Bung Rosadi, berita warga Ambon yang kristen mati dibacok dan dibakar
juga banyak. Pada intinya rakyat ambon baik yang Islam maupun kristen
teraniaya. Jadi tidak ada gunanya menunjukan bahwa hanya salah satu
pihak saja yang teraniaya. Ingat berita NYT yang berat sebelah kepada
pihak kristen, saya sangat tidak setuju, karena pada intinya yang sedang
menderita adalah rakyat ambon, tidak peduli apapun agamanya dan tidak
peduli apapun tingkat ketaqwaannya kepada Tuhan.
Jadi berpikirlah jernih, ikutlah membantu dengan juga memberikan
pemecahan yang adil. Sudah jelas yang menderita rakyat Ambon, janganlah
kita menambah derita mereka dengan cara yang tidak adil dalam
menyampaikan berita. Saya ikut mengutuk dengan keras para pelaku
pembakar mesjid dan gereja, juga pembunuh rakyat ambon yang islam dan
kristen, juga otak-otak perusuh dibelakang ini. Mudah-mudahan para
'binatang jahanam pembunuh' ini arwahnya tidak dibiarkan tenang. Saya
ikut berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kasih agar memberkati rakyat Ambon
apapun agamanya, semoga Tuhan melindungi mereka dan keluarganya, amin.
peace.

Mohammad Rosadi wrote:
>
> Assalamualaikum wr.wb
>
> Berita lagi tentang Ambon. Insya Allah dari sumber yang sangat bisa
> dipercaya.....
>
> Bagi Kaum muslimin dan siapa saja yang ingin memberikan sumbangan..,
> dapat diberikan melalui rekening partai keadilan dibawah ini.
> Bantuan anda semua sangat dibutuhkan.....
>
> Wassalam
> Mohamad Rosadi
> Virginia, USA
>
> ======================================================================
>
>             Kondisi Kotamadya Ambon dan sekitarnya
>           Serta Beberapa tempat di Kabupaten Maluku Tengah
>
>                     Pekan Pertama Bulan Maret 1999
>                      By : Tim Pencari Fakta  Pos Keadilan
>            Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai  Keadilan  Maluku
>            Telp. (0911) 378842, Fax. (0911) 378842, E-mail :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Lembaran hari pekan pertama bulan Maret ini dibuka dengan ketegangan
> sebagaimana yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya. Siklus kerusuhan
> relatif sama, bergulir pekanan, dimulai sejak Idul Fitri 1419 H. Hal ini
> membuat umat Islam bertanya-tanya, siapa sebenarnya
> yang berada di balik semua kejadian ini?
>
> Senin, 1 Maret 1999
> Jam 06.00 laporan dari tim lapangan yang terbakar adalah Kp. Rinjani
> Desa Batu Merah,yang diserang oleh warga Nashara gabungan tiga kampung
> (Ahuru, Waihoka dan Karpan)dalam jumlah ribuan, korban sementara yang
> sudah dievakuasi ke RST, 2 orang korban La Abang, 26 th, luka tembak di
> perut kanan (meninggal) dan Abdul Kadir Pelu  luka tembak di
> bahu kiri dan dua kakinya. Sementara Mad Riris, luka tembak kaki kiri
> tembus, dan Zulkifli Rinowar, luka tembak tangan kanan atas. 2 orang
> lagi meninggal yakni Amir La Ane dan Moya Koran. Moya Koran seorang
> Mahasiswa STAIN Jurusan Usluhudin Program Studi
> Dakwah yang sedang berada dalam Masjid Kampung Ahuru, Batu Merah, korban
> ditembak pada bagian leher.  Menurut masyarakat, aparat terlihat tidak
> jujur melihat kejadian tsb.
> Dilaporkan dua orang aparat pelaku penembakan membantu penyerang kristen
> yaitu : Serma Beni (Satpolairud) dan Sertu Steven Riri (Polda Maluku).
