Iya ya...orang-orang di Indonesia semakin opportunist saja ya?

ida


>Betul sekali bung Deddy,
>
>Yang paling penting adalah, aturan mainnya harus jelas sehingga tidak
>terjadi saling menyalahkan pada saat pelaksanaannya.
>
>Di satu sisi, ABRI mendapat kesempatan untuk menunjukkan melaksanakan
>niat baiknya untuk mendapat kepercayaan lagi dari rakyat. Di sisi yang
>lain, rakyat juga di ajak belajar untuk menghormati dan menjunjung
>tinggi hukum.
>
>
>
>
>---deddy priadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> salam,
>> saya tambahkan beberapa info baru.....
>> NU dan muhammadiyah sudah mengeluarkan sikap
>> mendukung "tindakan tegas " ini.
>> Keterangan resmi dari ABRI pun mengatakan bahwa tindakan
>> tembak di tempat bertujuan melumpuhkan,bukan mematikan.
>> inikah bentuk konsensus yang anda maksudkan?
>>
>> saya pribadi melihat gejala meningkatnya kekerasan yang dibarengi
>hilangnya
>> rasa hormat terhadap hukum tidak dapat hanya diatasi dengan cara-cara
>> represif!. namun masyarakat butuh contoh bahwa hukum berlaku bagi
>setiap
>> orang. Bukannya masyarakat harus ditakut-takuti, melainkan
>penyelesaian
>> hukum
>> juga bagi para elit yang mampu bermain-main dengan mengorbankan
rakyat
>> sipil.
>>
>> pada tulisan saya yang lalu saya sempat mengajak agar kita mewaspadai
>> penggunaan istilah-istilah seperti "provokator","ditunggangi" dsb
>oleh elit
>> militer/politik namun tidak jelas siapa dan apanya  .Bukannya kita
>yang suka
>> memakai istilah itu disini.
>> kenyataannya memang selama ini dalam berbagai demo ada penyusup yang
>> tujuannya memang mengacau atau dulu mereka (biasanya suaranya paling
>> kenceng) teriak-teriak menghujat dan akhirnya para koordinator demo
>yang
>> dikenai pasal-pasal karet.
>>
>> Jadi menurut pendapat saya, tindakan represif (meskipun mendapat
>dukungan
>> dari berbagai ormas) hanya mampu memerangi ekses dari
>kerusuhan-kerusuhan
>> namun tidak menyentuh dasar permasalahan, bahkan membuka peluang
>konflik
>> baru yang lebih luas.
>> saya berpendapat, kunci penyelesaian konflik ini berada di tingkat
>elit. dan
>> harus segera dicari solusinya.
>> mungkin dengan segera mengganti si jaksa agung andy ghalib??
>>
>> wassalam
>>
>> deddy priadi
>>
>> -----Urspr�ngliche Nachricht-----
>> Von: Dodo D. <[EMAIL PROTECTED]>
>> An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>> Datum: Montag, 8. Februar 1999 03:18
>> Betreff: Re: Wiranto=Pahlawan baru....
>>
>>
>> >Menarik Bung Budi,
>> >
>> >Tapi pertanyaannya, bagaimana kita mengkategorikan "perusuh" itu.
>> >Apakah setiap orang yang telibat kerusuhan lantas disebut perusuh
dan
>> >perlu di tembak di tempat? Sementara, setiap kerusuhan pasti
>> >melibatkan ratusan bahkan ribuan orang, lalu apakah ABRI akan
>> >menmbantai seribu orang dengan alasan melakukan kerusuhan? ini
>> >mustahil, dan tidak masuk akal.
>> >
>> >Kalau kita mempersempit kategori perusuh sebagai orang yang
>> >menggerakkan kerusuhan, atau yang akhir2 ini populer disebut
>> >provokator, bagaimana kita mengidentifikasi provokator tersebut?
>> >Seperti yang pernah saya kemukakan, kita ini sering menggunakan
>> >istilah-istilah yang tidak jelas definisinya, mulai dari OTB, oknum2
>> >tertentu, ninja, perusuh sampai dengan provokator. Semuanya hanya
>> >istilah yang tidak jelas artinya dan hanya berdasarkan dugaan tanpa
>> >ada bukti2 yang nyata.
>> >
>> >Kalau ABRI hanya menduga duga si "perusuh" atau "provokator"
kemudian
>> >main tembak tempat, justru itu akan menyulitkan ABRI sendiri, karena
>> >besar sekali kemungkinan menembak sasaran yang salah. Dan kalau itu
>> >terjadi, rakyat akan semakin marah dan brutal serta menghujat ABRI
>> >habis habisan. Hal ini akan membuat posisi ABRI yang sudah sulit,
>> >menjadi lebih sulit lagi. Ini juga akan menghambat reformasi
internal
>> >yang sedang dilakukan oleh ABRI.
>> >
>> >Dalam hal ini, saya rasa perlu adanya konsensus bersama antara ABRI
>> >dengan para tokoh masyarakat dalam menentukan tindakan terhadap
>> >kerusuhan yang terjadi, sehingga ABRI mempunyai semacam guidelines
>> >dalam melakukan tindakannya. Dalam hal ini, saya tidak berbicara
>> >tentang hukum formal yang berlaku di negara kita maupun aturan main
>di
>> >dalam tubuh ABRI sendiri. Saya rasa konsensus bersama akan lebih
>> >memudahkan semua pihak untuk menyelesaikan masalah. Dengan demikian,
>> >tindakan ABRI tetap bisa terkontrol dan tidak boleh keluar dari
>aturan
>> >main yang sudah disepakati. Hal ini pula akan memudahkan semua pihak
>> >apabila terjadi kesalahan prosedur di lapangan, karena sudah ada
>> >guidelines yang jelas yang bisa dipedomani oleh semua pihak.
>> >
>> >Mungkin ada pendapat dari rekan2 yang lain tentang ABRI ini?
>> >
>> >Wassalam
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>
>_________________________________________________________
>DO YOU YAHOO!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke