On Tue, 30 Mar 1999, Hadeer wrote:
Mas.. kalau dalam diskusi ini dilarang membicarakan SARA atau perbedaan di
dalam keberagaman bangsa Indonesia maka sampai kapanpun masalah sosial di
bangsa kita tidak akan pernah selesai . paling tidak minimal.
Mengapa tidak pernah ada penelitian yang dilakukan sosiolog Indonesia (
Human Capital ) terhadap masalah SARA ini untuk membantu pemerintah dalam
melakukan kebijaksanaan berdasarkan pertimbangan adanya perbedaan , tetapi
justru yang dapat menciptakan solusi SARA di perkotaan ? Karena pemerintah
ORDE BARU "mengharamkan" apapun yang menyangkut SARA baik penelitian
sampai diskusi....bisa - bisa katanya subversif.
Dengan adanya pembicaraan / diskusi mengenai SARA secara ilmiah dapat
menambah wawasan kebangsaan.
Memang, musuh kita ada saudara sebangsa sendiri, tetapi tidak disangkal
juga ada peran orang asing ( saya tahu apa yang dikatakan Winters kepada
wartawan di Jakarta bahwa Amerika Serikat tidak ikut campur terhadap
masalah di Indonesia ) melalui tangannya di Indonesia.
Berubahnya dari Negara KESATUAN menjadi negara federasi bukan berarti akan
memberi angin segar bagi masa depan bangsa INDONESIA dengan pola
kebijaksanaanya disegala bidang sampai perekonomiannya.
============================================================================
> Saya setuju sekali dengan apa yang ditulis Sitorus dibawah ini
> (Salam buat Joko dan Acong .....kidding lagi :-) )
>
> Kalau dulu, musuh kita sangat jelas.....orang bule...hidung macung....kulit
> pucat....ngomong Belanda....
>
> Tapi sekarang musuhnya adalah diri sendiri, kawan sendiri......musuh yang
> kita ciptakan sendiri. Dan ini yang agak susah melawannya...
>
> Saya pernah mengajak Rekan - rekan disini untuk Blak-blakan membicarakan
> perbedaan KITA dalam SARA....tapi kaya'nya malah saya yang dituding
> memanaskan "suasana" dan "kehangatan" Mailing List Permias dengan diskusi
> SARA....
> He...he....he.....sampai kapanpun kalo nggak diomongin masalah Perbedaan
> Ini....masih saja akan ada API DI DALAM SEKAM....atau kata orang bijak
> bilang......sebuah Perkawanan yang Semu.....:-) ...... cikal bakal
> kehancuran....
>
> Bagaimana ???
>
> Smile,
> Hadeer
>
>
> ----------
> > From: Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: WAWASAN KEBANGSAAN sebagai CORE solution.
> > Date: 29 Maret 1999 14:01
> >
> > "Wawaan Kebangsaan " yang dimaksud adalah
> > persepsi adanya perbedaan di Indonesia ( SARA ) dan mengakuinya sebagai
> > kekayaan yang harus tetap dijaga dan dipelihara. Mengapa mahasiswa
> > Indonesia yang sudah mulai kritis dalam iklim politik bangsa dan
> kehidupan
> > berbangsa , tetapi tidak pernah mengadakan penelitian terhadap titik -
> > titik kerawanan "SARA" untuk mengurangi konflik yang akan terjadi (
> Sosial
> > - Budaya ), bukan hanya mengkritik arus atau eksisting saja tanpa membuat
> > solusi jangka panjang. (???).
>