>writes:
>
><< Wah...kalau tahu Ramadhan Pohan itu professional, tulisannya saya
baca
> semua deh dari dulu. Sayangnya saya baru tahu.
>  >>
>##############
>Ketika saya memposting gagasan BOIKOT KOMPAS, itu tak ada hubungannya
dengan
>pekerjaan saya. Sejak dulu saya sering menyebutkan bahwa posting saya
di
>Permias@ ini tak ada hubungannya dengan pekerjaan saya. Tapi ada saja
yang SOK
>NAIF mengait-ngaitkannya.
>
>Saya profesional atau tidak? Nggak tahu saya. Di kantor saya bekerja
ada
>mekanisme untuk mengukur itu. Kalau Anda mau meboikot laporan saya pun,
saya
>monggo wae Cak.
>Profesionalisme saya tidak bergantung dari apakah ANDA membaca laporan
saya
>atau tidak.Yang pasti saya sangat yakin dengan profesionalisme di
tempat kami
>bekerja: KAMI TIDAK MENGANUT IDEOLOGI TUNGGAL. Terus terang, ini yang
membuat
>saya sejak 10 tahun lalu tidak mau melamar ke media fundamentalis atau
ke
>koran partisan. (Sorry ya, sejak kuliah tahun ke-2 yakni  13 tahun
silam,
>tulisan-tulisan opini saya sudah diterima  di semua koran utama
Jakarta;
>bahkan sebagian meminta dll).
>
>Mohon tidak mengaitkan dengan pribadi saya apalagi pekerjaan saya
dengan
>posting Permias ini. Mampukah intelektual Anda membedakan  kedua itu?
Kalau
>juga intelektual Anda mengalami keterbatasan di situ, itu pun hak Anda.
>Monggo, mas.
>
>Ketahuilah Anda sudah bergeser dari konteks. Dan terus terang, saya
ingin
>membeli KENAIFAN ANDA itu..
>
>salam!
>ramadhan pohan
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke