Menurut saya, dari loparan surat kabar bahwa kader Golkar ada ratusan
menyambut DPP ( Akbar Tanjung ). Sedangkan kader PDIP, katanya, ada
ratusan juga menghadang...apakah mungkin DPP yang datang hanya ratusan
Kader menyambut dan dihadang ratusan kader PDIP. Artinya tidak dimasuk
akal hanya ratusan kader yang menyambut, padahal DPP datang. Sungguh
memalukan jika satgas dan kader Golkar yang ribuan "ditelanjangi"oleh
ratusan orang lain...artinya yang ratusan kader PDIP, katanya, dama dengan
bunuh diri.

 On Mon, 5 Apr 1999, Dodo D. wrote:

> Hehehe...oke..oke..
> ternyata sejak awal sudah terdapat perbedaan persepsi dan pengambilan
> sudut pandang dalam menyikapi masalah yang sama.
> Kalau sejak awal saya sudah mengambil sudut pandang benar atau tidaknya
> kejadian di Prubalingga dari segi moral tanpa melihat "kewajaran" atau
> "ke-luar biasaan" kasus itu ditinjau dari segi kualitasnya, anda
> cenderung menyikapinya dari sudut yang sebaliknya, sehingga hampir saja
> tidak mencapai titik temu.
>
> Tentang sisi pandang dalam melihat kasus itu dari kaca mata hukum dan
> politik, saya tetap melihat adanya kerancuan di dalamnya. Saya mengerti
> acuan yang anda gunakan dalam melihat sebuah kejadian merupakan tindak
> kriminal biasa atau insiden politik. Saya menangkap kesan spontanitas
> dan intention dari si pelaku sebagai determining factor dalam melihat
> apakah itu merupakan tindak kriminal biasa atau insiden politik.
> Menurut saya, definisi itu bisa di terima dengan jelas dalam situasi
> yang normal. Tetapi dalam situasi politik yang ruwet seperti di negara
> kita saat ini, susah rasanya untuk menentukan apakah kasus semacam itu
> merupakan tindak kriminal biasa atau insiden politik, karena
> bagaimanapun ada unsur2 politis yang dibawa di dalamnya. Mengenai
> spontanitas dan intention dari pelaku, saya agak sulit menerima sebuah
> hipotesa yang mengatakan bahwa kejadian yang melibatkan kurang lebih
> 300 orang pelaku itu merupakan kejadian yang spontan dan di dorong oleh
> kemauan pribadi para pelaku tanpa ada dorongan dari belakang. Apalagi
> para pelaku sebagian besar menggunakan atribut partai politik tertentu.
>
> Mengenai siapa yang berdiri di belakang kasus itu, kita perlu cukup
> bukti untuk mengatakannya. Bisa jadi mereka memang di perintah oleh
> partainya, bisa juga karena mereka dibayar oleh partai lain, atau
> bahkan bisa jadi mereka di bayar oleh si korban untuk mencari simpati,
> tentunya dengan syarat "bila nggak ketahuan."
>
> Disini, saya tetap berdiri pada sudut pandang saya sendiri yang melihat
> kasus itu dari sisi kebenaran moral dan mungkin juga hukum. Silakan
> kalau anda menyikapinya dari sudut pandang kualitas dan akhirnya
> mengambil kesimpulan bahwa kejadian itu merupakan kejadian yang wajar.
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>

Kirim email ke