>
> Jam 07.00 terlihat asap dari wilayah Desa Batu Merah
>
> Jam 09.30 laporan dari RS Al Fatah 2 orang luka ( Kamaludin, 20 th, luka
> panah tangan kiri dan satu lagi belum teridentifikasi). Juga dilaporkan
> Masjid Kp. Rinjani sudah dibakar,sementara aparat dilaporkan  menyita
> parang dari kaum muslim yang bertahan dari serangan tetapi tidak
> demikian terhadap orang Nasrani.
>
> Jam 10.30 2 korban yang dilaporkan terakhir meninggal. Pasukan muslim
> dari Al Fatah telah bergerak ke Ahuru dan sebagian ke Waihaong.
>
> Juga dilaporkan kemarin di dekat kantor Kopertis Soya (warga Banda
> Ely),5 keluarga muslim diikat dengan tali nilon kemudian dibacok dengan
> 4-5 bacokan yang sangat besar dan kemudian disembunyikan disebuah sungai
> yang berlumpur setelah dibunuh.
>
> Jam 11.00 muslimin dari Al Fatah mencoba menyerang truk berpenumpang 5
> orang Nasrani tetapi dihalau oleh petugas, gerakan mereka ke Ahuru pun
> masih tertahan aparat.
>
> Identifikasi Korban :
>
>      Meninggal ; Amir La Ane, La Abang dan Moya Koran.
>      Luka ; Abdul Kadir Pelu, Mad Riris, Zulkifli Rinowar, Kamaludin,
> belum teridentifikasi
>
> Selasa, 2 Maret 1999
> Aktivitas hari ini berlangsung cukup tenang, nafas kehidupan kota Ambon
> mulai berdenyut sampai siang hari. Namun tengah hari sekitar pukul 11.00
> sampai dengan 14.00 terjadi ketegangan yang diakibatkan penghadangan
> mobil di depan Gereja Maranatha tak ada
> korban hanya bodi mobil yang dibabat dengan parang. Keributan tersebut
> tidak sampai menyebar karena segera ditangani aparat, sementara di Al
> Fatah massa sudah mulai memblokade jalan, tetapi hanya berlangsung
> sekitar setengah jam.
>
> Jam 17.45 dilaporkan dari Al Fatah berangkat rombongan sebanyak 8 mobil
> kijang ke Ahuru.
>
> Berita Nasional TVRI pukul 21.00 BTWI melaporkan Kapolda Maluku
> menyangkal berita tentang penembakan jama'ah  sholat subuh, tetapi
> dikatakan korban tertembak di luar masjid kemudian dibawa ke dalam
> masjid sehingga darah tercecer di lantai masjid.
>
> Rabu, 3 Maret 1999
> Seorang petugas pos keadilan yang sedang bertugas mengantar sembako ke
> Desa Tulehu mendengar penuturan aparat yang mendampingi bahwa kemarin
> malam telah dipergoki seseorang mencoba membakar masjid di wilayah
> Halong Batu-batu tetapi belum sempat meski telah mengguyur tumpukan Al
> Qur'an dengan solar.
>
> Ketika rombongan sembako melewati Kampung Larier terlihat dua rumah
> muslim terbakar dan masih terlihat api.
>
> Sesampainya di Tulehu petugas pos tersebut mendapat laporan bahwa telah
> terjadi bentrokan kecil ketika beberapa warga Waay kristen dipergoki
> oleh beberapa pemuda Tulehu muslim,
> dilaporkan dua orang Waay terbunuh.
>
> Sekitar pukul 16.00 terjadi insiden penusukan terhadap Arman Tupamahu
> (kristen) di Jalan A.M. Sangadji, peristiwa ini menyulut ketegangan
> antar warga meningkat lagi akibatnya TK Al Hilaal dibakar pada malam
> harinya (berita diperoleh dari cerita seorang aparat).
>
>                TIM PENCARI FAKTA POS KEADILAN MALUKU
>               Sumbangan untuk korban dapat disalurkan
>                Melalui Tahapan BCA Cabang Ambon
>                Rek. 0440-071830 a.n. Achmad Zaki
>                Rek. 0440-190456 a.n. Muhammad Kasuba
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke