Menurut saya, jawaban pak Samuel inilah yg Benar. Khususnya di paragraf yg terakhir itu lho. Trims pak Sam.
Rgds, H-4-12-12-I-5 --- On Fri, 8/29/08, samuel bangngu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: samuel bangngu <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Pemuda Advent] BAGAIMANA KITA BERSIKAP KEPADA SEORANG PENDETA? To: [email protected] Date: Friday, August 29, 2008, 1:19 PM Soal Perpuluhan adalah urusan kita dengan Tuhan bukan urusan kita dengan Pendeta... Jadi kita tidak pernah menggaji pendeta dengan perpuluhan atau persembahan kita.. pendeta digaji dari apa yang dia kerjakan sebagai seorang pendeta...sama seperti imam (orang lewi yang di khususkan untuk tugas keimamatan di kaabah) dan untuk urusan pendeta malas-malasan sebagai seorang pendeta itu urusan pendeta dengan Tuhan... dan bagi gw menghormati sesama itu adalah suatu hal yang mencerminkan kasih, dan apalagi kalau pendeta itu sudah diurapi Tuhan, ingat waktu daud bersikap kepada seorang yang sudah di urapi Tuhan (raja saul) walaupun Tuhan sudah berikan kesempatan untuk membunuh raja saul..marilah kita contohi teladan dari daud..dan juga selama didunia Tuhan mengasihi dan menghormati setiap orang... marilah kita sebagai pemuda Advent yang mengenal Yesus Kristus mengembangkan sikap dan karakter yang Yesus sudah teladankan, karena yang akan kita bawa kesurga adalah karakter kita yang sudah selaras dengan karakter Tuhan Yesus Thanks 54MMY13 ----- Original Message ---- From: Edwin Richardo <edwinrichardo@ gmail.com> To: pemuda_advent@ yahoogroups. com Cc: PA DKI <[EMAIL PROTECTED] com> Sent: Thursday, August 28, 2008 4:39:37 PM Subject: Re: [Pemuda Advent] BAGAIMANA KITA BERSIKAP KEPADA SEORANG PENDETA? Saya tidak memberi pendapat untuk seluruh bagian. Saya hanya mau mengomentari paragraf terakhirnya saja. Saudaraku, jgn pernah mengira bahwa kita memberikan perpuluhan untuk menggaji pendeta. Kita memberikan perpuluhan oleh karena Tuhan memerintahkan itu dan itu (alasan pemberian perpuluhan)sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendeta. Mau pendeta itu berkenan sama kita atau tidak; mau pendeta itu suci di mata kita atau munafik di mata kita; atau mau pendeta itu rajin atau pendeta itu malas; tidak pernah ada alasan untuk menahan perpuluhan. Intinya, soal hormat-menghormati pendeta jangan kita kaitkan dengan kewajiban kita memberikan perpuluhan. On Wed, 2008-08-27 at 21:21 -0700, pisctwentyfour wrote: > bagaimana si sebenarnya kita bersikap kepada seorang pendeta? > karena ada orang yang terlalu bahkan dibilang over dalam menghargai > dan menghormati seorang pendeta... apa apa selalu pendeta itu > didahulukan. mau begini mau begitu selalu pendeta... seolah olah > pendeta itu seorang dewa...ato gk turun2 dikit deh manusia 1/2 dewa > (kayak lagunya bang iwan..)... karena toh pendeta juga manusia, dan > pendeta bisa juga melakukan kesalahan... (ingat kasus kemarin2).. > terlebih kepada ketua daerah (konfrens) & officernya.. . > > oklah pendeta2 jaman dulu, tapi kalo melihat pendeta2 muda jaman > sekarang..wow. .gaul men... > > logikanya nih pendeta kan dapat penghasilan dari perpuluhan yang > notabene sumbernya dari anggota jemaat yang setia bayarnya...tapi kok > kebalik yah? harusnya kan pendeta yang menghormati anggota jemaat > bukan sebaliknya? > ibarat bos dgn anak buah... bos kan yang bayar anak buahnya makanya > anak buahnya hormati bosnya bukan malah bos yang menghormati anak > buahnya? (walo tetap namanya saling hormat menghormati sih...) > > > > >

