Efron Dwi Poyo Wrote:
>>Bung Rosadi,
>Yang pertama menyoal Theo Syafei (TS). Saya tak pernah mengenal TS.
>Sejarah kariernya juga tidak. Apalagi bertatap muka dengannya. Bahkan
>saya baru tahu TS beragama Kristen sejak mencuat kasus ceramahnya.
Loh bukankah anda sendiri yang mengatakan saya sebagai orang bodoh
(tanpa tanda kutip), karena tidak menghadir/mendengarkan ceramah bp.Theo
Syafei ??? Jadi asumsi saya atas pernyataan ini, pastilah anda seorang
yang pintar, karena TELAH menghadiri/mendengarkan ceramah bp. Theo
Syafei..:)
Efron Dwi Poyo Wrote:
> Namun secara umum saya sangat berhati-hati untuk merespons setiap
>berita kontroversial mengenai seorang tokoh kalau saya memang tidak
>mengetahuinya. Saya pernah menulis sesuatu yang negatif terhadap >Amien
Rais (AR) dalam suatu Milis karena memang saya tahu dan pernah >bertemu
dengan AR semasa mahasiswa sementara AR sebagai dosen. Jadi >sangat tak
pantas Anda menghujat TS lewat tulisan,karena tulisan >dibuat dengan
sadar dan bukan suatu yang spontan. Lain halnya jika >Anda memang tahu
persis mengenai kebodohan dan kefasikan TS. Jika >memang benar berarti
saya yang salah tentang Anda.
Saya tidak menghujat bp.Theo Syafei(ada yang tahu definisi
menghujat..?). Saya cuma mengatakan beliau sebagai orang yang "bodoh dan
fasik"(dengan tanda kutip loh) karena pernyataan yang dilontarkannya.
Rasanya TIDAK PERLU mengenal beliau secara langsung untuk hal yang
beginian, karena maslahnya kan beliau sendiri tidak membantah atau
meminta maaf atas pernyataannya itu.Kalaulah beliau membantah(minimal
minta maaf lah), maka predikat "bodoh dan fasik" dalam tanda kutip ini
akan hilang dengan sendirinya. paham ya bung..?
Oh ya..,juga tolong dibedakan antara "menulis secara langsung" dengan
"menanggapi" sebuah tulisan atau pernyataan. Tulisan anda terhadap
seorang tokoh (bp Amien Rais) memang sudah seharusnya berdasarkan
pengalaman pribadi anda(walaupun tidak mewakili seluruh kepribadian
sang tokoh tersebut). Sementara dalam menanggapi suatu berita atau
tulisan lebih ditekankan pada "kebenaran sumber berita" (yang disertai
BUKTI NYATA tentunya) dan faktor-faktor pendukung lainnya(seperti akibat
yang ditimbulkan dan tidak adanya bantahan dari tokoh atau orang lain
yang tau persis tentang berita tersebut atau tokoh yang diberitakan).
Efron Dwi Poyo Wrote:
>Yang kedua meyoal penghujatan Yesus Kristus. Jika hanya menyoalkan
>ketuhanan-Nya, hal ini tak perlu saya tuliskan dan perdebatkan di sini
karena ini masalah keimanan. Hujatan yang dilontarkan sangatlah tidak
sopan,yang bahkan barangkali orang muslim pun sangat risih mendengarnya.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa memang ada penceramah yang
berlebihan dalam menyoal masalah ketuhanan yesus ini..(untuk itu lah
saya pribadi minta maaf pada anda dan umat kristen lainnya), tapi saya
rasa itu jumlahnya relatif kecil kan dan TIDAK "selalu", seperti yang
anda katakan sebelumnya.
Efron Dwi Poyo Wrote:
>Saya pernah mendengar khotbah seorang pendeta yang mengatakan di dalam
Kristen dosa yang tak terampuni adalah "menghujat Roh Kudus". Jadi jika
memang tak percaya silakan tak percaya, namun janganlah sekali-sekali
menghujat Roh Kudus, katanya lagi.
Mengenai dosa.., nanti saja kita buktikan di akherat kelak.., siapa yang
benar-benar berdosa. Tapi saya setuju kok bahwa kata-kata hujatan memang
tidak boleh digunakan dalam menyoal masalah ketuhanan Yesus
sekalipun(tampaknya anda sudah mulai memahami arti kata "Menghujat"..:)
Efron Dwi Poyo Wrote:
>Yang terakhir, jika memang Anda masih mau menanggapi kiranya dipertegas
yang mana tulisan saya dan yang mana tulisan Anda. Contoh di bawah ini
adalah tidak baik.
Bung Efron..bung Efron...., masakan anda tidak bisa membedakan mana
tulisan anda, dan mana tulisan saya..? Saya sengaja tidak mencantumkan
nama anda sebagai "tanda" karena saya pikir tanda ">" sudah cukup
sebagai tanda tulisan yang hendak ditanggapi.lagipula email dibawah ini
kan sifatnya kan untuk menganggapi.., jadi tentunya mudah sekali untuk
melihat mana tulisan yang akan ditanggapi dan mana tulisan yang
menanggapi. Namun walau begitu saya mohon maaf loh.., kalo memang anda
kurang berkenan dengan format tulisan seperti itu, karena memang tidak
disengaja.
Untuk selanjutnya saya berjanji akan mencantumkan nama anda jika saya
menanggapi tulisan anda
Salam
Mohamad Rosadi
Virginia
>Wassalam,
>Efron
>
>-----Original Message-----
>From: Mohammad Rosadi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Wednesday, 13 January, 1999 12:29
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Fwd: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA MENYESATKAN
>
>Alooo bung Efron yang baik dan "pintar" ...:)
>
>mo jawab tanggapan anda nih..., boleh ya....
>
>Efron Dwi poyo wrote:
>
>
>>Kebetulan rumah saya berdekatan dengan mesjid. Setiap 17 Ramadhan
>selalu ada ceramah dalam rangka Nuzulul Quran. Dalam ceramah tersebut
>selalu ada ada ejekan bahkan hujatan terhadap Yesus Kristus.
>
>Ejekan yang seperti apa bung....,jelasin dong. Kalo yang anda maksud
>ejekan itu adalah soal mempermaslahkan ketuhanan Yesus Kristus.., itu
>mah bukan ejekan...tapi memang dikutip dari Al-Qur'an. Ya kalo hal itu
>anda sebut sebagai ejekan dan hujatan..bisa berabe nih..soalnya kan
>KITAB SUCI umat Islam yang "bicara"..., bisa-bisa anda nanti dituduh
>melecehkan umat Islam (semoga saja saya salah...)
>
> Pertanyaan saya mengapa
>>orang-orang itu tidak ditangkap karena menghujat agama lain? Memang
>ceramah itu untuk lingkungan terbatas. Namun corong mesjid bisa
>terdengar sedikitnya dalam radius 500 m.
>
>Saya akui memang ada beberapa penceramah yang melampaui batas dalam
>memberikan ceramahnya...tapi kan masalah yang dibahas (ketuhanan Yesus)
>memang ada dan terdapat dalam Al-Qur'an. Dan lagi ceramah itu (seperti
>yang anda akui) kan memang untuk konsumsi umat Islam, dan TIDAK
>menghasut Umat untuk berbuat kerusuhan (apa ada penceramah di mesjid
>dekat rumah anda yang menghasut umat Islam untuk membenci umat
>kristen...???). Masalahnya harus kita bedakan dong...kalo cuma "quote"
>dari al-Qur'an dan membahasnya, saya rasa itu bukan penghinaan....
>apalagi hujatan, makanya nggak perlu takut pake pengeras suara radius
>100 km sekalipun...wong cuma mengutip dari kitab suci kok.
>
>Cuma kalo ada penceramah yang "berlebihan" dalam membahas ketuhanan
>Yesus ini..., Saya pribadi mohon maaf pada anda dan umat Kristen
>lainnya. Percaya deh...saya juga akan selalu mencoba mengingatkan jika
>saya bertemu dengan penceramah seperti itu.
>
> Lain halnya dengan Theo Syafei. Ia berceramah di
>>lingkungan tertutup namun tidak ada corong pengeras suara yang
melongok
>ke luar gedung.
