-------delete-------------------------


>     Dalam membaca semua itu, saya hanya bisa mendapat kesan dan
>informasi bahwa ada seseorang memberikan ceramah, lalu ada yang
>merekam dan menulis trnaskriptnya dan menyebarkannya.  Lalu dengan
>kecanggihana teknologi, suara itupun bisa direkayasa.  Lalu, isi
>ceramah itu menyinggung umat Islam, dst-dst.

Kenapa ya... "kecanggihan teknologi" baru terpikirkan sekarang...,
padahal begitu banyak berita-berita lain yang menghujat dan mencela
seseorang  tanpa ada yang pernah berpikir tentang "kecanggihan
teknologi"..???


Tetapi semua informasi
>itu saya peroleh dari sumber lain, tanpa pernah membaca transcript
>aslinya.  Dalam keadaan seperti ini, bila ada yang bertanya pendapat
>saya tentang ceramah Thoe Syafei, maka jawaban saya adalah tidak tahu.
> Kenapa?  Karena memang saya tidak pernah membaca secara langsung.
>(Kalau ada yang punya, boleh juga diposkan di sini). Saya hanya
>mendengar khabar bahwa ceramah Theo Syafei menyesatkan.  Percayakah
>saya pada informasi bahwa Theo Syafei dalam ceramahnya sangat
>menyesatkan?  Jawabnya adalah tidak ada jawabnya.  Kenapa?  Sebab saya
>tidak bisa menilai sendiri isi ceramah atau teks ceramah itu.  Karena
>itu saya tidak mau ikut-ikutan menilai ceramah itu.

Kalo berita tentang pak Adi Sasono dan Pak Soemargono(KISDI) pasti boleh
ya dinilai..., malah penilaiannya LUAR BIASA hebatnya...:)

>     Sebagai ilmuwan atau calon ilmuwan atau orang yang biasa
>berkecimpung dalam dunia keilmuan, saya harus selalu berusaha melihat
>data/informasi tidak hanya dari nilainya, tapi juga bagaimana data dan
informasi itu di dapat.  Selain itu juga perlu dipakai nalar
>berdasarkan teori yang ada atau yang masuk akal apakah mungkin data
>itu akan berbentuk seperti itu.

Betul sekali...., namanya juga calon Ilmuwan...nggak boleh sembarangan
nuduh dong....., harus pake nalar dan harus berusaha nyari data dan
informasi yang ada...,untuk orang yang disukai saja tentunya...:)

>     Saya percaya bahwa cara berfikir ilmiah perlu juga diterapkan
>dalam dunia kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam ujian serta
>percobaan-percobaan keilmuan murni.  Dengan berfikir ilmiah, saya
>yakin segala macam hasutan, gosip, rumor dsb hanya akan berkelana
>sepanjang lidah yang tak betulang.  Dengan berfikir ilmiah, segala
>macam adu-domba, pengkambing-hitaman, saksi dusta, fitnah dsb tidak
>akan termanifestasi dalam bentuk ledakan fisik, adu otot serta adu
>tinju yang berakibat hilangnya nyawa.
>     Sekali lagi marilah kita mencoba berfikir kritis dalam menanggapi
informasi di media masa.

Iya nih..., marilah kita semua berfikir kritis dalam menanggapi
informasi di media massa...,selama yang diberitakan itu BUKAN
KISDI,bp.Adi Sasono, Bp.Habibie,ICMI, dan ormas Islam yang lainnya.
Kalo beritanya soal bp.Adi Sasono,bp.Habibie,Kisdi dan ormas Islam yang
lainnya......., ya TIDAK PERLU lah berfikir kritis, terima aja beritanya
mentah-mentah...nggak perlu diteliti lagi..., SIKAT SAJA mereka....:)

