Karena itu gimana kalau mas Pungkas saja yang mencalonkan diri menjadi
mendikbud :)
Pokoke kita dukung terus dari belakang. Mudah-mudahan semakin banyak
orang yang berpikiran positif dan bertindak semata-mata hanya untuk
kepentingan rakyat dan bangsa saja.
peace.
Pungkas Bahjuri Ali wrote:
>
> Wah ini hitungan jitu juga.... artinya anak yang lulus SD th 2002 bisa gratis
> terus hingga tamat PT....
>
> Wah (lagi), susah sebenarnya mengharapkan pemerintah, dengan segala ba bi bu-nya
> (ba = kepentingan program departemen, bi = kepentingan politik, bu = dll).
> Padahal dalam UUD kan disebut "Anak yatim dan terlantar dipelihara oleh
> negara...", tapi rupanya pasal lain lebih menarik ketika tertera "Harta dan
> kekayaan alam dst.. dikuasai negara...". Yah mudah-mudahan aja setelah pemilu
> depan....bisa berubah...
>
> Di sinilah peran LSM (Yang saya maksud adalah LSM dalam arti
> harfiahnya...seperti lembaga, yayasan, pesantren, kelompok, juga kumpulan
> individu dll). Jangan curiga dulu....jangan di sangka mereka-mereka ini di
> sokong oleh CIA. Lha wong ketemu bule aja nggak pernah...... Saya yakin mereka
> bekerja jauh lebih efisien dan tepat pada sasaran...dan tentu saja terpercaya...
> Investasi di pendidikan tidak penah akan merugi (dunia akherat..).
>
> So... hati-hati saja di Jakarta tgl 3 Februari 2009.... setidaknya 12 ribu orang
> ......
>
> catatan : Acungan jempol buat Amirul dkk yang bergelut diantara 20.000 anak
> jalanan di Jatim....baca kisahnya di rubrik Serial Da'i di Sahid edisi Desember
> 98 di http://www.hidayatullah.com/sahid/9812/sahid.htm
>
> Pungkas B.A
> Troy, NY
>
> Blucer Rajagukguk wrote:
>
> > Solusi tentang anak-anak jalanan yang terlantar dan lepas dari
> > pendidikan adalah tidak mudah. Karena hal ini mesti terkait langsung
> > dengan tingkat pengangguran. Pengangguran ini juga ditimbulkan oleh
> > krisis politik dan ekonomi yang berlarut-larut. Melihat situasinya yang
> > seperti benang kusut secara jangka panjang tentunya pemerintah harus
> > punya rencana yang menyeluruh dan komprehensif tentang pendidikan
> > anak-anak bangsa termasuk anak-anak jalanan.
> > Contoh:
> > tahun 2002 : seluruh biaya s.d SMP bebas biaya, untuk ANAK-ANAK TAK
> > MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.
> > tahun 2004 : seluruh biaya s.d. SMA bebas biaya, untuk ANAK-ANAK TAK
> > MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.
> > tahun 2007 : seluruh biaya s.d S1 bebas biaya, untuk ANAK-ANAK
> > BERPRESTASI (IP>3.0) DAN TAK MAMPU biaya buku dan pakaian ditanggulangi.
> >
> > peace.
> >
> > Budi Haryanto wrote:
> > >
> > > Dear rekan-rekan yth.,
> > >
> > > Wah, benar sekali isu anak jalanan ini. Ngeri sekali kalau membayangkan
> > > mereka beberapa tahun lagi, dengan perangai yang keras, main paksa, hampir
> > > nggak punya belas kasihan, dsb., dsb., dsb.
> > >
> > > Bagaimana kita menyikapi potensi negatif yang hampir dapat dipastikan akan
> > > terjadi beberapa tahun lagi? Ada ide?
> > >
> > > Salam,
> > > Budi
> > >
> > > At 09:37 PM 2/2/99 -0500, you wrote:
> > > >Ancaman keamanan 10 tahun y.a.d. Ini baru anak jalanan di Jakarta.
> > > >Bagiamana pula dengan anak-anak kebun, anak sawah, anak selokan dll di
> > > >daerah-daerah yang pasti jumlahnya jauh lebih besar? Mungkin dalam hal
> > > >ini LSM-LSM bisa lebih memainkan perannya....mudah-mudahan...
> > > >
> > > >Pungkas B. A.
> > > >Troy, NY
> > > >-------------------------
> > > >
> > > >Republika Online, 1 Februari 99
> > > >12 Ribu Anak Jalanan Jadi Ancaman Masa Depan
> > > >
> > > >JAKARTA -- Semakin meningkatnya jumlah anak jalanan di wilayah DKI
> > > >Jakarta, yang telah mencapai angka 12 ribu orang, menjadi ancaman pada
> > > >masa yang akan datang. Ini akibat pembentukan watak selama mereka berada
> > > >di jalanan yang cenderung keras.
> > > >
> > > ----- dibusek --------