>
>Memangnya gila apa si theo ini... ceramah begituan pake pengeras suara
>keluar gedung...ya ketauan dong isi ceramahnya...wong direkam pake
kaset
>aja dia sudah "kelabakan". Lagian isi ceramah dia kan tidak mengutip
>dari injil khan..? Masak ceramah kayak begitu anda tidak bisa bedakan
>sih...
>
>>Saya tidak tahu persis apakah Theo Syafei itu "bodoh dan fasik". Namun
>yang jelas Anda sendirilah yang sangat bodoh karena tidak pernah
>>mendengar/mengikuti ceramah itu. Bodoh??...ya...memang Andalah yang
>sangat bodoh.
>
>Terima kasih atas "pujian" anda sebelumnya..., saya memang tidak
>sepintar anda yang tentunya telah mendengar/mengikuti ceramah bp. theo
>ini.
>Oh ya..,lain kali kalo anda bertemu dengan bp. theo...tolong kasih tau
>beliau..kalo mau ceramah lagi..ya mbok orang bodoh seperti saya ini
>diundang dong,....biar jadi pintar seperti anda...:)
>
>Salam
>Mohamad Rosadi
>
>
>
>>Wassalam,
>>Efron
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Mohammad Rosadi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: Wednesday, 13 January, 1999 10:25
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: Fwd: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA
MENYESATKAN
>>
>>>Bung Rosadi,
>>
>>Bung Patiwael,
>>
>>>Hayooo bung, kemarin nasehatin saya supaya tidak menuduh sembarangan
>>Bp.Adi Sasono,
>>>Sekarang kok Bung malah jadi panasan gini sih....
>>
>>Salah lagi..,udah lama saya nasehatin kamu, bukannya kemarin...:)
>>
>>Saya panasan..? ah nggak kok...kan saya cuma kasih komentar bp. Theo
>itu
>>orang "bodoh dan fasik". "Bodoh" karena tidak ada pengetahuan tentang
>>yang hal-hal yang diucapkan. masak umat Islam Indonesia dibilang mau
>>membuat negara Islam...,apaan namanya tuh...REPUBLIKA ya...(Koran
>>kali...:). Fasik karena ucapannya yang bersifat "menghasut" massa yang
>>sebenarnya tidak punya masalah apa-apa dengan umat Islam, sehingga
>>menimbulkan rasa permusuhan diantara sesama komponen bangsa.
>>Saya kasih komentar kayak begini ini juga setelah mengecek
>>kesana-kemari, dan membaca berbagai informasi..., tidak asal main cuap
>>saja. Lagian kan bp. Theo sendiri tidak membantah sama sekali isi
>>ceramahnya itu...
>>
>>
>>>hati-hati....liat dulu move Theo selanjutnya....kan masih banyak
>tanda
>>tanya...
>>
>>Move apaan..., mo tunggu sampe kayak orang di Dili(TIMTIM)dulu apa..,
>>yang dibantai segitu rupa..., sorry aja ya...:)
>>
>>Oh ya.., jangan lupa bp. Theo kita ini kan juga salah satu anteknya
pak
>>Harto dulu..., bisa aja kan dia sengaja memanas-manasi massa..., lalu
>>suasana rusuh, dan kekuatan ORBA bangkit lagi....
>>Kok nggak ada seh yang berpikiran kayak gitu..., biasanya kan
>>sensitivitas rekan-rekan semua terhadap adanya antek-antek ORBA (yang
>>mau membangun kekuatannya lagi) begitu tinggi..., sampe-sampe ormas
dan
>>tokoh Islam yang baik sekalipun dibilang pendukung ORBA..:)
>>Kok sekarang ada kasus beginian malah pada loyo semua....????
>>
>>
>>>Saya selalu mengingat nasehat anda.....
>>
>>Mudah-mudahan saja begitu..., supaya kita tidak berulang-ulang menuduh
>>orang sembarangan tanpa BUKTI NYATA (seperti kaset rekaman ceramah
yang
>>tidak dibantah oleh si penceramah sendiri misalnya...:)
>>
>>
>>Salam
>>
>>Mohamad Rosadi
>>
>>
>>>Andrew Pattiwael
>>>The Military College of Vermont
>>>Norwich University Corps of Cadets
>>>
>>>On Mon, 11 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
>>>
>>>> Assalamualikum Wr.Wb..
