Pengakuan salah adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalah di
Tim-Tim. Semoga Presiden Habibie dan Menpangab Wiranto secara individual
dapat menyatakan permintaan maaf akibat insiden ini. ( Pernyataan
masing-masing individu yang telah disebutkan tentunya dipandang lebih
tinggi daripada pernyataan seorang juru bicara, tanpa memandang rendah
kepada Dr. Dewi Fortuna Anwar)

andrew pattiwael

*******************************************************************
Pemerintah Akui Salah

 JAKARTA - Dr Dewi Fortuna Anwar, salah seorang penasihat Presiden,
 mengatakan, Pemerintah Indonesia mengakui bersalah atas kerusuhan
berdarah
 yang menewaskan beberapa orang di Timor Timur. Namun RI masih tetap
memiliki
 komitmen pada proses perdamaian di Timtim.

 "Memang benar, insiden itu tanggung jawab kami karena kamilah
satu-satunya yang
 di sana,'' kata Anwar kepada kantor berita Reuters, Minggu kemarin.

 Kelompok milisi prointegrasi Timtim menyerang ibu kota Dili Sabtu lalu,
menembaki
 rumah-rumah penduduk dan menyerang para pemimpin kelompok prokemerdekaan.
 Menurut keterangan polisi setempat, lebih dari 20 orang tewas dalam
kerusuhan itu.
 Sedangkan keterangan Mabes ABRI menyebutkan korban tewas berjumlah 12
orang.

 "Kami mengutuk tindakan kekerasan semacam itu dan kami sungguh-sungguh
 prihatin atas insiden itu. Kami berharap insiden itu tidak akan
mengganggu agenda
 pertemuan para menlu pekan depan,'' kata Dewi.

 Dia mengatakan, Pemerintah RI tetap memiliki komitmen pada penyelesaian
damai.
 "Bagi Indonesia, kami tidak ingin membiarkan kerusuhan itu mengganggu
komitmen
 kami pada proses politik yang bertujuan menemukan penyelesaian masalah,''
 tambahnya.

 "Kami menginginkan solusi perdamaian. Jika Timor Timur tetap bersama
Indonesia,
 kami ingin proses itu berlangsung damai. Jika provinsi ini memisahkan
diri, kami
 ingin menjalin hubungan damai dengan Timor Timur,'' ujarnya.

 Dari Sydney diberitakan, Perdana Menteri Australia John Howard
mengatakan,
 Pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas meningkatnya kerusuhan dan
 kekerasan di Timtim.

 "Saya sangat prihatin dengan makin memburuknya situasi di Timtim.
Pemerintah
 Indonesia tidak dapat mengelak dari tanggung jawab, setidak-tidaknya
untuk
 sebagian, kalau bukan seluruh tanggung jawab,'' kata dia kepada televisi
Australia.

 Menlu Alexander Downer menambahkan, Pemerintah Indonesia dan militer
harus
 bertindak tegas menghentikan aksi kekerasan di provinsi ini.

 Howard mengatakan, akan menghubungi Presiden BJ Habibie untuk
menyampaikan
 keprihatian mendalam atas insiden kekerasan tersebut.(rtr,gn-23t)

Kirim email ke