Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan perdebatan yang
sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa sedemikian rupa untuk tujuan
tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti Saya tolak kan. Jadi
lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan perdebatan ( netral atau
bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama dengan menolak debat
yang membangun. 
:-)

On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:

> 
> Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya Timur"
> 
> Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya ...!!
> Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi presiden.... :-)
> 
> :-)
> Hadeer
> 
> ===================================
> 
>   Rabu, 21 April 1999
> 
>                           Rencana Debat Calon Presiden
>                           Mega dan Sultan tak Bersedia
>                           Reporter Hestiana Darmastuti
> 
>                           detikcom, Jakarta. Megawati menolak
> menghadiri undangan
>                           debat calon presiden yang diadakan mahasiswa
> pro reformasi
>                           Forum Salemba (Forsal). Alasannya, tak
> sesuai dengan budaya
>                           timur. Sultan juga absen karena alasan lain,
> tapi Amien Rais
>                           bersedia.
> 
>                           "Jawaban Mega itu disampaikan oleh Haryanto
> Taslam (Sekjen
>                           PDI Perjuangan), katanya tidak sesuai dengan
> budaya timur,"
>                           jelas Agus Haryadi, koordinator Forsal dalam
> jumpa pers di UI
>                           Salemba, Rabu (21/4/1999) pukul 11.00 WIB.
> 
>                           Absennya Mega itu sangat disesalkan Forsal.
> Sebab pihaknya
>                           melihat Mega adalah calon potensial dan yang
> paling
>                           didengungkan banyak pihak. Bahkan pendukung
> PDI
>                           Perjuangan sudah tak melirik calon manapun,
> kecuali Mega
>                           untuk menduduki tampuk pemerintahan RI
> keempat mendatang.
> 
>                           Dijelaskan Agus, jawaban Mega secara
> tertulis sendiri memang
>                           tak pernah didapatkan. Meski sudah diundang.
> Beberapa kali
>                           mahasiswa Forsal - yang pernah melakukan
> aksi melepas baju
>                           Golkar - mendatangi Mega di DPP maupun di
> rumahnya, tapi
>                           tak pernah berhasil.
> 
>                           Tampaknya Mega memang pasti tidak akan hadir
> dalam debat
>                           itu. Sebab, tambah Agus, Haryanto Taslam
> juga mengatakan
>                           bahwa tidak ada undang-undang yang
> mewajibkan calon
>                           presiden termasuk Megawati harus mengikuti
> debat. "Karena
>                           kami anggap Megawati adalah calon pemimpin
> bangsa, kami
>                           ingin mengetahui visinya. Tapi dihubungi
> secara formal maupun
>                           informal melalui telepon pun semuanya tak
> berhasil," katanya.
> 
>                           Walau demikian, dalam beberapa hari ini
> Forsal berharap ada
>                           perubahan keputusan pada Megawati. Selai
> Mega, misalnya
>                           Kwik Kian Gie kalaupun mau ikut akan
> ditolak, karena bukan
>                           calon. "Jika Mega tetap tak bisa hadir, itu
> hak Mega.Yang
>                           menjadi perhatian dan pikiran kami adalah
> kembali ke pikiran
>                           rakyat. Kami hanya memfasilitasi, agar
> proses demokrasi
>                           berjalan baik."
> 
>                           Calon yang sudah menyatakan bersedia datang
> adalah Amien
>                           Rais (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB),
> Didin Hafidhudin
>                           (Partai Keadilan), Sri Bintang Pamungkas
> (PUDI), dan Budiman
>                           Sudjatmiko (PRD). Kelima orang itu sudah
> menyatakan
>                           kesediaannya secara tertulis.
> 
>                           Dijelaskan, hanya sembilan partai yang
> diundang, terutama partai
>                           besar dan yang sudah memiliki calon
> presiden. Partai besar itu
>                           diambil dari hasil polling Tabloid Politik
> terkemuka TEKAD,
>                           dan sedang PUDI dan PRD diundang karena
> sudah menyatakan
>                           punya capres.
> 
>                           Khusus soal Budiman yang masih berstatus
> Napol, Forsal sudah
>                           mengajukan permohonan ke Depkeh pada 14
> April lalu. Juga
>                           PRD sudah mengurusnya ke Depkeh agar Budiman
> dibolehkan
>                           ikut debat Capres. Tapi belum dapat jawaban.
> 
>                           Mengenai PKB yang juga memiliki banyak
> pendukung tak bisa
>                           datang karena belum menentukan calon
> presiden. Begitu pula
>                           Golkar, belum dapat jawaban. Kalaupun
> Habibie sebagai calon
>                           terkuat tak bisa datang dimaklumi karena
> sibuk melaksanakan
>                           tugas sebagai kepala negara.
> 
>                           Sedangkan nama lain yang diharap adalah
> Akbar. Sebab Golkar
>                           menyatakan memiliki lima calon. Termasuk
> Akbar dan Sultan.
>                           Namun, Sultan tak hanya menjadi calon Golkar
> tapi juga
>                           dicalonkan PKB Yogya dan PARI pimpinan Agus
> Miftah.
> 
>                           Sultan mengatakan tidak bisa hadir,
> alasannya belum ada yang
>                           mencalonkan. Kalau ada, itu hanya bersifat
> politis untuk
>                           menaikkan partai saja agar dapat pendukung.
> Alasan Sultan ini
>                           dapat dimaklumi para mahasiswa Forsal.
> 
>                           Debat akan digelar 27 April dengan panelis
> Eep Saefuloh Fatah
>                           dan Imam Prasojo. Juga direncanakan hadir
> Adnan Buyung
>                           Nasution dan Andi Mallarangeng. Tempat debat
> di balai Sidang
>                           Kampus UI Depok, belakang Bank BNI.
> 
>                                  Hak Cipta � detikcom Digital Life
> 1999
> 

Kirim email ke