>>>>
>>>> Setelah membaca tulisan tentang pidato Theo Syafei.., saya hanya
>bisa
>>>> berkomentar:
>>>>
>>>> Begitulah akibatnya kalo orang "bodoh dan Fasik"(seperti Theo
>>>> Syafei)menyampaikan berita..., penuh dengan KEBOHONGAN dan
FITNAH..,
>>>> serta MENYESATKAN orang lain.
>>>> Berhati-hatilah dengan orang seperti ini......
>>>>
>>>> Wassalam
>>>> Mohamad Rosadi
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> >From [EMAIL PROTECTED] Mon Jan 11 08:59:49 1999
>>>> >Received: from [128.230.20.20] by hotmail.com (1.0) with SMTP id
>>>> MHotMail3093518431102058835065324772162562068399034; Mon Jan 11
>>08:59:49
>>>> 1999
>>>> >Received: from mailer (128.230.20.20) by mailer.syr.edu (LSMTP for
>>>> Windows NT v1.1a) with SMTP id <[EMAIL PROTECTED]>; Mon, 11
>>Jan
>>>> 1999 9:55:28 -0500
>>>> >Received: from LISTSERV.SYR.EDU by LISTSERV.SYR.EDU
>(LISTSERV-TCP/IP
>>>> release
>>>> > 1.8c) with spool id 47188 for [EMAIL PROTECTED];
>>Mon,
>>>> 11 Jan
>>>> > 1999 09:55:30 -0500
>>>> >Received: from theta2.ben2.ucla.edu by listserv.syr.edu (LSMTP
Lite
>>for
>>>> Windows
>>>> > NT v1.1a) with SMTP id <[EMAIL PROTECTED]>;
>Mon,
>>11
>>>> Jan
>>>> > 1999 9:55:30 -0500
>>>> >Received: from priono
>(pool0047-max2.ucla-ca-us.dialup.earthlink.net
>>>> > [207.217.13.111]) by theta2.ben2.ucla.edu (8.8.8/8.8.8)
>>with
>>>> SMTP id
>>>> > GAA13680 for <[EMAIL PROTECTED]>; Mon, 11 Jan
1999
>>>> 06:55:19
>>>> > -0800
>>>> >X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>>>> >X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Pro Version 4.1
>>>> >Mime-Version: 1.0
>>>> >Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
>>>> >Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
>>>> >Date: Mon, 11 Jan 1999 06:55:27 -0800
>>>> >Reply-To: Indonesian Students in the US
>><[EMAIL PROTECTED]>
>>>> >Sender: Indonesian Students in the US
>><[EMAIL PROTECTED]>
>>>> >Comments: RFC822 error: <W> MESSAGE-ID field duplicated. Last
>>>> occurrence
>>>> > was retained.
>>>> >Comments: RFC822 error: <W> Incorrect or incomplete address
>>field
>>>> found and
>>>> > ignored.
>>>> >From: Pandu Riono <[EMAIL PROTECTED]>
>>>> >Subject: Fwd: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA MENYESATKAN
>>>> >To: [EMAIL PROTECTED]
>>>> >
>>>> >>Date: Mon, 11 Jan 1999 02:09:32 +0100
>>>> >>Subject: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA MENYESATKAN
>>>> >>oleh A. Yuswara
>>>> >>
>>>> >>Jelas, bahwa transkrip ceramah Theo Syafei yang menghebohkan itu
>>>> >>merupakan ekspresi jujur perasaan seorang yang bukan-Muslim, di
>>tengah
>>>> >>meningkatnya tekanan terhadap kalangan Kristen -- tekanan yang
>>>> dilakukan
>>>> >oleh grup
>>>> >>yang mengatasnamakan Islam, khususnya KISDI.
>>>> >>
>>>> >>Ceramah itu diberikan kepada kalangan umat Kristen secara
>terbatas,
>>>> >>September 1998 di Anyer, Jawa Barat, sebelum Sidang Istimewa MPR
>>yang
>>>> >>lalu. Sejak itu ditranskrip dan disebarluaskan, sampai ke Kupang,
>>>> sebelum
>>>> >>peristiwa pembakaran masjid di sana. Siapa yang menyebar luaskan
>>>> >>tidak diketahui. Tetapi Theo Syafei sendiri dalam transkrip
>memberi
>>>> >>kesan, bahwa ceramahnya itu ia harapkan disebar-luaskan, agar
>>>> >>dijadikan opini umum ("diopinikan", katanya).
>>>> >>
>>>> >>Bahwa suara itu datang dari seorang purnawirawan ABRI, dan antara
>>lain
>>>> >>mengungkapkan ketegangan antara kelompok agama di kalangan
>militer,
>>>> >>menunjukkan betapa gawatnya hubungan Islam-Kristen di masa
>terakhir
>>>> >>Soeharto. Kita mungkin tidak akan dapat menentukan secara persis
>>sejak
>>>> >>kapan pimpinan ABRI menjadi rusak (malahan mungkin retak) karena
>>>> >>perbedaan agama di kalangan para jenderal.
>>>> >>
>>>> >>Ada yang mengatakan, ini bermula dari masa ketika Jenderal Benny
>>>> >>Moerdani memegang peran penting dalam "intelligence community"
>>>> >>Indonesia, baik sebagai Ass Intel Pangab maupun sebagai Ketua
>BAIS.
>>>> >>Jend. Benny seorang Katolik, dan sangat mungkin -- berbareng
>dengan
>>>> >>kuatnya kecurigaan kepada ekstremisme Islam di masa itu -- ia
>punya
>>>> >>bias untuk tidak menyukai, atau mencurigai, banyak hal yang
>>berwarna
>>>> >Islam. Mungkin saja ia dengan
>>>> >>sengaja menyingkirkan perwira yang latarbelakang Islamnya kuat,
>>>> >>misalnya yang dulu di SMA, sebelum masuk AKABRI, jadi anggota
>>>> organisasi
>>>> >pelajar Islam.
>>>> >>Menurut seorang bekas perwira intel yang aktif masa itu,
>>"pembersihan"
>>>> >>ini terutama berlangsung di dinas intel.
>>>> >>
>>>> >>Waktu itu pandangan ABRI terhadap aktivis Islam memang negatif,
>>karena
>>>> >>pengalaman lama dengan gerakan Darul Islam di hutan, juga karena
>>>> >>ketakutan akan radikalisme yang diilhami, dan mungkin didorong,
>>oleh
>>>> >>Lybia dan Iran. Banyak yang belum lupa, bahwa di masa dinas
Benny
>>>> >>sebagai orang intel No.1, terjadi "Peristiwa Woyla", ketika
>>sejumlah
>>>> >>anak muda Islam membajak Pesawat "Woyla". Mereka berhasil
>>dilumpuhkan
>>>> >>di airport Bangkok, oleh tim Kopassus yang sudah disiapkan untuk
>>>> >>melawan terorisme. Ada indikasi bahwa kelompok anak muda ini,
yang
>>>> >>memang "fanatik", dipancing oleh militer untuk berbuat nekad,
>>memakai
>>>> >>jalan kekerasan tapi tidak siap benar, sehingga mudah
>>>> >>digebuk. Dalam pengadilan, diketahui ada seorang intel ABRI yang
>>>> >>diselundupkan ke dalam gerakan yang dipimpin Imron itu. Setelah
>>>> >>diadili, mereka dilenyapkan. Kemungkinan dibunuh.
>>>> >>
>>>> >>Cara keras ABRI masa itu terhadap aktivisme Islam mencapai
>>puncaknya
>>>> >>ketika ada demonstrasi massal di Tanjung Priok, yang kemudian
>>dikenal
>>>> >>sebagai "Peristiwa Priok". Diperkirakan 100 sampai dengan 300
>orang
>>>> ditembak
>>>> >>mati oleh Kopassus dan jenazahnya dikuburkan entah di mana.
>>>> >>
>>>> >>Sakit Hati
>>>> >>
>>>> >>Kecurigaan kepada radikalisme Islam tidak terbatas di situ. Bias
>>>> >>negatif terhadap (aktivisme) Islam juga dirasakan pengaruhnya di
>>>> >>kalangan perwira ABRI yang masih sedang naik jenjang karirnya
>waktu
>>>> itu.
>>>> >Memang masih
>>>> >>perlu diteliti, sejauh mana bias itu mempengaruhi promosi mereka.
>>>> >>Tetapi perkembangan setelah Benny Moerdani berhenti menunjukkan
>>memang
>>>> >>ada sejumlah perwira yang sakit hati oleh cara seleksi masa itu.
>>>> Umumnya
>>>> >>mereka datang dari keluarga Islam santri, atau yang di masa SMA
>>pernah
>>>> >>jadi anggota Pelajar Islam Indonesia. (Di antara perwira tinggi
>>memang
>>>> >>ada yang punya latarbelakang itu, misalnya Jend. Subagio, KASAD
>>yang
>>>> >>sekarang).
>>>> >>
>>>> >>Mereka yang tersingkir ini kemudian mendapatkan kesempatan
>membalas
>>>> >>ketika Benny Moerdani dan orang kepercayaannya turun. Apalagi
>>setelah
>>>> >>ada ketegangan antara Benny dan Presiden Soeharto, dan terutama
>>ketika
>>>> >>Prabowo Subianto naik. Banyak versi yang menjelaskan kenapa
>>demikian,
>>>> >>tapi belum diketahui mana yang benar. Yang pasti, Prabowo
menjadi
>>>> motor
>>>> >>penggerak tindakan "de-Benny-isasi" yang kemudian terjadi.
>>>> >>
>>>> >>Prabowo membenci Benny dengan berapi-api. Perlu ditelaah lebih
>>lanjut,
>>>> >>apa yang menyebabkannya. Sifat Prabowo memang emosional,tak bisa
>>>> >>mengendalikan perasaan benci atau dendam. Tetapi ia tidak
dikenal
>>>> sebagai
>>>> >aktivis
>>>> >>Islam; ia datang dari ayah Jawa abangan (Prof. Sumitro) dan ibu
>>>> >>Kristen. Mungkin ada konflik pribadi antara Prabowo dan Benny,
>>mungkin
>>>> >Prabowo ingin
>>>> >>mengambil simpati Islam untuk ambisi politiknya, mungkin pula
>>Prabowo
>>>> >>hanya mencoba menyenangkan mertuanya, Presiden Soeharto -- yang
>>waktu
>>>> >>itu sudah tidak suka lagi kepada Benny, entah mengapa.
>>>> >>
>>>> >>Pokoknya dengan naiknya Prabowo, ada semacam gerakan balasan:
>>perwira
>>>> >>yang bukan Islam disingkirkan. Temperamen Prabowo sangat
>>berpengaruh
>>>> >>dalam cara penyingkiran ini, yaitu terang-terangan menggunakan
>>>> kriteria agama.
>>>> >>Sistem dan prosedur promosi dan mutasi yang normal praktis
>dirusak.
>>>> >>Ini pun melahirkan rasa sakit hati di kalangan para perwira yang
>>>> >>beragama Kristen, dan dampaknya masih terus sampai Prabowo jatuh.
>>>> >>Pembatalan pengangkatan Johny Lumintang hanya beberapa jam
setelah
>>ia
>>>> >>menggantikan Prabowo sebagai Pangkostrad, (Mei 1998), menunjukkan
>>>> bahwa
>>>> >Pangab Jend. Wiranto juga
>>>> >>masih harus hati-hati untuk mempromosikan seorang Kristen ke
>posisi
>>>> >>strategis.
>>>> >>
>>>> >>Singkatnya, pimpinan ABRI tidak lagi seperti dulu, yang
>>membanggakan
>>>> >>naik turunnya perwira berdasarkan "merit" atau prestasi, bukan
>>>> >>berdasarkan agama. ABRI tidak lagi imun dari konflik antar
>>golongan.
>>>> >>Ini memang
>>>> >>mencemaskan, dan agaknya suara Theo Syafei -- sebagai mantan
>>perwira
>>>> >>tinggi -- mencerminkan frustrasi dan keprihatinan tentang keadaan
>>itu.
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>Siapa Memojokkan ABRI dan Dwi Fungsi?
>>>> >>
>>>> >>Tetapi jika kita baca transkrip ceramah Theo Syafei, kita akan
>>melihat
>>>> >>juga bagaimana seorang yang berani berbicara jujur belum tentu
>juga
>>>> >>berbicara benar. Transkrip ceramah itu menunjukkan macam-macam
>>salah
>>>> >>data dan salah analisa.
>>>> >>
>>>> >>Salah data yang mencolok misalnya tentang Zaky Makarim, Ketua BIA
>>yang
>>>> >>pekan ini baru diganti. Menurut Theo Syafei, (ceramahnya
diucapkan
>>>> bulan
>>>> >>September, sebelum Sidang Istimewa), Zaky Makarim, meskipun teman
>>>> >>dekat Prabowo, tidak juga dicopotoleh Wiranto, karena kakak Zaky
>>>> >>adalah Anwar Makarim, seorang Ketua ICMI. Padahal kakak Zaky
>>Makarim
>>>> >>adalah Nono Anwar Makarim, seorang lawyer yang lebih banyak
>tinggal
>>di
>>>> >>AS, bekas pemimpin redaksi Harian KAMI, yang tidak pernah masuk
>>>> >>organisasi Islam apapun.
>>>> >>
>>>> >>Sementara itu Wiranto tahu, menurut sebuah sumber, bahwa
>sebetulnya
>>>> >>hubungan antara Zaky dan Prabowo tidak sedekat diduga. Sebelum
>>>> >>Wiranto mencopot Prabowo dari Kostrad, Wiranto berembug dengan
>>Zaky,
>>>> >>dan Zaky tidak membela Prabowo.
>>>> >>
>>>> >>Theo Syafei juga menunjukkan ketidak-mengertiannya tentang Islam,
>>>> >>terutama peta bumi kalangan Islam di Indonesia. Ia tidak
>sepenuhnya
>>>> >>memahami posisi
>>>> >>Qur'an dan Hadith serta ijitihad dan kitab-kitab kuning dalam
>>>> >>yurisprudensi Islam maupun sebagai pedoman hidup ummat Islam.
>>>> >>
>>>> >>Ia melihat perbedaan antara NU dan Muhammadiyah lebih dari segi
>>mana
>>>> >>di antara keduanya yang punya akar pada sejarah Indonesia, dengan
>>>> >>kesimpulan seakan-akan Muhammadiyah kurang bersifat Indonesia
>>>> >>dibanding NU. Ia tidak melihat adanya latar belakang kelas sosial
>>>> >>ataupun unsur sosiologis lain dalam perbedaan kedua organisasi
>itu.
>>>> >>Dalam hal ini pandangan Theo typikal
>>>> >>pandangan ABRI, dengan menitikberatkan pada dikotomi antara
>"asing"
>>>> >>("luar") atau "asli" ("Indonesia").
>>>> >>
>>>> >>Typikal pandangan ABRI pula ketika Theo Syafei melihat ancaman
>akan
>>>> >>berdirinya "Republik Agama Islam" nanti, yang oleh Theo
dikesankan
>>>> >>sebagai sebuah agenda politik rahasia dari ICMI, KISDI dan
>>seterusnya.
>>>> >>
>>>> >>Theo Syafei hanya melihat dua kelompok Islam. Yang satu NU (yang
>ia
>>>> >>identikkan dengan Gus Dur yang pluralis -- padahal ada pelbagai
>>faksi
>>>> >>dalam
>>>> >>NU, dan tidak semuanya pas dengan semangat pluralis Gus Dur).
Yang
>>>> >>lainnya ICMI, KISDI, Muhammadiyah dan seterusnya (yang ia anggap
>>>> >>semuanya satu -- padahal dalam ICMI saja terdapat pelbagai jenis
>>>> >>pemikiran). Theo Syafei tidak menyebut bagaimana pandangan
>>Nurcholish
>>>> >>Madjid, M. Dawam Rahardjo, Muslim Abdurrahman, dan lain-lain yang
>>>> >>bukan "NU", tetapi jelas diametral bertentangan dengan KISDI.
>>>> >>
>>>> >>Typikal pandangan ABRI, yang "hitam-putih", Theo Syafei tidak
>>mengerti
>>>> >>nuansa perbedaan antara PPP dan Bulan Bintang, Bulan Bintang dan
>>>> >>Partai Keadilan, Partai keadilan dengan Masyumi. Belum lagi
>>memahami
>>>> >>liku-liku PKB dan PAN. Seperti dalam briefing-briefing militer,
>>>> >>pandangan Theo pratiks berdasar pada analisa kasar dan
simplistis.
