia lakukan setiap hari Sabat,ke gereja hanya untuk bertemu teman
mengobrol lalu pulang dengan pikiran hampa.berarti kalo gitu dirumah juga ga
boleh ada televisi dong,karna kalo menurut saya tayangan televisi bisa lebih
buruk dari tayangan bioskop itu sendiri.
jujur saja saya dulu memang tidak suka pergi ke bioskop,tetapi baru dua tahun
belakangan ini saya pernah beberapa kali (tidak sering) nonton dengan teman2
saya.ketika pertama kali saya masuk bioskop bayangan saya berbeda 180
derajat.tempatnya bagus dan enak.dan karna saya interest dengan berbagai audio
visual makanya saya senang dengan audio visual tersebut,dan niat saya ke
bioskop memang untuk menonton,tidak ada yg lain.dan yang terpenting saya memang
tidak menganjurkan kita untuk ke bioskop.saya hanya mengutarakan pendapat saya
aja sih...thanx bro harris atas masukannya....hehehe
--- On Tue, 8/19/08, harris budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: harris budi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia:30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 19, 2008, 10:11 AM
Pak Elmor,
Ellen GW tidak ada menuliskan seperti yg pak Elmor tuliskan itu.
Menurut saya, larangan yg dikeluarkan Ellen GW, agar SDA tdk ke Bioskop adalah
harga mati. Artinya tanpa syarat. Syarat dan Ketentuan Tidak Berlaku.
Ellen GW tidak ada mengatakan seperti ini :"Boleh ke Bioskop asalkan filmnya
tidak film yg porno2, semi porno, kekerasan, dsb. Silahkan ke Bioskop, tapi
pinter2 ya pilih filmnya".
Selain itu, EGW tdk pernah menuliskan seperti ini :"Boleh minum Kopi, Alkohol,
Arak, Tuak, asalkan untuk persahabatan".
Ellen GW tak pernah menuliskan seperti ini :"Boleh bermain sepak Bola, asalkan
untuk Persahabatan.
Ellen GW tak pernah menuliskan seperti ini :"Boleh bermain catur, asalkan untuk
maksud Penginjilan" . Boleh bermain Judi, asalkan taruhannya jangan besar-besar
dan demi untuk pertemanan saja" atau penginjilan.
Tapi Ellen GW hanya menuliskan agar SDA tidak pergi ke Bioskop, tidak berjudi,
tidak bermain sepak bola, tidak bermain Catur dan tidak-tidak yg lainnya.
Semuanya itu beliau tuliskan semata-mata untuk pembelajaran terhadap Penurutan.
Akhirnya saya mau mengutip teks dari Buku Pena Inspirasi karangan Kocu
Ratuhapis :"Barangkali memang ada sesuatu yg liar pada diri kita (baca :
manusia). Sesuatu yg sekaligus manusiawi & sekaligus mencemaskan. sehingga bila
ikut penurutan EGW, tak mudah kita tahu bahwa orang yg macam inilah yg benar
atau salah. Sehingga ternyata kita pun harus bertanya, apa gerangan daya sebuah
teks suci EGW untuk mengubah perilaku, jika jangan-jangan kecenderungan kita
sendirilah yg menentukan makna itu".
Rgds,
--- On Mon, 8/18/08, Elmor Wagiu <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Elmor Wagiu <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia: 30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Monday, August 18, 2008, 8:32 PM
kalo menurut gw sih itu tergantung orangnya masing-masing. ya emang sih dulu
bioskop itu identik dengan film2 porno dan lain-lain.tapi sekarang kan udah
hampir ga ada lah film2 itu di bioskop,ya pinter2 kita aja milih2 filmnya...
menurut gw sih lebih buruk kita nonton vcd/dvd dirumah sendiri dengan film2
yang ga jelas.yang penting kita ga macem2 dan memang tujuan kita ke bioskop
hanya untuk nonton aja,gw rasa itu ga ada salahnya deh...
--- On Fri, 8/15/08, Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia: 30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Friday, August 15, 2008, 9:44 PM
Iblis juga pintar, kalau dia tidak bisa membuat kita datang ke bioskop,
dia buat kita terpaku pada yang rohani, tapi melupakan yang ilahi :)
Saya setuju, kalau mendengar lagu rohani baik sekali. Saya sendiri tidak
pernah mendengar (dengan sengaja), apalagi membeli, lagu sekular lagi.
Tapi, kadang-kadang saya menghabiskan waktu menikmati lagu-lagu rohani
ini, dan lupa bersekutu dengan Tuhan. Rohani, tapi lupa yang Ilahi. Ada
juga yang menyelidiki Kitab Suci, tapi tidak datang pada Kristus. Ada
yang melayani gereja, tapi tidak melayani Tuhan. Rohani, tapi lupa yang
Ilahi.
pisctwentyfour wrote:
>
>
> iya ...tul sekali..
> mending gk usah nonton film aja..
> lebih bagus tuh nonton konser lagu2 rohani ajah..
> kayak gaither, heritage,, dlll...
> kan lebih asik kan?
> bikin hidup lebih hidup...
>