Wassalam

Mohamad Rosadi


>Wasalam,
>Panut Wirata
>
>
>
>
>
>
>---Andrew G Pattiwael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Bung Rosadi,
>>
>> Hayooo bung, kemarin nasehatin saya supaya tidak menuduh sembarangan
>Bp.
>> Adi Sasono,
>> Sekarang kok Bung malah jadi panasan gini sih....
>>
>> hati-hati....liat dulu  move Theo selanjutnya....kan masih banyak
>tanda
>> tanya...
>>
>> Saya selalu mengingat nasehat anda.....
>>
>> Andrew Pattiwael
>> The Military College of Vermont
>> Norwich University Corps of Cadets
>>
>> On Mon, 11 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
>>
>> > Assalamualikum Wr.Wb..
>> >
>> > Setelah membaca tulisan tentang pidato Theo Syafei.., saya hanya
>bisa
>> > berkomentar:
>> >
>> >  Begitulah akibatnya kalo orang "bodoh dan Fasik"(seperti Theo
>> > Syafei)menyampaikan berita..., penuh dengan KEBOHONGAN dan
FITNAH..,
>> > serta MENYESATKAN orang lain.
>> > Berhati-hatilah dengan orang seperti ini......
>> >
>> > Wassalam
>> > Mohamad Rosadi
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > >From [EMAIL PROTECTED] Mon Jan 11 08:59:49 1999
>> > >Received: from [128.230.20.20] by hotmail.com (1.0) with SMTP id
>> > MHotMail3093518431102058835065324772162562068399034; Mon Jan 11
>08:59:49
>> > 1999
>> > >Received: from mailer (128.230.20.20) by mailer.syr.edu (LSMTP for
>> > Windows NT v1.1a) with SMTP id <[EMAIL PROTECTED]>; Mon,
>11 Jan
>> > 1999 9:55:28 -0500
>> > >Received: from LISTSERV.SYR.EDU by LISTSERV.SYR.EDU
>(LISTSERV-TCP/IP
>> > release
>> > >          1.8c) with spool id 47188 for [EMAIL PROTECTED];
>Mon,
>> > 11 Jan
>> > >          1999 09:55:30 -0500
>> > >Received: from theta2.ben2.ucla.edu by listserv.syr.edu (LSMTP
>Lite for
>> > Windows
>> > >          NT v1.1a) with SMTP id <[EMAIL PROTECTED]>;
>Mon, 11
>> > Jan
>> > >          1999 9:55:30 -0500
>> > >Received: from priono
>(pool0047-max2.ucla-ca-us.dialup.earthlink.net
>> > >          [207.217.13.111]) by theta2.ben2.ucla.edu (8.8.8/8.8.8)
>with
>> > SMTP id
>> > >          GAA13680 for <[EMAIL PROTECTED]>; Mon, 11 Jan
1999
>> > 06:55:19
>> > >          -0800
>> > >X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>> > >X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Pro Version 4.1
>> > >Mime-Version: 1.0
>> > >Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"
>> > >Message-ID:  <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Date:         Mon, 11 Jan 1999 06:55:27 -0800
>> > >Reply-To:     Indonesian Students in the US
><[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Sender:       Indonesian Students in the US
><[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Comments:     RFC822 error: <W> MESSAGE-ID field duplicated. Last
>> > occurrence
>> > >              was retained.
>> > >Comments:     RFC822 error: <W> Incorrect or incomplete address
>field
>> > found and
>> > >              ignored.
>> > >From:         Pandu Riono <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Subject:      Fwd: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA MENYESATKAN
>> > >To:           [EMAIL PROTECTED]
>> > >
>> > >>Date: Mon, 11 Jan 1999 02:09:32 +0100
>> > >>Subject: TRANSKRIP CERAMAH THEO SYAFEI BISA MENYESATKAN
>> > >>oleh A. Yuswara
>> > >>
>> > >>Jelas, bahwa transkrip ceramah Theo Syafei yang menghebohkan itu
>> > >>merupakan ekspresi jujur perasaan seorang yang bukan-Muslim, di
>tengah
>> > >>meningkatnya tekanan terhadap kalangan Kristen -- tekanan yang
>> > dilakukan
>> > >oleh grup
>> > >>yang mengatasnamakan Islam, khususnya KISDI.
>> > >>
>> > >>Ceramah itu diberikan kepada kalangan umat Kristen secara
>terbatas,
>> > >>September 1998 di Anyer, Jawa Barat, sebelum Sidang Istimewa MPR
>yang
>> > >>lalu. Sejak itu ditranskrip dan disebarluaskan, sampai ke Kupang,
>> > sebelum
>> > >>peristiwa pembakaran masjid di sana.  Siapa yang menyebar luaskan
>> > >>tidak diketahui. Tetapi Theo Syafei sendiri dalam transkrip
>memberi
>> > >>kesan, bahwa ceramahnya itu ia harapkan disebar-luaskan, agar
>> > >>dijadikan opini umum ("diopinikan", katanya).
>> > >>
>> > >>Bahwa suara itu datang dari seorang purnawirawan ABRI, dan
>antara lain
>> > >>mengungkapkan ketegangan antara kelompok agama di kalangan
>militer,
>> > >>menunjukkan betapa gawatnya hubungan Islam-Kristen di masa
>terakhir
>> > >>Soeharto. Kita mungkin tidak akan dapat menentukan secara persis
>sejak
>> > >>kapan pimpinan ABRI menjadi rusak (malahan mungkin retak) karena
>> > >>perbedaan agama di kalangan para jenderal.
>> > >>
>> > >>Ada yang mengatakan, ini bermula dari masa ketika Jenderal Benny
>> > >>Moerdani memegang peran penting dalam "intelligence community"
>> > >>Indonesia, baik sebagai Ass Intel Pangab maupun sebagai Ketua
>BAIS.
>> > >>Jend. Benny seorang Katolik, dan sangat mungkin -- berbareng
>dengan
>> > >>kuatnya kecurigaan kepada ekstremisme Islam di masa itu -- ia
>punya
>> > >>bias untuk tidak menyukai, atau mencurigai, banyak hal yang
>berwarna
>> > >Islam. Mungkin saja ia dengan
>> > >>sengaja menyingkirkan perwira yang latarbelakang Islamnya kuat,
>> > >>misalnya yang dulu di SMA, sebelum masuk AKABRI, jadi anggota
>> > organisasi
>> > >pelajar Islam.
>> > >>Menurut seorang bekas perwira intel yang aktif masa itu,
>"pembersihan"
>> > >>ini terutama berlangsung di dinas intel.
>> > >>
>> > >>Waktu itu pandangan ABRI terhadap aktivis Islam memang negatif,
>karena
>> > >>pengalaman lama dengan gerakan Darul Islam di hutan, juga karena
>> > >>ketakutan akan radikalisme yang diilhami, dan mungkin didorong,
>oleh
>> > >>Lybia  dan Iran. Banyak yang belum lupa, bahwa di masa dinas
Benny
>> > >>sebagai orang intel No.1, terjadi "Peristiwa Woyla", ketika
>sejumlah
>> > >>anak muda Islam membajak Pesawat "Woyla". Mereka berhasil
>dilumpuhkan
>> > >>di airport Bangkok, oleh tim Kopassus yang sudah disiapkan untuk
>> > >>melawan terorisme. Ada indikasi bahwa kelompok anak muda ini,
yang
>> > >>memang "fanatik", dipancing oleh militer untuk berbuat nekad,
>memakai
>> > >>jalan kekerasan tapi tidak siap benar, sehingga mudah
>> > >>digebuk. Dalam pengadilan, diketahui ada seorang intel ABRI yang
>> > >>diselundupkan ke dalam gerakan yang dipimpin Imron itu. Setelah
>> > >>diadili, mereka dilenyapkan. Kemungkinan dibunuh.
>> > >>
>> > >>Cara keras ABRI masa itu terhadap aktivisme Islam mencapai
>puncaknya
>> > >>ketika ada demonstrasi massal di Tanjung Priok, yang kemudian
>dikenal
>> > >>sebagai "Peristiwa Priok". Diperkirakan 100 sampai dengan 300
>orang
>> > ditembak
>> > >>mati oleh Kopassus dan jenazahnya dikuburkan entah di mana.
>> > >>
>> > >>Sakit Hati
>> > >>
>> > >>Kecurigaan kepada radikalisme Islam tidak terbatas di situ. Bias
