akh enggak juga. Kawan seperti bung Ichwan R., bung Yusuf W.ataupun
daeng Ida malah bisa lebih bersahabat dalam membicarakan SARA ini.

Hadeer wrote:
>
> Saya setuju sekali dengan apa yang ditulis Sitorus dibawah ini
> (Salam buat Joko dan Acong .....kidding lagi :-) )
>
> Kalau dulu, musuh kita sangat jelas.....orang bule...hidung
> macung....kulit pucat....ngomong Belanda....
>
> Tapi sekarang musuhnya adalah diri sendiri, kawan sendiri......musuh
> yang kita ciptakan sendiri. Dan ini yang agak susah melawannya...
>
> Saya pernah mengajak Rekan - rekan disini untuk Blak-blakan
> membicarakan perbedaan KITA dalam SARA....tapi kaya'nya malah saya
> yang dituding memanaskan "suasana" dan "kehangatan" Mailing List
> Permias dengan diskusi SARA....
>
> He...he....he.....sampai kapanpun kalo nggak diomongin masalah
> Perbedaan Ini....masih saja akan ada API DI DALAM SEKAM....atau kata
> orang bijak bilang......sebuah Perkawanan yang Semu.....:-) ......
> cikal bakal kehancuran....
>
> Bagaimana ???
>
> Smile,
> Hadeer
>
> ----------
> > From: Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: WAWASAN KEBANGSAAN sebagai CORE solution.
> > Date: 29 Maret 1999 14:01
> >
> > "Wawaan Kebangsaan " yang dimaksud adalah
> > persepsi adanya perbedaan di Indonesia ( SARA ) dan mengakuinya
> sebagai
> > kekayaan yang harus tetap dijaga dan dipelihara. Mengapa mahasiswa
> > Indonesia yang sudah mulai kritis dalam iklim politik bangsa dan
> kehidupan
> > berbangsa , tetapi tidak pernah mengadakan penelitian terhadap titik
> -
> > titik kerawanan "SARA" untuk mengurangi konflik yang akan terjadi (
> Sosial
> > - Budaya ), bukan hanya mengkritik arus atau eksisting saja tanpa
> membuat
> > solusi jangka panjang. (???).

Kirim email ke