Halo semua..
Waduh, ampun... beberapa bulan ini saya ndak baca pesan-pesan di
permias... eh, lha, begitu masuk lagi, kok 'perdebatan'-nya masih di
situ-situ aja... agama lagi, agama lagi. Apa belum pada pegel? ;-)
Sudahlah. Saya lahir sebagai orang Islam kan kebetulan saja. Kalau saya
lahir sebagai orang Norwegia di dusun terpencil, kan bukan salah saya juga
kalau saya ndak tahu-menahu tentang Islam. Apa ini dosa? Terserahlah.. kok
malah kita sendiri yang sibuk ngukur dosa. Hidup saja dengan tersenyum.
Tertindas-menindas itu kan tergantung anda berdiri di mana...
Lalu soal bicara langsung pada pelaku/saksi kejadian (di Ambon or
wherever)... Saya nggak tahu gimana anda melakukannya, Bung HAdeer, tapi
saya sendiri hanya mampu bicara dengan satu-dua orang. Dan mereka ini kan
manusia yang 'subyektif' juga. Kalau saya ngobrol sama teman yang Kristen,
ya ceritanya mereka yang merasa terancam. Tapi teman yang Islam juga
merasa terancam. Sami-mawon.... Sama bingungnya, sama nggak ngertinya,
sama takutnya. Sama manusianya.
JAdi sudahlah. Agama itu kan ada bukan sebagai alasan buat kita untuk
memusuhi yang lain. Kriteria kafir-bukan kafir itu, kenapa harus manusia
yang pusing memikirkannya? Apa enaknya sih hidup dengan kecurigaan atau
dendam... Tuhan itu, apakah Ia beragama? Kenapa kita yang pusing...
Saya membutuhkan anda, Bung Hadeer. Agama anda, bukan urusan saya. Saya
tak punya hak untuk jadi tuhan. Kita seagama, itu kebetulan saja.
Why can't we all simply live together?
permisi,
rani.
---------------------
On Mon, 1 Mar 1999, Hadeer wrote:
> Menurut pemikiran saya :
>
> Penganut agama Islam (baik dia orang Ambon, Sulawesi, dll) sedang menjadi
> sasaran pembakaran, pembunuhan dan penindasan.
> Pelakunya ... yang saya tidak tahu. Meskipun ada juga selain penganut agama
> Islam yang menjadi korban.
>
> Bukti jelas : Pengungsian besar-besaran orang Sulawesi Selatan keluar dari
> Ambon (Fakta dan diberitakan di seluruh media). Rekan -rekan kerja saya
> yang cuti ke Ambon untuk merayakan Idul Fitri yang berusaha mati-matian
> keluar dari Ambon bersama keluarga, padahal mereka keturunan Ambon juga.
>
> Apa artinya ??? Jiwa mereka sedang teracam.
>
> Apakah orang penganut agama Kristen yang melakukannya....apakan orang
> penganut agama Islam yang melakukannya....apakah orang yang tidak beragama
> yang melakukannya.....???
>
> Sebab musabab diskusi ini adalah "Kita harus mendengar versi mana dari
> sebuah media"....itu yang sesedikit mungkin kita harus jadikan patokan.
> Karena media tidak menjamin kenetralan dan keperimbangan.
>
> Mau jelas....langsung cari dari sumber yang utama, pelaku kejadian.
>
> Hadeer.
>
> ----------