>>>> >>
>>>> >>Typikal pandangan ABRI pula, untuk melihat kekuatan di Indonesia
>>kini
>>>> >>terdiri dari "ekstrim kanan" (yaitu Islam yang bukan-NU) dan
>>>> >>"Pancasilais" (yang dijaga oleh ABRI). Dengan pandangan ini, Theo
>>>> >>Syafei menilai,
>>>> >>kalangan Islam ekstrim kanan itulah yang terus menerus
berkampanye
>>>> >>memojokkan ABRI, dan ingin menghabisi Dwi Fungsi ABRI. Menurut
>>Theo,
>>>> >>semua usaha itu dibuat agar ABRI yang sudah mengalami
demoralisasi
>>itu
>>>> >>tersingkir
>>>> >>dan negara Pancasila kita diganti oleh "Republika" ("Republik
>>Agama").
>>>> >>
>>>> >>Kesimpulannya ialah: ABRI jangan dipojokkan, Dwi Fungsi harus
>>>> >>dipertahankan, agar "Negara Islam" tidak jadi berdiri.
>>>> >>
>>>> >>Benarkah itu? Di sini Theo Syafei keliru sama sekali. Yang
>>menentang
>>>> >>"Dwi Fungsi" ABRI bukan hanya mereka yang sejalan dengan "desain
>>>> >>Republika" (kalau puin desain ini ada). Yang menentang "Dwi
>Fungsi"
>>>> >>adalah mereka yang melihat bahwa doktrin ini menghalalkan
>supremasi
>>>> >>ABRI dalam politik.
>>>> >>Tujuannya bagus, tetapi pengalaman menunjukkan, bahwa sebuah
>>kekuatan
>>>> >>sosial-politik yang memegang senjata mau tak mau akan punya
posisi
>>di
>>>> >>atas dibandingkan yang lain. Sudah punya bedil, punya kursi di
DPR
>>dan
>>>> >>di
>>>> >>kedudukan lain.
>>>> >>
>>>> >>Pengalaman menunjukkan, bahwa ABRI, dalam posisinya yang praktis
>>>> >>berada di atas kekuatan lain, bahkan di atas hukum, telah
>>menghasilkan
>>>> >>perilaku politik yang bergelimang darah. Indonesia, sejak tahun
>>1965,
>>>> >>menyelesaikan konflik-konfliknya dengan pembunuhan. Dan setiap
>>>> >>kali,yang disalahkan dan dihabisi adalah kekuatan sipil. Baik itu
>>>> >>anggota PKI, atau aktivis Islam, atau gerakan rakyat yang tak
puas
>>di
>>>> >>Aceh, di Timor Timur, atau di Irian Jaya.
>>>> >>
>>>> >>Sebagai penutup, saya ingin menyimpulkan, bahwa meskipun Theo
>>Syafei
>>>> >>itu mengeluarkan ekspresi yang jujur, pandangannya menyesatkan.
>>Saya
>>>> >>anggap ketakutan akan berdirinya "Negara Islam" itu
>>dilebih-lebihkan,
>>>> >>dan ini adalah khas propaganda ABRI. Dalam kenyataan, cukup
banyak
>>>> >>kekuatan di kalangan Islam sendiri, dan itu tidak hanya Gus Dur,
>>yang
>>>> >>menolak ide "Negara Islam". Theo Syefei serta para jenderal lain
>>>> >>sebaiknya membuka mata.
>>>> >>
>>>> >>Ide negara agama yang membahayakan hak asasi manusia justru harus
>>>> >>diatasi dengan mengukuhkan kekuatan rakyat penjaga hak asasi.
>Bukan
>>>> >>dengan mengukuhkan dan menghalalkan intervensi militer dalam
>>politik,
>>>> >>yang telah mengamburadulkan Indonesia selama ini. Mudah-mudahan,
>>itu
>>>> >>yang (akan) jadi platform PDI Perjuangan, yang kini dimasuki oleh
>>Theo
>>>> >>Syafei.
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>_________________________________________________________
>>>> >>DO YOU YAHOO!?
>>>> >>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>>>>
>>>>
>>>> ______________________________________________________
>>>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>>>
>>>
>>
>>
>>______________________________________________________
>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com