Pak Risfan dan rekan2 ysh,

Saya lanjutkan lagi cara perhitungan Indeks Persil untuk kasus c] Persil
sudut (hook) di perumahan :



Dengan depth = 15m, maka DSDR = 100%



- Untuk front street: 1000 * 100% = 1.000 unit/m2

   Indeks Persil utama = 180 m2 * 1000 unit/m2 = 180.000 unit



- Untuk side frontage, digunakan tabel 2-1 terlampir, yaitu menambahkan
koefisien keuntungan, yaitu 0,5 m sehingga Indeks Persil tambahan :

800 unit/m2 * 15 m * 0,5 m = 6.000 unit



Indeks Persil total = 180.000 + 6.000 = 186.000 unit

Indeks Persil per m2 = 186.000 unit / 180 m2 = 1033,33 = 1033 unit/m2

Koreksi Indeks Persil total = 180 * 1033 = 185.940 unit



Kita lanjutkan untuk kasus d] Persil dua muka pada permukiman di antara 2
jalan berbeda :



Dengan depth = 15m, maka DSDR = 100%



- Untuk front street: 1000 * 100% = 1.000 unit/m2

   Indeks Persil utama = 180 m2 * 1000 unit/m2 = 180.000 unit



- Untuk rear frontage, digunakan tabel 2-2 terlampir, yaitu menambahkan
koefisien keuntungan, yaitu 0,075 m sehingga Indeks Persil tambahan :

800 unit/m2 * 15 m * 0,075 m = 900 unit



Indeks Persil total = 180.000 + 900 = 180.900 unit

Indeks Persil per m2 = 180.900 unit / 180 m2 = 1005 unit/m2



Untuk kasus dua muka yang terletak pada 1 jalan, maka digunakan koefisien
pada kolom kanan tabel 2-2.



Demikian sementara waktu pak. Salam.



