...

>Thanks buat Bung Harry, bagus sekali komen-nya...:-)
>Mempertahankan last-name ayah, itu saya rasa bukan semata tradisi
>Islam. Memang betul, ada hadits yang menyatakan bahwa nanti di hari
>akhir, tiap-tiap manusia akan dipanggil oleh malaikat dengan tetap
>menggunakan nama ayahnya -- based on father's name, misalnya si-A bin
>atau binti si-B. Yang saya tangkap: ini mungkin memang ajaran, agar
>bagaimanapun juga, kita harus selalu & senantiasa menghormati orangtua.
>Tapi kalo dibilang itu tradisi Islam, apa betul begitu? Apa itu bukan
>tradisi Arab?, soalnya jangan sampai tradisi Arab dibilang tradisi
>Islam -- nati kalau nggak makan kurma bisa2 dibilang nggak Islami:).

Yw: Yen tak pikir-pikir, soal lastname ini memang unik juga.
    Sebetulnya tradisi Arab itu tdk menggunakan nama Ayah (saja).
    Tapi juga bisa menggunakan nama ibu. Misalnya sering (banget)
    disebut (di Quran): Isa Ibnu Maryam (atau Bin Maryam, sama aja).

    Karena itu nama orang tua (baik ayah maupun ibu), tidak
    permanen (nempelnya) di nama seseorang. Sebab kalo permanen,
    Si otong anak bokir, maka namanya Otong Bin Bokir.
    Terus kawin punya anak Lekir, dan otomatis namanya Lekir
    Bin Otong Bin Bokir. Eh, si Lekir terus punya anak lagi
    Penceng, dan punya cucu Jiun. Jadinya si Jiun punya nama:
    Jiun Bin Penceng Bin Lekir Bin Otong Bin Bokir.
    Ini secara logical (dan bener), tapi demi kepraktisan,
    dipendekin aja jadi bin bapaknya. Atau bin Ibunya juga boleh.
    Wong sama-sama orang tuanya kok,... ya boleh aja nama
    Ibunya dipake (oleh anaknya).

    Jaman booming ekonomi kepulauan Nusantara (jaman baheula),
    ketika Islam (di Timteng) sedang jaya-jayanya. Naming
    convention gaya Arab (yg diadop dan diubah-ubah dikit
    oleh prinsip-prinsip Islam) diadop juga oleh orang-orang
    Nusantara (yg bersentuhan erat dg para pedagang Arab).
    Karena prinsip ketidakpermanenan itu, maka orang Indonesia
    banyak yg nggak punya 'lastname'. Misalnya ada nama: Suharto
    nggak pake embel-embel. Walaupun demikian, nanti kalo ada
    urusan pengadilan, bisa disebut namanya sebagai:
    Suharto Bin Bokir Bin Kirdun, misalnya. Untuk membedakan
    dari Suharto yg lain, misalnya: Suharto Bin Penceng Bin
    Maemunah Binti Gokil.

    ;-)

Kirim email ke