<deleted>
>satu tambahan kecil dari saya bung. Realita di lapangan menunjukkan
>tarik-menarik
>yang cukup seimbang antara pihak-pihak prodem dengan pihak pro status quo.
>Masyarakat jelas sudah muak dengan apapun yang berbau soehartoisme, namun
>pihak pro status quo pun masih mampunyai dukungan infrastruktur yang kuat
>(kemungkinan money politics).
>Karena itu saya malah berangkat dari asumsi bahwa hasil pemilu 99 ini akan
>memunculkan perbedaan perolehan suara yang tipis dari 2 golongan besar ini.
>Umpama ini yang terjadi maka kita tidak dihadapkan pada pilihan extrem
>"diktator tapi stabil atau demokrasi tapi kacau" melainkan terletak diantara
>keduanya.

Tarik menarik itu memang cukup seimbang. Tapi kalau kita lihat sampai sekarang
pihak oposisi cenderung terpecah dan sementara kubu 'Suhartoism' cenderung
solid (berhubung money politics). Sampai sekarang yang pro demokrasi pun
masih belum bisa memberi keputusan: demokrasi jenis mana yang diinginkan.
Tak ada salahnya dan bahkan sangat diperlukan kalau oposisi terdiri dari
kelompok
yang berbeda-beda seperti PAN, PDI, partai bulan bintang, dst; tapi sayangnya
dari oposisi tersebut, semua tak memiliki visi yang tertinggi; yakni keinginan
untuk reformasi yang bersih. Sehingga walau terjadi persaingan ketat
antara pro-Suharto dan pro-dems seperti anda nyatakan, tapi pro-dems
sendiri semua terpecah seperti lidi tanpa pengikat.
Walaupun pro-dems kuat, tapi kalau dalam visi utama mereka terjadi perpecahan,
tetap saja tak akan bisa beres bahkan saya ragu kalau memang seimbang pada
akhirnya.



>Dari sini yang terpenting ialah tumbuhnya kultur oposisi dalam pemerintahan
>yang selama ini dihadapi secara represif oleh orde-orde terdahulu.
>Dan kultur oposisi inilah yang pada gilirannya diharapkan menumbuhkan
>kesadaran politik baru di masyarakat.

Maaf kalau saya sangat skeptik. Tapi kalau saya rasa, apa yang rakyat inginkan
sekarang adalah keamanan, jaminan hidup, dan perut yang kenyang....
Dari pengalaman era Suharto, kita lihat bahwa KKN itu cenderung ditolerir
karena rakyat cukup makan.... :-(
Memang budaya oposisi perlu ditumbuhkan di Indonesia tapi itu hanya bisa
terjadi dalam jangka yang cukup panjang....


>Lange Geschichte kurzer Sinn :
Saya tak mengerti berhubung saya tak bisa bahasa Jerman :-(
(Yang bisa juga bahasanya JEndRal SudirMAN)  ;-)

>Pemilu 99 bukan merupakan obat super manjur
>yang mampu mengatasi ruwetnya problem bangsa ini.

Memang bukan, tapi seperti orang yang baru jatuh sakit, pemilu ini
merupakan obat pertama untuk menyembuhkan. Pertanyaannya adalah
apakah pasiennya meminum obat ini sesuai takaran....


>salam hangat dari Hannover

>deddy priadi

BTW: bukannya sekarang sedang dingin di Hannover? ;-)

Anyway, saya senang sekali mendapat tanggapan yang menarik dari anda.

YS

Kirim email ke