AKHIRNYA.... seorang mahasiswa ITB yang seharusnya mempunyai pikiran jernih dan mampu melihat "diatas" (beyond) segala sesuatunya... tapi akhirnya hanya menulis email yang seperti ini ...."buta" kali ya ???

Mana spirit email mu yang diawal-awal....."JANGAN LUPAKAN KAMI, PEMUDA-PEMUDI, SEBAGAI TULANG PUNGGUNG BANGSA YANG  CINTA AKAN  PROSES PENGKADERAN DARI ENGKAU  (PARA PEMIMPIN BANGSA)..." ...(saya copykan lagi tuch...)..... malu dong sama masa lalu .... :-)

Cepet bener berganti haluan ....ha...ha.....

Ehm....cape'....it's to obvious... :-(

Hadeer

----------
> From: Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Pemimpin berbudaya Timur
> Date: 27 April 1999 13:41
>
>         Saya setuju menurut pendapat bahwa " Mbak MS enggan untuk diajak
> berdiskusi". Kemudian ditarik kesimpulan bahwa mbak MS tersebut
> ke-intelektulannya kurang/begolah...   :-0
>         Meskipun memiliki ke-intelektualan yang brilian, seperti doktor
> dan profes0r, apakah memang sudah teruji pada masa kekusaan pak Harto,
> mantan presiden RI, dan orde baru yang sangat kuat? Memang, mbak MS sangat
> pendiam sehingga tampak kurang intelek, tetapi beliau sangat baik untuk
> mengambil keputusan diantara pengikutnya yang memiliki kemampuan berbagai
> bidang dengan team work yang baik juga...
>         Yah...bagaimanapun masing - masing memakai strategi manajemen
> dalam menentukan prioritas sekarang ini berbeda - beda. Masing - masing
> kita dapat menilainya sendiri kok ( Hak kita kan...)
>

Kirim email ke