Assalamualaikum wr.wb

Berita lagi tentang Ambon. Insya Allah dari sumber yang sangat bisa
dipercaya.....

Bagi Kaum muslimin dan siapa saja yang ingin memberikan sumbangan..,
dapat diberikan melalui rekening partai keadilan dibawah ini.
Bantuan anda semua sangat dibutuhkan.....

Wassalam
Mohamad Rosadi
Virginia, USA


======================================================================

            Kondisi Kotamadya Ambon dan sekitarnya
          Serta Beberapa tempat di Kabupaten Maluku Tengah

                    Pekan Pertama Bulan Maret 1999
                     By : Tim Pencari Fakta  Pos Keadilan
           Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai  Keadilan  Maluku
           Telp. (0911) 378842, Fax. (0911) 378842, E-mail :
[EMAIL PROTECTED]

Lembaran hari pekan pertama bulan Maret ini dibuka dengan ketegangan
sebagaimana yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya. Siklus kerusuhan
relatif sama, bergulir pekanan, dimulai sejak Idul Fitri 1419 H. Hal ini
membuat umat Islam bertanya-tanya, siapa sebenarnya
yang berada di balik semua kejadian ini?

Senin, 1 Maret 1999
Jam 06.00 laporan dari tim lapangan yang terbakar adalah Kp. Rinjani
Desa Batu Merah,yang diserang oleh warga Nashara gabungan tiga kampung
(Ahuru, Waihoka dan Karpan)dalam jumlah ribuan, korban sementara yang
sudah dievakuasi ke RST, 2 orang korban La Abang, 26 th, luka tembak di
perut kanan (meninggal) dan Abdul Kadir Pelu  luka tembak di
bahu kiri dan dua kakinya. Sementara Mad Riris, luka tembak kaki kiri
tembus, dan Zulkifli Rinowar, luka tembak tangan kanan atas. 2 orang
lagi meninggal yakni Amir La Ane dan Moya Koran. Moya Koran seorang
Mahasiswa STAIN Jurusan Usluhudin Program Studi
Dakwah yang sedang berada dalam Masjid Kampung Ahuru, Batu Merah, korban
ditembak pada bagian leher.  Menurut masyarakat, aparat terlihat tidak
jujur melihat kejadian tsb.
Dilaporkan dua orang aparat pelaku penembakan membantu penyerang kristen
yaitu : Serma Beni (Satpolairud) dan Sertu Steven Riri (Polda Maluku).

Jam 07.00 terlihat asap dari wilayah Desa Batu Merah

Jam 09.30 laporan dari RS Al Fatah 2 orang luka ( Kamaludin, 20 th, luka
panah tangan kiri dan satu lagi belum teridentifikasi). Juga dilaporkan
Masjid Kp. Rinjani sudah dibakar,sementara aparat dilaporkan  menyita
parang dari kaum muslim yang bertahan dari serangan tetapi tidak
demikian terhadap orang Nasrani.

Jam 10.30 2 korban yang dilaporkan terakhir meninggal. Pasukan muslim
dari Al Fatah telah bergerak ke Ahuru dan sebagian ke Waihaong.

Juga dilaporkan kemarin di dekat kantor Kopertis Soya (warga Banda
Ely),5 keluarga muslim diikat dengan tali nilon kemudian dibacok dengan
4-5 bacokan yang sangat besar dan kemudian disembunyikan disebuah sungai
yang berlumpur setelah dibunuh.

Jam 11.00 muslimin dari Al Fatah mencoba menyerang truk berpenumpang 5
orang Nasrani tetapi dihalau oleh petugas, gerakan mereka ke Ahuru pun
masih tertahan aparat.

Identifikasi Korban :

     Meninggal ; Amir La Ane, La Abang dan Moya Koran.
     Luka ; Abdul Kadir Pelu, Mad Riris, Zulkifli Rinowar, Kamaludin,
belum teridentifikasi



Selasa, 2 Maret 1999
Aktivitas hari ini berlangsung cukup tenang, nafas kehidupan kota Ambon
mulai berdenyut sampai siang hari. Namun tengah hari sekitar pukul 11.00
sampai dengan 14.00 terjadi ketegangan yang diakibatkan penghadangan
mobil di depan Gereja Maranatha tak ada
korban hanya bodi mobil yang dibabat dengan parang. Keributan tersebut
tidak sampai menyebar karena segera ditangani aparat, sementara di Al
Fatah massa sudah mulai memblokade jalan, tetapi hanya berlangsung
sekitar setengah jam.

Jam 17.45 dilaporkan dari Al Fatah berangkat rombongan sebanyak 8 mobil
kijang ke Ahuru.

Berita Nasional TVRI pukul 21.00 BTWI melaporkan Kapolda Maluku
menyangkal berita tentang penembakan jama'ah  sholat subuh, tetapi
dikatakan korban tertembak di luar masjid kemudian dibawa ke dalam
masjid sehingga darah tercecer di lantai masjid.



Rabu, 3 Maret 1999
Seorang petugas pos keadilan yang sedang bertugas mengantar sembako ke
Desa Tulehu mendengar penuturan aparat yang mendampingi bahwa kemarin
malam telah dipergoki seseorang mencoba membakar masjid di wilayah
Halong Batu-batu tetapi belum sempat meski telah mengguyur tumpukan Al
Qur'an dengan solar.

Ketika rombongan sembako melewati Kampung Larier terlihat dua rumah
muslim terbakar dan masih terlihat api.

Sesampainya di Tulehu petugas pos tersebut mendapat laporan bahwa telah
terjadi bentrokan kecil ketika beberapa warga Waay kristen dipergoki
oleh beberapa pemuda Tulehu muslim,
dilaporkan dua orang Waay terbunuh.

Sekitar pukul 16.00 terjadi insiden penusukan terhadap Arman Tupamahu
(kristen) di Jalan A.M. Sangadji, peristiwa ini menyulut ketegangan
antar warga meningkat lagi akibatnya TK Al Hilaal dibakar pada malam
harinya (berita diperoleh dari cerita seorang aparat).


               TIM PENCARI FAKTA POS KEADILAN MALUKU
              Sumbangan untuk korban dapat disalurkan
               Melalui Tahapan BCA Cabang Ambon
               Rek. 0440-071830 a.n. Achmad Zaki
               Rek. 0440-190456 a.n. Muhammad Kasuba







______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke