At 07:08 AM 3/3/99 +0700, you wrote:
>Kembali agama menjadi biang hiruk pikuk. Heran sekali mengapa orang yang
>berpendidikan (tinggi) belum bisa melihat agama sebagai urusan seseorang
>dengan Tuhannya? Kembali juga dengan agama dijadikan alat menyerang orang
>pengikut agama lainnya. Padahal 'kan agama dibuat agar manusia tidak
>berantakan.
>
Salah satu alasannya itu adalah enggak ada lagi senjata yang dimana
saya atau kamu yang bisa jadi mayoritas....
Logikanya, ini juga jadi salah satu alasan terbaik kenapa negara agama
itu jangan sampai terjadi; soalnya kagak ada negara agama saja
sudah berantakan....
Di mana-mana juga agama yang paling gampang dijadikan alat 'kamu-kamu,
saya-saya' dan paling gampang juga dimanipulasi.
Tapi terus terang, kalau saya lihat dari semua koran, Kompas dan Suara
Pembaharuan merupakan koran yang terobjektif. Kalau PR justru saya
harus beberapa kali membacanya soalnya sering subjektif.
Lihat saja waktu perang teluk tahun 1991....
YS
Man make mistakes as long as they strive.
God in "Faust" by Goethe