Sebenernye saya nggak suka mengambil berita - berita dari Detik.com atau Siar atau Pijar dan sejenisnya. Ini bukan hobi saya.
Tapi begitu ada tulisan yang seperti dibawah, KOQ temen-temen yang biasanya hobi men-forwardkan Detik.com atau Siar atau Pijar malah diam saja...kaya' nggak ada apa - apa .... :-) ...Padahal berita ini "menarik" lho....he...he....

:-)
Hadeer lagi

----------
From: Hadeer <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Silence is ............
Date: 21 April 1999 16:27


Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya Timur"

Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya ...!!
Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi presiden.... :-)

:-)
Hadeer

===================================

 Rabu, 21 April 1999

                         Rencana Debat Calon Presiden
                         Mega dan Sultan tak Bersedia
                         Reporter Hestiana Darmastuti

                         detikcom, Jakarta. Megawati menolak
menghadiri undangan
                         debat calon presiden yang diadakan mahasiswa
pro reformasi
                         Forum Salemba (Forsal). Alasannya, tak
sesuai dengan budaya
                         timur. Sultan juga absen karena alasan lain,
tapi Amien Rais
                         bersedia.

                         "Jawaban Mega itu disampaikan oleh Haryanto
Taslam (Sekjen
                         PDI Perjuangan), katanya tidak sesuai dengan
budaya timur,"
                         jelas Agus Haryadi, koordinator Forsal dalam
jumpa pers di UI
                         Salemba, Rabu (21/4/1999) pukul 11.00 WIB.

                         Absennya Mega itu sangat disesalkan Forsal.
Sebab pihaknya
                         melihat Mega adalah calon potensial dan yang
paling
                         didengungkan banyak pihak. Bahkan pendukung
PDI
                         Perjuangan sudah tak melirik calon manapun,
kecuali Mega
                         untuk menduduki tampuk pemerintahan RI
keempat mendatang.

                         Dijelaskan Agus, jawaban Mega secara
tertulis sendiri memang
                         tak pernah didapatkan. Meski sudah diundang.
Beberapa kali
                         mahasiswa Forsal - yang pernah melakukan
aksi melepas baju
                         Golkar - mendatangi Mega di DPP maupun di
rumahnya, tapi
                         tak pernah berhasil.

                         Tampaknya Mega memang pasti tidak akan hadir
dalam debat
                         itu. Sebab, tambah Agus, Haryanto Taslam
juga mengatakan
                         bahwa tidak ada undang-undang yang
mewajibkan calon
                         presiden termasuk Megawati harus mengikuti
debat. "Karena
                         kami anggap Megawati adalah calon pemimpin
bangsa, kami
                         ingin mengetahui visinya. Tapi dihubungi
secara formal maupun
                         informal melalui telepon pun semuanya tak
berhasil," katanya.

                         Walau demikian, dalam beberapa hari ini
Forsal berharap ada
                         perubahan keputusan pada Megawati. Selai
Mega, misalnya
                         Kwik Kian Gie kalaupun mau ikut akan
ditolak, karena bukan
                         calon. "Jika Mega tetap tak bisa hadir, itu
hak Mega.Yang
                         menjadi perhatian dan pikiran kami adalah
kembali ke pikiran
                         rakyat. Kami hanya memfasilitasi, agar
proses demokrasi
                         berjalan baik."

                         Calon yang sudah menyatakan bersedia datang
adalah Amien
&nbsp;                        Rais (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB),
Didin Hafidhudin
                         (Partai Keadilan), Sri Bintang Pamungkas
(PUDI), dan Budiman
                         Sudjatmiko (PRD). Kelima orang itu sudah
menyatakan
                         kesediaannya secara tertulis.

                         Dijelaskan, hanya sembilan partai yang
diundang, terutama partai
                         besar dan yang sudah memiliki calon
presiden. Partai besar itu
                         diambil dari hasil polling Tabloid Politik
terkemuka TEKAD,
                         dan sedang PUDI dan PRD diundang karena
sudah menyatakan
                         punya capres.

                         Khusus soal Budiman yang masih berstatus
Napol, Forsal sudah
                         mengajukan permohonan ke Depkeh pada 14
April lalu. Juga
                         PRD sudah mengurusnya ke Depkeh agar Budiman
dibolehkan
                         ikut debat Capres. Tapi belum dapat jawaban.

                         Mengenai PKB yang juga memiliki banyak
pendukung tak bisa
                         datang karena belum menentukan calon
presiden. Begitu pula
                         Golkar, belum dapat jawaban. Kalaupun
Habibie sebagai calon
                         terkuat tak bisa datang dimaklumi karena
sibuk melaksanakan
                         tugas sebagai kepala negara.

                         Sedangkan nama lain yang diharap adalah
Akbar. Sebab Golkar
                         menyatakan memiliki lima calon. Termasuk
Akbar dan Sultan.
                         Namun, Sultan tak hanya menjadi calon Golkar
tapi juga
                         dicalonkan PKB Yogya dan PARI pimpinan Agus
Miftah.

                         Sultan mengatakan tidak bisa hadir,
alasannya belum ada yang
                         mencalonkan. Kalau ada, itu hanya bersifat
politis untuk
                         menaikkan partai saja agar dapat pendukung.
Alasan Sultan ini
                         dapat dimaklumi para mahasiswa Forsal.

                         Debat akan digelar 27 April dengan panelis
Eep Saefuloh Fatah
                         dan Imam Prasojo. Juga direncanakan hadir
Adnan Buyung
                         Nasution dan Andi Mallarangeng. Tempat debat
di balai Sidang
                         Kampus UI Depok, belakang Bank BNI.

                                Hak Cipta � detikcom Digital Life
1999


Kirim email ke