Nah...ini ada satu pembelaan..lumayan bagus alasannya
tapi saya rasa kok tokoh2 semacam Prof. Dr. Amien Rais dan Budiman
Sudjatmiko, serta calon1 lain dari PK dan lainnya 'tidak kurang
bijaksana' atau kasarnya 'nggak buta" (kecuali Gus Dur) untuk bisa
menilai apakah debat itu di rekayasa, membangun de el el....de es be..
Gus Dur aja yang nggak bisa ngelihat, masih pinter menilai kok, bahkan
setiap ada kejadian udah langsung bisa tahu siapa pelakunya...:)
Nah, kalau MS lebih pinter dan lebih bijaksana menilai (atau
mencurigai..??) dibanding tokoh2 lainnya (AR dkk), ya berarti emang
udah cocok jadi presiden....
udah deh langsung di lantik aja....ndak usah ribut ribut..
--- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan perdebatan yang
> sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa sedemikian rupa untuk
> tujuan
> tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti Saya tolak kan.
> Jadi
> lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan perdebatan ( netral atau
> bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama dengan menolak
> debat
> yang membangun.
> :-)
>
> On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
>
> >
> > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya Timur"
> >
> > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya ...!!
> > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi presiden.... :-)
> >
> > :-)
> > Hadeer
> >
> > ===================================
> >
> > Rabu, 21 April 1999
> >
> > Rencana Debat Calon Presiden
> > Mega dan Sultan tak Bersedia
> > Reporter Hestiana Darmastuti
> >
> > detikcom, Jakarta. Megawati menolak
> > menghadiri undangan
> > debat calon presiden yang diadakan
> mahasiswa
> > pro reformasi
> > Forum Salemba (Forsal). Alasannya, tak
> > sesuai dengan budaya
> > timur. Sultan juga absen karena alasan
> lain,
> > tapi Amien Rais
> > bersedia.
> >
> > "Jawaban Mega itu disampaikan oleh
> Haryanto
> > Taslam (Sekjen
> > PDI Perjuangan), katanya tidak sesuai
> dengan
> > budaya timur,"
> > jelas Agus Haryadi, koordinator Forsal
> dalam
> > jumpa pers di UI
> > Salemba, Rabu (21/4/1999) pukul 11.00
> WIB.
> >
> > Absennya Mega itu sangat disesalkan
> Forsal.
> > Sebab pihaknya
> > melihat Mega adalah calon potensial dan
> yang
> > paling
> > didengungkan banyak pihak. Bahkan
> pendukung
> > PDI
> > Perjuangan sudah tak melirik calon
> manapun,
> > kecuali Mega
> > untuk menduduki tampuk pemerintahan RI
> > keempat mendatang.
> >
> > Dijelaskan Agus, jawaban Mega secara
> > tertulis sendiri memang
> > tak pernah didapatkan. Meski sudah
> diundang.
> > Beberapa kali
> > mahasiswa Forsal - yang pernah melakukan
> > aksi melepas baju
> > Golkar - mendatangi Mega di DPP maupun di
> > rumahnya, tapi
> > tak pernah berhasil.
> >
> > Tampaknya Mega memang pasti tidak akan
> hadir
> > dalam debat
> > itu. Sebab, tambah Agus, Haryanto Taslam
> > juga mengatakan
> > bahwa tidak ada undang-undang yang
> > mewajibkan calon
> > presiden termasuk Megawati harus
> mengikuti
> > debat. "Karena
> > kami anggap Megawati adalah calon
> pemimpin
> > bangsa, kami
> > ingin mengetahui visinya. Tapi dihubungi
> > secara formal maupun
> > informal melalui telepon pun semuanya tak
> > berhasil," katanya.
> >
> > Walau demikian, dalam beberapa hari ini
> > Forsal berharap ada
> > perubahan keputusan pada Megawati. Selai
> > Mega, misalnya
> > Kwik Kian Gie kalaupun mau ikut akan
> > ditolak, karena bukan
> > calon. "Jika Mega tetap tak bisa hadir,
> itu
> > hak Mega.Yang
> > menjadi perhatian dan pikiran kami adalah
> > kembali ke pikiran
> > rakyat. Kami hanya memfasilitasi, agar
> > proses demokrasi
> > berjalan baik."
> >
> > Calon yang sudah menyatakan bersedia
> datang
> > adalah Amien
> > Rais (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB),
> > Didin Hafidhudin
> > (Partai Keadilan), Sri Bintang Pamungkas
> > (PUDI), dan Budiman
> > Sudjatmiko (PRD). Kelima orang itu sudah
> > menyatakan
> > kesediaannya secara tertulis.
> >
> > Dijelaskan, hanya sembilan partai yang
> > diundang, terutama partai
> > besar dan yang sudah memiliki calon
> > presiden. Partai besar itu
> > diambil dari hasil polling Tabloid
> Politik
> > terkemuka TEKAD,
> > dan sedang PUDI dan PRD diundang karena
> > sudah menyatakan
> > punya capres.
> >
> > Khusus soal Budiman yang masih berstatus
> > Napol, Forsal sudah
> > mengajukan permohonan ke Depkeh pada 14
> > April lalu. Juga
> > PRD sudah mengurusnya ke Depkeh agar
> Budiman
> > dibolehkan
> > ikut debat Capres. Tapi belum dapat
> jawaban.
> >
> > Mengenai PKB yang juga memiliki banyak
> > pendukung tak bisa
> > datang karena belum menentukan calon
> > presiden. Begitu pula
> > Golkar, belum dapat jawaban. Kalaupun
> > Habibie sebagai calon
> > terkuat tak bisa datang dimaklumi karena
> > sibuk melaksanakan
> > tugas sebagai kepala negara.
> >
> > Sedangkan nama lain yang diharap adalah
> > Akbar. Sebab Golkar
> > menyatakan memiliki lima calon. Termasuk
> > Akbar dan Sultan.
> > Namun, Sultan tak hanya menjadi calon
> Golkar
> > tapi juga
> > dicalonkan PKB Yogya dan PARI pimpinan
> Agus
> > Miftah.
> >
> > Sultan mengatakan tidak bisa hadir,
> > alasannya belum ada yang
> > mencalonkan. Kalau ada, itu hanya
> bersifat
> > politis untuk
> > menaikkan partai saja agar dapat
> pendukung.
> > Alasan Sultan ini
> > dapat dimaklumi para mahasiswa Forsal.
> >
> > Debat akan digelar 27 April dengan
> panelis
> > Eep Saefuloh Fatah
> > dan Imam Prasojo. Juga direncanakan hadir
> > Adnan Buyung
> > Nasution dan Andi Mallarangeng. Tempat
> debat
> > di balai Sidang
> > Kampus UI Depok, belakang Bank BNI.
> >
> > Hak Cipta � detikcom Digital Life
> > 1999
> >
>
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com