Saudaraku yang kekasih,,
 
Ada sedikit Referensi Pendukung
 
1.       Hukum Alam mengatakan, secara umum, baik orang tua, orang
dewasa, orang muda, remaja, anak2 (survey membuktikan-hehe..) ingin
dihargai dan dihormati.
2.       Alkitab mengatakan : "Apa yang kita tabur itu yang kita
tuai..," Positively, jika kita menabur kebaikan maka yg datang adalah
kebaikan. Negatively, jika kita menabur kejahatan maka yg datang adalah
kejahatan. Tinggal kita pilih saja kita mau yang mana..? Saya yakin
Anda/kita semua disini ingin orang menghargai dan menghormati kita.
Kalau begitu lakukanlah penghargaan/penghormatan tsb kepada orang lain.
3.       Alkitab juga mengatakan: "Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri..", Am sure, menghormati dan menghargai mrpkn bagian dari
Kasih. 
 
So, Bagaimana kita bersikap kepada Pendeta?
 
Jawabannya: Mari kita Hormati dan hargai Pendeta. 
 
Siapapun orang itu mari kita hargai dan hormati! Sama seperti kita
menghargai dan menghormati orangtua, diri kita, dsb., yaa, spt referensi
yg td kita sdh baca. (kalaupun ada yang berlebihan dalam sikap
menghargai dan menghormati artinya orang tsb adl orang yg sangat sangat
baik hatinya. :-) semoga Tuhan berkat yg berlimpah kepada mereka!)
 
Ps: Mari kita pikirkan, sebarkan dan praktekkan aura positive saja..
Bukankah itu lebih membahagiakan??
 
Tetap semangat, Tuhan memberkati!
 
Cheers,
RS
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of pisctwentyfour
Sent: Thursday, August 28, 2008 11:21 AM
To: PEMUDA ADVENT; PA DKI; imab bandung; pomanet pa
Subject: [Pemuda Advent] BAGAIMANA KITA BERSIKAP KEPADA SEORANG PENDETA?
 

bagaimana si sebenarnya kita bersikap kepada seorang pendeta?
karena ada orang yang terlalu bahkan dibilang over dalam menghargai dan
menghormati seorang pendeta... apa apa selalu pendeta itu didahulukan.
mau begini mau begitu selalu pendeta... seolah olah pendeta itu seorang
dewa...ato gk turun2 dikit deh manusia 1/2 dewa (kayak lagunya bang
iwan..)... karena toh pendeta juga manusia, dan pendeta bisa juga
melakukan kesalahan... (ingat kasus kemarin2).. terlebih kepada ketua
daerah (konfrens) & officernya... 
 
oklah pendeta2 jaman dulu, tapi kalo melihat pendeta2 muda jaman
sekarang..wow..gaul men...
 
logikanya nih pendeta kan dapat penghasilan dari perpuluhan yang
notabene sumbernya dari anggota jemaat yang setia bayarnya...tapi kok
kebalik yah? harusnya kan pendeta yang menghormati anggota jemaat bukan
sebaliknya?
ibarat bos dgn anak buah... bos kan yang bayar anak buahnya makanya anak
buahnya hormati bosnya bukan malah bos yang menghormati anak buahnya?
(walo tetap namanya saling hormat menghormati sih...)
 
 

Kirim email ke