Solusi tentang anak-anak jalanan yang terlantar dan lepas dari
pendidikan adalah tidak mudah. Karena hal ini mesti terkait langsung
dengan tingkat pengangguran. Pengangguran ini juga ditimbulkan oleh
krisis politik dan ekonomi yang berlarut-larut. Melihat situasinya yang
seperti benang kusut secara jangka panjang tentunya pemerintah harus
punya rencana yang menyeluruh dan komprehensif tentang pendidikan
anak-anak bangsa termasuk anak-anak jalanan.
Contoh:
tahun 2002 : seluruh biaya s.d SMP bebas biaya, untuk ANAK-ANAK TAK
MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.
tahun 2004 : seluruh biaya s.d. SMA bebas biaya, untuk ANAK-ANAK TAK
MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.
tahun 2007 : seluruh biaya s.d S1 bebas biaya, untuk ANAK-ANAK
BERPRESTASI (IP>3.0) DAN TAK MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.

peace.

Budi Haryanto wrote:
>
> Dear rekan-rekan yth.,
>
> Wah, benar sekali isu anak jalanan ini. Ngeri sekali kalau membayangkan
> mereka beberapa tahun lagi, dengan perangai yang keras, main paksa, hampir
> nggak punya belas kasihan, dsb., dsb., dsb.
>
> Bagaimana kita menyikapi potensi negatif yang hampir dapat dipastikan akan
> terjadi beberapa tahun lagi? Ada ide?
>
> Salam,
> Budi
>
> At 09:37 PM 2/2/99 -0500, you wrote:
> >Ancaman keamanan 10 tahun y.a.d.  Ini baru anak jalanan di Jakarta.
> >Bagiamana pula dengan anak-anak kebun, anak sawah, anak selokan dll di
> >daerah-daerah yang pasti jumlahnya jauh lebih besar? Mungkin dalam hal
> >ini LSM-LSM bisa lebih memainkan perannya....mudah-mudahan...
> >
> >Pungkas B. A.
> >Troy, NY
> >-------------------------
> >
> >Republika Online, 1 Februari 99
> >12 Ribu Anak Jalanan Jadi Ancaman Masa  Depan
> >
> >JAKARTA -- Semakin meningkatnya jumlah anak jalanan di wilayah DKI
> >Jakarta, yang telah mencapai angka 12 ribu orang, menjadi ancaman pada
> >masa yang akan datang. Ini akibat pembentukan watak selama mereka berada
> >di jalanan yang cenderung keras.
> >
> ----- dibusek --------

Kirim email ke