>> > >>negatif terhadap (aktivisme) Islam juga dirasakan pengaruhnya di
>> > >>kalangan perwira ABRI yang masih sedang naik jenjang karirnya
>waktu
>> > itu.
>> > >Memang masih
>> > >>perlu diteliti, sejauh mana bias itu mempengaruhi promosi mereka.
>> > >>Tetapi perkembangan setelah Benny Moerdani berhenti menunjukkan
>memang
>> > >>ada sejumlah perwira yang sakit hati oleh cara seleksi masa itu.
>> > Umumnya
>> > >>mereka datang dari keluarga Islam santri, atau yang di masa SMA
>pernah
>> > >>jadi anggota Pelajar Islam Indonesia. (Di antara perwira tinggi
>memang
>> > >>ada yang punya latarbelakang itu, misalnya Jend. Subagio, KASAD
>yang
>> > >>sekarang).
>> > >>
>> > >>Mereka yang tersingkir ini kemudian mendapatkan kesempatan
>membalas
>> > >>ketika Benny Moerdani dan orang kepercayaannya turun. Apalagi
>setelah
>> > >>ada ketegangan antara Benny dan Presiden Soeharto, dan terutama
>ketika
>> > >>Prabowo Subianto naik. Banyak versi yang menjelaskan kenapa
>demikian,
>> > >>tapi belum diketahui mana yang benar.  Yang pasti, Prabowo
menjadi
>> > motor
>> > >>penggerak tindakan "de-Benny-isasi" yang kemudian terjadi.
>> > >>
>> > >>Prabowo membenci Benny dengan berapi-api. Perlu ditelaah lebih
>lanjut,
>> > >>apa yang menyebabkannya. Sifat Prabowo memang emosional,tak bisa
>> > >>mengendalikan perasaan benci atau dendam.  Tetapi ia tidak
dikenal
>> > sebagai
>> > >aktivis
>> > >>Islam; ia datang dari ayah Jawa abangan (Prof. Sumitro) dan ibu
>> > >>Kristen. Mungkin ada konflik pribadi antara Prabowo dan Benny,
>mungkin
>> > >Prabowo ingin
>> > >>mengambil simpati Islam untuk ambisi politiknya, mungkin pula
>Prabowo
>> > >>hanya mencoba menyenangkan mertuanya, Presiden Soeharto -- yang
>waktu
>> > >>itu sudah tidak suka lagi kepada Benny, entah mengapa.
>> > >>
>> > >>Pokoknya dengan naiknya Prabowo, ada semacam gerakan balasan:
>perwira
>> > >>yang bukan Islam disingkirkan. Temperamen Prabowo sangat
>berpengaruh
>> > >>dalam cara penyingkiran ini, yaitu terang-terangan menggunakan
>> > kriteria agama.
>> > >>Sistem dan prosedur promosi dan mutasi yang normal praktis
>dirusak.
>> > >>Ini pun melahirkan rasa sakit hati di kalangan para perwira yang
>> > >>beragama Kristen, dan dampaknya masih terus sampai Prabowo jatuh.
>> > >>Pembatalan pengangkatan Johny Lumintang hanya beberapa jam
>setelah ia
>> > >>menggantikan Prabowo sebagai Pangkostrad, (Mei 1998), menunjukkan
>> > bahwa
>> > >Pangab Jend. Wiranto juga
>> > >>masih harus hati-hati untuk mempromosikan seorang Kristen ke
>posisi
>> > >>strategis.
>> > >>
>> > >>Singkatnya, pimpinan ABRI tidak lagi seperti dulu, yang
>membanggakan
>> > >>naik turunnya perwira berdasarkan "merit" atau prestasi, bukan
>> > >>berdasarkan agama. ABRI tidak lagi imun dari konflik antar
>golongan.
>> > >>Ini memang
>> > >>mencemaskan, dan agaknya suara Theo Syafei -- sebagai mantan
>perwira
>> > >>tinggi -- mencerminkan frustrasi dan keprihatinan tentang
>keadaan itu.
>> > >>
>> > >>
>> > >>Siapa Memojokkan ABRI dan Dwi Fungsi?
>> > >>
>> > >>Tetapi jika kita baca transkrip ceramah Theo Syafei, kita akan
>melihat
>> > >>juga bagaimana seorang yang berani berbicara jujur belum tentu
>juga
>>
>=== message truncated ===
>
>_________________________________________________________
>DO YOU YAHOO!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke