Bang Rosadi yang baik,
Jika bung mau mengingatkan kaum muslim saja, saya malah ingin
mengingatkan kita semua, muslim, kristen, hindu, budha, dan konghutju.
Saya ingin mengingatkan bahwa agama diciptakan Tuhan agar kita mau hidup
berdamai dan harmonis. Soal Ambon adalah soal rakyat yang tak bersalah
dibunuhi, dibakar, dan dikomentari secara sembarangan oleh pihak luar.
Soal ambon adalah soal pengorbanan suatu kota yang kebetulan populasi
kristen dan islamnya seimbang, sehingga jika diadu domba akan
berlangsung dahsyat. Soal Ambon adalah hasil suatu pikiran busuk dari
orang yang tak beragama dan tak takut akan Tuhan untuk menghancurkan
orang-orang beragama melalui pikiran yang sempit akan agamanya.
Bang Rosadi yang baik,
Jika anda mengirimkan suatu berita adalah tugas kita bersama untuk
membahas kebenaran berita itu. Jadi tidaklah mungkin kalau saya ataupun
kawan-kawan lain menghapus dan pura-pura tidak tahu akan berita itu
seperti praktek pemerintahan kita 32 tahun terakhir ini. Berulangkali
saya menyarankan keterbukaan diantara umat muslim dan kristen ataupun
agama lainnya. Jika anda seorang muslim yang baik, maka saya yakin anda
menginginkan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyararakat.
Bang Rosadi yang baik,
Keyakinan anda bahwa peristiwa Ambon adalah tentang adanya orang-orang
kristen yang membenci Islam, adalah amat identik dengan banyak keyakinan
orang Kristen bahwa di Ambon banyak orang Islam yang membenci Kristen.
Buat saya pribadi statement ini terasa kontradiktif. Buat saya Islam
adalah damai, jika ada orang Islam membenci kristen berarti dia bukan
Islam. Kelompok ini hanya menggunakan Islam sebagai alat politik untuk
menghancurkan rakyat yang tak bersalah sekaligus menghancurkan usaha
banyak tokoh yang menginginkan timbulnya persepsi bahwa Islam adalah
damai. Begitu juga dengan kristen, buat saya kristen adalah kasih. Kalau
ada Kristen membenci Islam maka dia bukan kristen. Kelompok ini juga
hanya menjadikan kristen sebagai alat politik dan membuat nama kristen
hancur dimata umat manusia.
Bung Rosadi yang baik,
Saya percaya keikhlasan anda untuk ikut membantu pihak yang tertindas.
Saya hanya menyarankan cobalah berpikir dua sisi. Benarkah hanya umat
Islam saja yang tertindas? Ataukan hanya umat kristen saja yang
tertindas? Lalu apakah tidak ada umat lain yang tertindas? Dengan
pikiran yang jernih dan sunguh-sungguh saya bisa menyatakan bahwa yang
tertindas adalah seluruh rakyat Ambon yang tak bersalah apapun agamanya.
Kalau memang demikian marilah kita ikut membantu dengan bersama-sama
ikut meredakan kemarahan antar umat dan meneriakkan keras-keras ajaran
Tuhan dan Nabi kepada kita, yaitu menebarkan damai dan kasih diantara
umat manusia.
peace.
Mohammad Rosadi wrote:
>
> Bang Blucer yg baik hati...,
>
> Tidak ada maksud saya untuk memancing kemarahan satu pihak atas berita
> yg saya postingkan. Kalaupun saya teruskan berita-berita tentang
> kemalangan yg diterima kaum muslimin, itu semata-mata hanya untuk
> "mengingatkan" kaum muslimin yg lainnya untuk peka dan tanggap atas
> derita yg dialami saudara-saudaranya sesama muslim di Ambon, sehingga
> mereka tergerak hatinya untuk memberikan sumbangan dalam bentuk apa-pun
> juga. That's it !
>
> Sebagaimana layaknya suatu kerusuhan (dimana berlaku hukum
> aksi-reaksi),tentu saja menimbulkan korban dan kerugian di kedua belah
> pihak. Hanya saja tiap orang pasti punya alasan untuk lebih mempercayai
> suatu berita ketimbang berita yg lainnya. Cuma disini saja letak
> masalahnya. Anda dan rekan-rekan lainnya rasanya tidak perlu curiga
> atas maksud pemostingan berita-berita tersebut, apalagi sampai
> melemparkan tuduhan-tuduhan keji, seperti yg dilakukan oleh salah satu
> rekan (yg mengaku muslim)di milis ini ! Lagipula pemostingan berita-
> berita tsb kan bukan suatu bentuk pemaksaan. Kalau memang tidak setuju
> dengan berita tsb.., ya mbok dihapus saja...., atau dibantah dengan
> baik-baik..., beres khan..?
>
> Seperti halnya dengan anda, saya pun ingin agar segala macam
> kerusuhan-kerusuhan yg terjadi di tanah air segera berakhir, sehingga
> kita semua dapat membangun kembali negeri kitatsb. Namun itu semua akan
> sulit terlaksana,selagi masih ada pihak-pihak yg bertindak barbar dan
> biadab kepada pihak lainnya. Peristiwa penyerangan dan pembantaian
> kepada umat Islam di Ambon membuktikan hal itu, telepas dari apa-pun
> agama para bajingan tsb.
>
> Bang Blucer...,
> Kami umat Islam sangat menghargai dan menghormati umat lainnya, dan kami
> tidak akan segan-segan tolong-menolong dan bekerjasama dengan
> orang-orang non muslim seperti anda. Hanya saja kami tidak bisa tinggal
> diam menyaksikan saudara-saudara kami yg tidak berdosa
> dianiaya dan dibunuh sedemikian rupa. Kami tidak bisa terima kalau
> orang-orang tersebut dianiaya dan dibunuh hanya lantaran mereka beragama
> Islam. Kalaupun kami memberikan perlawanan kepada para bajingan tsb, itu
> hanya untuk mempertahankan diri yg merupakan hak asasi setiap manusia,
> bukan untuk membalas dendam, apalagi untuk mengobarkan perang agama.
> Kami hanya memerangi Oknum-oknum non muslim yg membenci kami, tidak
> lebih dari itu, karena mereka kami perangi BUKAN karena agama mereka,
> melainkan karena sifat(perangai) dan tindakan buruk mereka kapada kami.
> Sementara di sisi lain kami siap sekali untuk bekerjasama dan tolong
> menolong dengan orang-orang non-muslim yg baik seperti anda,andrew,bang
> Erson dwi poyo, bang helson, dll. Karena sekali lagi, agama BUKANLAH
> alasan bagi kami untuk membenci dan memerangi orang lain !
>
> Salam hangat
> Mohamad Rosadi
> Virginia, USA
>
> tidak akan segan-segan untuk
>
> kasus ambon, itu semata-mata hanya untuk
> >Bung Rosadi, berita warga Ambon yang kristen mati dibacok dan dibakar
> >juga banyak. Pada intinya rakyat ambon baik yang Islam maupun kristen
> >teraniaya. Jadi tidak ada gunanya menunjukan bahwa hanya salah satu
> >pihak saja yang teraniaya. Ingat berita NYT yang berat sebelah kepada
> >pihak kristen, saya sangat tidak setuju, karena pada intinya yang
> sedang
> >menderita adalah rakyat ambon, tidak peduli apapun agamanya dan tidak
> >peduli apapun tingkat ketaqwaannya kepada Tuhan.
> >Jadi berpikirlah jernih, ikutlah membantu dengan juga memberikan
> >pemecahan yang adil. Sudah jelas yang menderita rakyat Ambon, janganlah
> >kita menambah derita mereka dengan cara yang tidak adil dalam
> >menyampaikan berita. Saya ikut mengutuk dengan keras para pelaku
> >pembakar mesjid dan gereja, juga pembunuh rakyat ambon yang islam dan
> >kristen, juga otak-otak perusuh dibelakang ini. Mudah-mudahan para
> >'binatang jahanam pembunuh' ini arwahnya tidak dibiarkan tenang. Saya
> >ikut berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kasih agar memberkati rakyat Ambon
> >apapun agamanya, semoga Tuhan melindungi mereka dan keluarganya, amin.
> >peace.
> >
> >Mohammad Rosadi wrote:
> >>
> >> Assalamualaikum wr.wb
> >>
> >> Berita lagi tentang Ambon. Insya Allah dari sumber yang sangat bisa
> >> dipercaya.....
> >>
> >> Bagi Kaum muslimin dan siapa saja yang ingin memberikan sumbangan..,
> >> dapat diberikan melalui rekening partai keadilan dibawah ini.
> >> Bantuan anda semua sangat dibutuhkan.....
> >>
> >> Wassalam
> >> Mohamad Rosadi
> >> Virginia, USA
> >>
> >>
> ======================================================================
> >>
> >> Kondisi Kotamadya Ambon dan sekitarnya
> >> Serta Beberapa tempat di Kabupaten Maluku Tengah
> >>
> >> Pekan Pertama Bulan Maret 1999
> >> By : Tim Pencari Fakta Pos Keadilan
> >> Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Maluku
> >> Telp. (0911) 378842, Fax. (0911) 378842, E-mail :
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >>
> >> Lembaran hari pekan pertama bulan Maret ini dibuka dengan ketegangan
> >> sebagaimana yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya. Siklus
> kerusuhan
> >> relatif sama, bergulir pekanan, dimulai sejak Idul Fitri 1419 H. Hal
> ini
> >> membuat umat Islam bertanya-tanya, siapa sebenarnya
> >> yang berada di balik semua kejadian ini?
> >>
> >> Senin, 1 Maret 1999
> >> Jam 06.00 laporan dari tim lapangan yang terbakar adalah Kp. Rinjani
> >> Desa Batu Merah,yang diserang oleh warga Nashara gabungan tiga
> kampung
> >> (Ahuru, Waihoka dan Karpan)dalam jumlah ribuan, korban sementara yang
> >> sudah dievakuasi ke RST, 2 orang korban La Abang, 26 th, luka tembak
> di
> >> perut kanan (meninggal) dan Abdul Kadir Pelu luka tembak di
> >> bahu kiri dan dua kakinya. Sementara Mad Riris, luka tembak kaki kiri
> >> tembus, dan Zulkifli Rinowar, luka tembak tangan kanan atas. 2 orang
> >> lagi meninggal yakni Amir La Ane dan Moya Koran. Moya Koran seorang
> >> Mahasiswa STAIN Jurusan Usluhudin Program Studi
> >> Dakwah yang sedang berada dalam Masjid Kampung Ahuru, Batu Merah,
> korban
> >> ditembak pada bagian leher. Menurut masyarakat, aparat terlihat
> tidak
> >> jujur melihat kejadian tsb.
> >> Dilaporkan dua orang aparat pelaku penembakan membantu penyerang
> kristen
> >> yaitu : Serma Beni (Satpolairud) dan Sertu Steven Riri (Polda
> Maluku).
> >>
> >> Jam 07.00 terlihat asap dari wilayah Desa Batu Merah
> >>
> >> Jam 09.30 laporan dari RS Al Fatah 2 orang luka ( Kamaludin, 20 th,
> luka
> >> panah tangan kiri dan satu lagi belum teridentifikasi). Juga
> dilaporkan
> >> Masjid Kp. Rinjani sudah dibakar,sementara aparat dilaporkan menyita
> >> parang dari kaum muslim yang bertahan dari serangan tetapi tidak
> >> demikian terhadap orang Nasrani.
> >>
> >> Jam 10.30 2 korban yang dilaporkan terakhir meninggal. Pasukan muslim
> >> dari Al Fatah telah bergerak ke Ahuru dan sebagian ke Waihaong.
> >>
> >> Juga dilaporkan kemarin di dekat kantor Kopertis Soya (warga Banda
> >> Ely),5 keluarga muslim diikat dengan tali nilon kemudian dibacok
> dengan
> >> 4-5 bacokan yang sangat besar dan kemudian disembunyikan disebuah
> sungai
> >> yang berlumpur setelah dibunuh.
> >>
> >> Jam 11.00 muslimin dari Al Fatah mencoba menyerang truk berpenumpang
> 5
> >> orang Nasrani tetapi dihalau oleh petugas, gerakan mereka ke Ahuru
> pun
> >> masih tertahan aparat.
> >>
> >> Identifikasi Korban :
> >>
> >> Meninggal ; Amir La Ane, La Abang dan Moya Koran.
> >> Luka ; Abdul Kadir Pelu, Mad Riris, Zulkifli Rinowar, Kamaludin,
> >> belum teridentifikasi
> >>
> >> Selasa, 2 Maret 1999
> >> Aktivitas hari ini berlangsung cukup tenang, nafas kehidupan kota
> Ambon
> >> mulai berdenyut sampai siang hari. Namun tengah hari sekitar pukul
> 11.00
> >> sampai dengan 14.00 terjadi ketegangan yang diakibatkan penghadangan
> >> mobil di depan Gereja Maranatha tak ada
> >> korban hanya bodi mobil yang dibabat dengan parang. Keributan
> tersebut
> >> tidak sampai menyebar karena segera ditangani aparat, sementara di Al
> >> Fatah massa sudah mulai memblokade jalan, tetapi hanya berlangsung
> >> sekitar setengah jam.
> >>
> >> Jam 17.45 dilaporkan dari Al Fatah berangkat rombongan sebanyak 8
> mobil
> >> kijang ke Ahuru.
> >>
> >> Berita Nasional TVRI pukul 21.00 BTWI melaporkan Kapolda Maluku
> >> menyangkal berita tentang penembakan jama'ah sholat subuh, tetapi
> >> dikatakan korban tertembak di luar masjid kemudian dibawa ke dalam
> >> masjid sehingga darah tercecer di lantai masjid.
> >>
> >> Rabu, 3 Maret 1999
> >> Seorang petugas pos keadilan yang sedang bertugas mengantar sembako
> ke
> >> Desa Tulehu mendengar penuturan aparat yang mendampingi bahwa kemarin
> >> malam telah dipergoki seseorang mencoba membakar masjid di wilayah
> >> Halong Batu-batu tetapi belum sempat meski telah mengguyur tumpukan
> Al
> >> Qur'an dengan solar.
> >>
> >> Ketika rombongan sembako melewati Kampung Larier terlihat dua rumah
> >> muslim terbakar dan masih terlihat api.
> >>
> >> Sesampainya di Tulehu petugas pos tersebut mendapat laporan bahwa
> telah
> >> terjadi bentrokan kecil ketika beberapa warga Waay kristen dipergoki
> >> oleh beberapa pemuda Tulehu muslim,
> >> dilaporkan dua orang Waay terbunuh.
> >>
> >> Sekitar pukul 16.00 terjadi insiden penusukan terhadap Arman Tupamahu
> >> (kristen) di Jalan A.M. Sangadji, peristiwa ini menyulut ketegangan
> >> antar warga meningkat lagi akibatnya TK Al Hilaal dibakar pada malam
> >> harinya (berita diperoleh dari cerita seorang aparat).
> >>
> >> TIM PENCARI FAKTA POS KEADILAN MALUKU
> >> Sumbangan untuk korban dapat disalurkan
> >> Melalui Tahapan BCA Cabang Ambon
> >> Rek. 0440-071830 a.n. Achmad Zaki
> >> Rek. 0440-190456 a.n. Muhammad Kasuba
> >>
> >> ______________________________________________________
> >> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com