-ekadj


2008/11/4 - ekadj <[EMAIL PROTECTED]>

> Pak Risfan yang baik,
>
> Saya memang mau istirahat dulu, insya Allah tahun depan mau dimulai lagi.
>
>
>
> Dari contoh bapak memang ada perbedaan nilai dari aspek 'pemanfaatan
> lahan', dan seharusnya hal ini ada cara untuk mengukurnya. Dari pelajaran
> yang saya peroleh memang tidak menghitung nilai per zona di dalam suatu
> kawasan; tapi langsung kepada perhitungan nilai persil. Persil itupun bisa
> berbeda nilainya bila terletak pada zona yang berbeda. Untuk itu diperlukan
> suatu konversi yang menyetarakan perhitungan, baik secara: 1 pemanfaatan
> ruang di dalam persil berdasarkan zona; maupun 2 lebar (depth) persil dari
> sisi jalan.
>
>
>
> Saya diberikan tabel konversi (DSDR = depth successive decrease ratio)
> terlampir, yang pernah saya tanyakan kebenaran angkanya, dan dijawab bila
> hal itu telah diperoleh dari pengalaman Jepang yang panjang, dan bersifat
> universal; jadi tinggal menggunakan saja. Saya kira ini semacam tabel
> logaritma yang dulu biasa kita gunakan pada waktu SMA. Dan bila ditelisik,
> memang rasionalitasnya bisa ketemu.
>
>
>
> Dalam praktek kita melihat pada kenyataannya bentuk persil berbeda-beda,
> dan juga ada aspek posisi dari jalan. Sehingga dalam contoh terlampir saya
> sampaikan beberapa representasi: a] persil berbentuk biasa, b] persil tidak
> beraturan, c] persil sudut (hook), d] persil dua muka, e] persil terisolasi,
> dan f] persil berbentuk bendera. Kita ambil contoh luasan masing-masing
> bentuk persil adalah sama, yaitu 180 m2. Dari perbedaan lokasi dan bentuk
> itu dapat dibuktikan 'nilai lahan' yang berbeda.
>
>
>
> Beberapa asumsi lain adalah Nilai Jalan adalah 1000 unit/m2. Nilai Jalan
> ini kita peroleh dari rumus sebelumnya yang pernah saya kirim. Nilai Jalan
> yang dimaksud adalah 'Indeks Nilai Jalan' yang dihitung berdasarkan tiap
> persil, sehingga satuannya adalah unit/m2.
>
>
>
> Evaluasi terhadap persil (Indeks Persil) dihitung berdasarkan Indeks Nilai
> Jalan * Fitur Persil (DSDR).
>
>
>
> Saya coba contoh perhitungan untuk kasus a] Persil biasa (perumahan) :
>
>
>
> Bila depth = 15m, maka DSDR = 100%
>
> - Indeks Persil per m2 = 1000 * 100% = 1000 unit/m2
>
> - Indeks Persil total = 180 m2 * 1000 unit/m2 = 180.000 unit
>
>
>
> Kita coba untuk contoh b] Persil tidak beraturan :
>
>
>
> Untuk bagian A besar (120 m2), depth = 15 m, maka DSDR = 100%
>
> - Indeks Persil per m2 = 1000 * 100% = 1000 unit/m2
>
> - Indeks Persil total A = 120 m2 * 1000 unit/m2 = 120.000 unit
>
>
>
> Untuk bagian B kecil (60 m2), depth = 10 m, maka DSDR = 98,2%
>
> - Indeks Persil per m2 = 1000 * 98,2% = 982 unit/m2
>
> - Indeks Persil total B = 60 m2 * 982 unit/m2 = 58.920 unit
>
>
>
> Sehingga Indeks Persil total A dan B = 120.000 + 58.920 = 178.920 unit,
>
> atau Indeks Persil per m2 = 178.920 / 180 = 994.
>
>
>
> Untuk perhitungan pada posisi hook dll, akan coba saya sambung kelak.
>
>
>
> Demikian dulu sementara waktu pak. Salam.
>
>
>
> -ekadj
>
>
> 2008/11/2 Risfan M [EMAIL PROTECTED]
>
>>    Bang Eka dan rekans ysh,
>>
>> Bang Eka, bagaimana kelanjutan kajian Anda dkk tentang "nilai tanah"? Ini
>> sebiknya dilanjutkan terus. Suka atau tidak, tata ruang selalu mempengaruhi
>> dan dipengaruhi nilai tanah. Mau tak mau logika "land rent" memang berlaku.
>> Ujungnya ke 'harga tanah' juga.
>>
>> Kalau penataan ruang, terutama di perkotaan, menganggap faktor nilai/harga
>> tanah itu tak ada (cateris paribus), maka akibatnya bisa menguntungkan fihak
>> tertentu saja (yang tahu harga), sementara ada pihak yang berisiko dizalimi.
>>
>> Pada "satu hektar" tanah yang sama, seorang developer bisa melihatnya
>> sebagai "emas coklat", sementara petani pemiliknya hanya melihatnya dari
>> sisi "harga gabah" yang tidak naik-naik (sulit diharap untuk menyekolahkan
>> anak, apalagi ongkos pergi haji). Maka kita tahu arah trend peruntukannya
>> kemana. Bagaimana pula pandangan peerencana? Bagaimana kemungkinan
>> pelaksanaan pemanfaatan ruangnya?
>>
>> Sebagian dari perencana mungkin menganggap pembicaraan "harga tanah"
>> sesuatu yang "tabu". Tapi adalah kenyataan, baik individu atau lembaga
>> pemerintah" untuk mendapatkan site/lokasi ya harus menghitung "harga tanah"
>> itu.
>> Karenanya perlu kesadaran bahwa penataan ruang mempengaruhi "harga tanah",
>> karenanya kalau bisa kepentingan publik dan masyarakat lemah "diamankan"
>> akan ikut menimati dinamikanya. Jangan justru membuat Pemda tak bisa
>> membangun Puskesmas, sekolah dan sarana lain, karena naiknya "harga tanah"
>> yang direncanakannya sendiri.
>>
>> Salam,
>> Risfan Munir
>> .
>>
>

Attachment: Corner&BackSide.pdf
Description: Adobe PDF document

Kirim email ke