Wah, saya kok kurang setuju dengan paragraf pertama dari
Bung Anies. PAT bukan sekedar simpatisan. Sebagai orang
yg berkiprah di kebudayaan di mana kebudayaan masih mendapat
tempat yang layak, peranan PAT sebagai corong partai tentu
saja menonjol. Hak politik seseorang tidak boleh digeber 100
persen karena kita masih harus menghormati hak orang lain.

Di sinilah letak masalah dari keberadaan PKI sebagai partai.
Mungkin sejarah kita dibelokkan oleh orde baru, tetapi tidak
dijungkir-balikkan. Dari buku-buku terlihat keagresifan partai
yang diwujudkan ke dalam poster-poster besar di jalan-jalan
mengenai tuntutan mempersenjatai buruh dan tani sebagai
angkatan kelima. Bagaimana gambaran petani dan buruh yang
sangar dalam poster-poster tsb menunjukkan bagaimana
menakutkannya sepak terjang partai ini. Sudah jelas langkah
ini ingin men-fotokopi revolusi di Rusia itu.

Bincang yg dilakukan saat ini, dengan sedikit contoh dari
keagresifan beberapa partai saat ini sedikit banyak dapat
dijadikan tolok ukur keadaan di masa pra 1965. Penyerangan
mahasiswa yg sedang kuliah oleh organisasi mahasiswa di
bawah payung PKI juga sering diceritai. Intimidasi, bujukan,
muslihat dengan mendaftarkan nama orang yang tidak
tahu menahu sebagai anggota partai mungkin bukan monopoli
PKI. Namun cerita-cerita demikian, yang bukan hanya dari kalangan
ORBA, menjadikannya too much to be ignored.

Saya rasa, pencarian pijakan baru bagi para generasi muda
harus dijaga jangan sampai mengulangi kesalahan di masa lalu.
Untuk itulah, belajar dari sejarah sangat penting. Kata orang, adalah
wajar untuk berbuat kesalahan, tetapi terperosok di lubang yang
sama katanya dapat digolongkan stupid. Jangan sampai kemuakan
terhadap ORBA diwujudkan dengan menghidupkan kembali
musuh ORBA. Toh awalnya ORBA kan berusaha mewujudkan
keinginan sebagian besar masy. Ind. Bila dalam perjalanannya
ternyata banyak penyelewengan, itu lain soal.

Untuk itulah, walaupun dengan dasar yang berbeda, saya sangat
setuju dan sependapat dengan paragraf kedua dari Bung Anies
di bawah ini.

Sedikit tanggapan buat Bung Budi. Komunisme saya rasa tidak
pernah dibutuhkan, baik saat sekarang, maupun saat pertama kali
dikembangkan. Komunisme dan Leninisme memang secara kebetulan
diperlukan untuk menumbangkan monarki rusia. Tetapi itu lebih
sebagai tragedi daripada titik awal yg perlu dirayakan. Lebih banyak
mudarat daripada manfaat.

Salam,
Jaya
 

'----------------------------------
Anies Baswedan wrote:

Salam,
Bagi saya pribadi persoalannya bukanlah komunisme,
kapitalisme etc. Seperti dalam kasus Pramoedya, bahwa
Pram simpatisan PKI itu adalah hak politiknya Pram dan
hak politiknya jutaan bangsa Indonesia lainnya. Saya
rasa ini penting untuk diklarifikasi.

Pertanyaan yang saya ajukan adalah mengapa Pramoedya
hanya dinilai eksistensi dan perannya setelah tahun
1966? Bagaimana dengan eksistensi dan peran Pramoedya
masa pra-1966? Adilkah penilaian macam ini?

Salam, AB

--- Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau nggak salah ingat, di awal-awal tahun lalu
> milis permias pernah
> mendiskusikan 'aliran-aliran' komunisme,
> kapitalisme, liberalisme,
> sosialis, dll. Cukup rame dibahas dan cukup
> komprehensive informasi yang
> diulas. Banyak sekali rekan-rekan yang jago soal
> 'aliran-aliran' tsb.
> Hingga (kalau tidak salah) sampai pada tahap
> pemahaman bahwa
> masing-masing 'aliran' tsb exist karena memang
> diperlukan dan sesuai
> pada jamannya dan sesuai dengan situasi dan kondisi
> di wilayahnya. Bukan
> lagi memperdebatkan 'aliran' ini baik dan 'aliran'
> itu berbahaya, dst...
> dst...
>
> Kalau ada rekan yang masih punya koleksi file
> diskusinya barangkali akan
> membantu memberikan pandangan lain soal
> 'aliran-aliran' tsb kaitannya
> dengan diskusi Pak Pram ini.
>
> Salam,
> Budi
 

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)
 

Kirim email ke