Bung Rosadi,

Bung, saya (saya tidak tahu anggota permias yg lain) berusaha untuk
berimbang semaksimal mungkin. Saya dan beberapa rekan Kristen lainnya
kan pernah juga mengkeritik Persekutuan Gereja-gereja Indonesia
konfrensi wali gereja indonesia, baca email saya yg terakhir, tolong
dicari deh, kalau saya membawakan posting yang menanyakan kenapa
mahasiswa-mahasiswa UKI(universitas kristen indonesia) terlalu
hyper sehingga terus melangsungkan demo setelah tgl 27.
Bung jangan mengambil arti literary nya , tidak ada beda antara
tokoh nasional dan organisasi nasional, saya hanya ingin mengambil
garis besarnya saja.

Syukurlah bung sudah "sadar" untuk tidak menyamakan lagi satu individu
dengan sebuah golongan (Seperti peristiwa Benny Moerdani dan Umat Kristen)
Saya juga sudah bosen teriak-teriak nanti kalau tingkah laku Theo
jangan disamakan atau diidentikan dengan Kristen.

Jelas, seperti yang anda bilang sendiri, apa yang telah diperbuat
oleh Theo akan membawa dampak yang buruk thd umat Kristen Indonesia,
Maka dengan itu saya ingin meminta bantuan anda untuk menjelaskan
duduk persoalan hubungan Theo dengan Umat Nasrani supaya jangan
disalah gunakan oleh "Oknum-Oknum" yang ingin mencari perkara dan
berbuat onar. Tolong jelaskan pada masyarakat yg tidak mempunyai
akses ke sumber informasi seperti anda, bahwa Theo tidak mewakili
Kristen.

Saya secara pribadi sangat mengagumi kepribadian Gus Dur,
Dia tidak pernah mendendam kepada orang yang pernah mencelakainya,
dia TOLERAN. Bahkan SUPER TOLERAN. Beliau tidak berat sebelah,
selalu mencari jalan imbang bagi kepentingan bersama.
Saya tidak pernah mendengar hujatan-hujatan kepada golongan non-Muslim
dari mulut beliau. Saya menghargai langkah-langkah beliau untuk
SALING MEMINTA MAAF dalam Dialog Nasional.

Berkembangnya opini Kristen itu ditindas, lho berkembangnya opini
Kristen berusaha MENGKRISTENKAN Indonesia itu dari mana? atau opini
CINA menguasai Ekonomi itu dari mana?
Bung, hentikan kanlah stereotyping orang, Sudah baca berita kalau
IBT berniat melepaskan diri dari Indonesia kalau pemilu tidak jurdil?
Bukannya menakut-nakuti, tetapi ini bisa saja terjadi, perpecahan
Indonesia.

Lantas point anda menanyakan kejadian Dili itu apa?  saya kira anda
tidak peduli dengan kejadian yang menimpa warga "Katolik" yang diakibatkan
oleh pemerintah pusat ini. Atau nasib warga "Kristen" Irian Jaya yang
terus menerus diteror pemerintah Jakarta.

Anda lagi mau ngetest saya dengan pertanyaan apakah saya antek orde baru,
Bung...bung...kalau saya antek orde baru, ngapaiin saya teriak-teriak
Keadilan di permias@, saya mungkin sudah di Boston, naik BMW, ngajak
cewek-cewek bule, nginep di penthouse yang dibelikan oleh bapak saya
yang katanya Jendral Berbintang Delapan atau Menteri Paling Senior di
Kabinet "Belum Kena Reformasi" Ngga peduli deh saya sama rupiah yang
sudah naik lagi ke 8500, orang bapak ku Presdir Freeport (becanda lho)
yang selama Soeharto masih hidup bakal aman tentram sentosa,
If I'm still part of the old regime, I dont care with Indonesia anymore
sort of speak. but, I'm Care....

Karena itu, saya (semoga juga Bung Rosadi, yang saya todong :) )
mengajak rekan-rekan untuk MEMINTA kejelasan atau setidaknya
MEMINTA permintaan maaf dari Bpk. Theo Syafei (Sopan juga ah...)
agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut.
Sebagai seorang purnawirawan ABRI dan Sekjen PDI, sudah seharusnyalah
bersikap sebagai seorang Ksatria. Kalau beliau memang bersalah,
tolong meminta maaf, seperti Bpk. AM Saefuddin yang telah meminta
maaf setelah MENGHUJAT masyarakat Bali dan Ibu Mega.

Jangan membuat kaum Nasrani serba salah dalam peristiwa ini,
jangan pula mengorbankan PDI perjuangan, kepercayaan Ibu Mega dan
Bpk. Gus Dur. Minta Maaf kepada Rakyat atau setidaknya menjelaskan
duduk persoalan yang sebenarnya kepada Rakyat.

Kaum nasrani tentunya akan tersinggung juga apabila beliau nyata-nyata
menghujat kaum muslim.

Oh ya...saya tidak meminta untuk dinamakan nama Kebarat-baratan,
seperti bung rosadi yang tidak meminta dinamakan Kearab-araban (Maaf
Bung Rosadi saya pakai anda sebagai contoh) Kepada rekan Donna dan
Johnson, walau kami memakai nama asing, tetapi Bung Rosadi dan saya
ingin yang terbaik bagi bangsa kita ini.

Salam permias@,

Andrew Pattiwael



On Fri, 15 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:

> >Bung Rosadi,
>
> Bung Andrew,
>
>
> >Kasus Theo dan Adi di milist ini sepertinya sudah menjurus kearah
> >Ketegangan antar sesama umat Kristen dan Islam anggota permias@
>
> Ketegangan sebenarnya tidak perlu terjadi, kalau kita saling mawas diri
> dan TIDAK berat sebelah (Adil) dalam melihat suatu masalah. Anda pasti
> tau dong bedanya antara ucapan bp. Adi Sasono dengan ucapan bp. Theo
> syafei..., yang terakhir ini kan JELAS ngajakin berantem namanya..!!!
> Heran saya, kalo ada tokoh atau ormas yang berbau Islam, cacian dan
> hujatan di Milis ini LUAR BIASA hebatnya.., sementara jika ada tokoh
> nasionalis yang KEBETULAN beragama non Islam.., jangankan dihujat...,
> dikritik saja pun TIDAK. Anda kan tau bagaimana saya mengkritik bp.
> Theo(yang kebetulan beragama Nasrani)..., apa ada kata-kata kasar..?
> kalopun beliau saya bilang "bodoh dan fasik"(dengan tanda kutip loh),
> itu hanya karena ucapan yang dia lakukan(belum dibantah oleh yang
> bersangkutan). Beliau saya anggap bodoh karena Tidak ada
> pengetahuan(asal omong aja)tentang Islam dan gerakan Islam/ormas
> Islam.., sehingga Al-Qur-an lah dikatakan sebagai kitab tipis dsb, dan
> umat Islam lah yang dibilang tidak punya nilai sejarah dan malahan mau
> mendirikan negara Islam..,ini kan sudah keterlaluan. ANda tau yang
> paling rugi dari ucapan bp. theo ini sebenarnya adlah umat kristen
> sendiri. Masih untung jika ucapan/transkrip ucapan ini didengarkan oleh
> orang seperti saya(yang menganggap bp. theo tidak mewakili kristen)..,
> tapi bagaimana dampaknya bagi umat Islam lainnya yang masih awam tentang
> Islam..., yang hanya mengandalkan semangat membela agama saja..., apa
> tidak mungkin nantinya akan ada kerusuhan lagi.., dan akan sangat
> mungkin yang terkena adalah umat kristen. Dan kalau sudah begini
> mulailah lagi berkembang opini kalo umat kristen ditindas di Indonesia.
> Sampai kapan sih kita mau berpikir jernih melihat persoalan dan
> menunjukkan sikap adil kita pada semua orang..?
> Saya yakin anggota Milis ini adalah orang-orang terpelajar..yang
> seharusnya tidak "berstandar ganda" dalam menilai suatu masalah.
> Yang salah katakan salah dong.., sementara yang benar katakan juga
> benar(tanpa melihat agama,status,dsb). Anda kan tau dalam kasus Bp. Adi
> Sasono saya TIDAK membela beliau(kenal aja nggak..), saya cuma
> mengatakan bahwa kita jangan terburu-buru mengatkan beliau rasis kalo
> TIDAK ADA bukti(kalo ada bukti.., terserah deh mau bilang doi apaan).
> Sementara dalam kasu bp. Theo(yang saya pandang sebagai seorang
> nasionalis "keblinger" ketimbang umat kristen), bukti-bukti sudah
> jelas(diberikan oleh aktivis gereja lagi) dan tidak dibantah oleh yang
> bersangkutan.
>


