Kocu itu sebuah "alat" atau nama pengganti dari seorang pengarang buku yg  
sudah lupa namanya. Saya sering membaca buku, tapi tak punya buku. Caranya dgn 
sering nongkrong di Toko Buku (Gramedia, Gunung agung) lalu membaca buku. Kalau 
ada paragraf yg bagus, kucatat syukur2 saya ingat sama pengarangnya. Kalau lupa 
sama pengarangnya, maka nama Kocu inilah sebagai penggantinya. Begitulah 
alkisah sesosok Kocu.
Kadang kala bila membaca buku, kita lebih gampang mengingat isi kalimatnya dari 
pada nama si pengarang, judul bahkan halaman penulisannya. Seperti yg Uda 
Phillips alami, bukan?
Okelah Lips, akan kucoba merubah caraku....see u di rapat MGR.

Rgds,


--- On Wed, 8/20/08, Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Pemuda  Advent] Re: [Pemuda Advent] Re: [Pemuda Advent] Re: 
[Advent-Indonesia:30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: [email protected]
Date: Wednesday, August 20, 2008, 4:33 PM










    
            Boleeh... boleh juga... Jadi lebih tepat: "Menurut buku Kerinduan 
Segala Zaman, Hal sekian..."
Atau "Alfa & Omega, Jilid sekian". 

Itu mungkin lebih baik dibanding: "menurut Ellen G. White", "menurut buku 
karangan EGW."


Ini bukan saya yang minta, tapi EGW sendiri yang menulis demikian. Sayang saya 
lupa judul bukunya, tapi kalau kita masih ingat renungan pagi tahun lalu, ada 
di sana.

Apalagi kalau frase: "menurut buku karangan Bp. Kocu". Siapa sih... :)


Salam,
Philips Marbun

2008/8/20 harris budi <[EMAIL PROTECTED] com>

















    
            
Lips,
Gak bisa gitu dong Lips..., soalnya hidupku ini tak  bisa lepas dari buku. 
Sejak dari janin, bayi, bahkan sampai besar dan ganteng seperti sekarang ini 
pun, buku masih saja menyertaiku. Tidak hanya aku, tapi kita, manusia yg dapat 
membaca aksara pun tak kuasa lepas dari jeratan buku. Ketika kita jauh dari 
buku pun akan ada saatnya seseorang yg akan menegur kita agar membaca buku. 
Buku suci misalnya.

Buku itu juga menyuruh kita untuk mengabar injil. Buku itu juga memberi tahu 
kita bagaimana cara menuju sorga, menyucikan hari Sabat, cara menghadapi hidup 
yg semakin tak jelas ini, cara melayani member-2 milis yg semakin banyak saja 
cengkuneknya, dll . 

Buku diakui sebagai lumbung ilmu pengetahuan, dan informasi. Buku dibuat oleh 
karena memori kepala kita tak sanggup menelan segala ilmu yg ada di jagat ini.
Dalam suatu forum diskusi seperti
 pada topik ini dan topik yg lainnya, peran buku sering dijadikan senjata yg 
ampuh untuk memberikan argumen-argumen, manakala kita sedang terpojok. Dengan 
menyebutkan nama sebuah buku, tak jarang kita langsung membuat keder orang. 
Oleh karena argumen2 kita akan semakin nampak kuat kalau sudah didukung oleh 
sederetan refrensi buku. Bukan sembarang buku tentunya.

Jadi Bapa Uda Phillips, adalah suatu pemikiran yg naif (lugu,sederhana) apabila 
Bapa uda mengurangi perujukan buku dalam perjalanan diskusi kita ini. Sebab, 
barangkali di sinilah masa-masa di mana Buku Roh Nubuat dan Alkitab di uji.  
So...percayalah  Lips, mereka pasti menang. 


Rgds,

--- On Tue, 8/19/08, Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [Pemuda  Advent] Re: [Pemuda Advent] Re:
 [Advent-Indonesia: 30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, August 19, 2008, 10:27 AM








    
            Saya baru tahu Bang Ucok ini selain pelawak, ternyata juga 
penggemar buku EGW. :)

Btw, saya pribadi mengakui masih teramat sedikit membaca-membaca buku beliau, 
yang kita semua yakini diilhami oleh Roh Kebenaran.



Tapi mungkin, sesuai anjuran beliau pula kita boleh mengurangi sedikit 
kalimat-kalimat "menurut EGW" dan yang sejenisnya, mengingat "manusia yang 
liar" ini terkadang jadi balik membenci tulisan-tulisan beliau ketika merasa 
hobby pribadinya yang dicari-cari pembenarannya, terkuak secara nyata salah di 
mata tulisan-tulisan beliau.



Mari kita galakan frase "menurut Tuhan" dibanding "menurut tulisan si Anu", yah 
semacam itu lah.

Kembali ke topik, saya setuju kalimat: "Saya tidak mau ditemukan Tuhan sedang 
di dalam gedung bioskop ketika Ia datang." (Begitupun dengan "menonton 
film-film duniawi di rumah").



Salam,
Philips

2008/8/19 harris budi <[EMAIL PROTECTED] com>


















    
            







      
      

    
    
    
    
              
          
            Messages in this topic           (17)
        
        
          
            Reply           (via web post)
          | 
        
          Start a new topic        
           
    
    
    
                Messages  
        
        
        
        
        
        
        
      
    

                
                  


          ==>> Remember, Jesus is coming soon!!! <<===          


              
    
    
    
    
      
       

      Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 



      Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 




      
        Visit Your Group 
       |
      
        Yahoo! Groups Terms of Use       |
      
        Unsubscribe       
         
   

  
  
  
  

    
    


     



      


         
        
        


      
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Salam,
Philips Marbun
Pulomas



      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke