-----Urspr�ngliche Nachricht-----
Von: Yohanes Sulaiman <[EMAIL PROTECTED]>
An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Samstag, 20. Februar 1999 09:20
Betreff: Krisis identitas Indonesia

>Dalam pemilu berikut ini, kita akan mempertaruhkan segalanya. Kita akan
>berusaha lagi membentuk identitas Indonesia yang baru, karena itu sangat
>penting pemilu ini berjalan lancar. Tapi sebetulnya lebih penting lagi
adalah
>kewibawaan pemerintah yang akan terbentuk setelah pemilu nanti. Pemilu
>berikut ini juga memberi 'legitimasi' kepada pemerintah berikut. Karena itu
>pemerintah berikut juga perlu yang benar-benar beres karena kalau
pemerintah
>tetap lemah seperti sekarang,berarti juga pemilu ini gagal untuk membentuk
>identitas baru, ini akan menjadi bukti bahwa Indonesia tak bisa lepas dari
>identitas
>lamanya; dan kita terpaksa memilih dari dua pilihan: demokrasi tapi tetap
>kacau atau kediktatoran tapi stabil. Buah simalakama....
>



satu tambahan kecil dari saya bung. Realita di lapangan menunjukkan
tarik-menarik
yang cukup seimbang antara pihak-pihak prodem dengan pihak pro status quo.
Masyarakat jelas sudah muak dengan apapun yang berbau soehartoisme, namun
pihak pro status quo pun masih mampunyai dukungan infrastruktur yang kuat
(kemungkinan money politics).
Karena itu saya malah berangkat dari asumsi bahwa hasil pemilu 99 ini akan
memunculkan perbedaan perolehan suara yang tipis dari 2 golongan besar ini.
Umpama ini yang terjadi maka kita tidak dihadapkan pada pilihan extrem
"diktator tapi stabil atau demokrasi tapi kacau" melainkan terletak diantara
keduanya.
Dari sini yang terpenting ialah tumbuhnya kultur oposisi dalam pemerintahan
yang selama ini dihadapi secara represif oleh orde-orde terdahulu.
Dan kultur oposisi inilah yang pada gilirannya diharapkan menumbuhkan
kesadaran politik baru di masyarakat.

Lange Geschichte kurzer Sinn : Pemilu 99 bukan merupakan obat super manjur
yang mampu mengatasi ruwetnya problem bangsa ini.

Agar kelompok prodem mangambil nafas panjang dalam memajukan proses
demokratisasi yang masih jauh ini.......

>
>Oakland,
>
>Yohanes Sulaiman
>

salam hangat dari Hannover

deddy priadi

Kirim email ke