>
> >Kok sepertinya kita di permias@ ini semakin Mengelompok, antara
> penghujat Adi Sasono dan pendukung, serta penghujat Theo Syafei dan
> pendukung.
>
> Bp. Theo tidak dihujat.., hanya dikatakan "bodoh dan fasik"(dengan tanda
> kutip lagi), karena akibat perbuatannya bisa menimbulkan pertumpahan
> darah yang sangat tidak perlu.
>
>
>
> >Seperti kata Gus Dur, bahwa Theo hanya ingin menunjukan bahwa Umat
> Islam mayoritas tidak menginginkan negera islam.
> >Tetapi kejujuran Theo hanya bisa kita buktikan setelah Theo membantah
> >keterlibatannya, yang saat ini belum dilakukan beliau, seperti kata
> anda
>
> Kenapa anda selalu memakai Gus Dur sebagai referensi.., memangnya beliau
> itu nabi apa...? Gus Dur itu hanya orang biasa dan kadangkala suka
> salah..wong mbak Tutut aja pernah dikatakan calon pemimpin Indonesia
> masa depan...:)Malahan terakhir ini beliau mengajak mantan Presiden
> Soeharto untuk mengadakan dialog nasional..., Gila nggak..??
>
> Saya juga sebenarnya berharap bp.Theo  segera membantah hasil rekaman
> ceramahnya itu, agar situasi tidak bertambah buruk. Dan kalopun dia
> tidak membantah, minimal minta maaf lah sama umat Islam.., saya yakin
> banget Umat Islam akan memaafkannya dan melupakan kejadian tersebut.
>
> >Tunggu, memang di Dilli siapa yang dibantai lagi nih?
> >Yang katolik atau yang muslim?
>
> Andrew..andrew.., kamu ini nanya apa ngelawak sih..? Ya jelas dong yang
> dibantai di Dili itu orang Katolik.., memangnya ada apa umat Islam yang
> dibantai disana(kalo diusir dan dibakar rumahnya memang pernah
> ada).Makanya saya ambil contoh peristiwa Dili, karena Saya TIDAK ADA
> maksud mengangkat kasus bp.Theo sebagai kasus Islam vs Kristen.
>
>
> >Bung, kalau mau bilang antek-antek orde baru, saya dan bung juga bisa
> >termasuk dalam kategori tsb. Saya dan anda pernah kan menikmati
> >Hasil-hasil orde baru, semua orang bisa berubah, semua orang bisa
> >bertobat.
>
> Andrew tolong bedakan antara antek dan bagian dari Orba. kita semua
> memang adalah bagian dari ORBA.., tapi TIDAK semua orang itu antek
> Orba(pendukung Orba). Hanya orang-orang yang tetap menginginkan Status
> Quo dengan cara-cara yang tidak terpuji saja yang bisa kita sebut antek
> Orba..(apakah anda begitu...?).
> Semua orang memang bisa berubah dan bisa bertobat. Kita tentu harus mau
> memafkan orang yang telah bertobat. Tapi dalam kasus Bp. Theo..,
> Jangnkan bertobat(setelah membantai rakyat DILI), minta maaf dan
> mengakui hasil ceramahnya yang heboh itu saja dia TIDAK MAU..!!!
> Apakah ini yang dinamakan bertobat..?????
>
>
> >Bung, saya bisa menerima nasehat anda dan saya juga mengharapkan anda
> >bisa juga menerima nasehat saya. Sabar bung.....
> >dalam hidup ada Take and Give, harus ada yg memberi dan menerima....
>
> Tentu saya akan sangat bisa menerima nasehat anda dan rkan-rekan yang
> lainnya, asalkan nasehat tersebut nasehat yang "tepat pada sasaran".
> kalau nasehatnya "melenceng".., ya saya harus pikir-pikir dulu dong.:)
> Tentang sabar.., saya berusaha untuk selalu sabar..apalagi sekarang saya
> sedang berpuasa. Anda kan lihat dan baca sendiri komentar-komentar saya
> selama ini(termasuk soal bp.Theo), apa ada yang diluar batas
> kesopanan(indikator bagi saya dalam melihat kesabaran seseorang di Milis
> ini).., wong menyebut nama Theo Syafei saja saya masih mengunakan kata
> "bp"(Bapak).???
>
> Saya pasti akan mau menerima nasehat atau saran anda dan rekan yang
> lainnya.., nggak usah diragukan deh...:)
>
>
> >Andrew Pattiwael
>
> Mohamad Rosadi
> Virginia
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke