--- Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
............
> Kepada rekan2 yg senang menggunjingkan atau tepatnya
> mencoba mengorek2 kelemahan atau membuat tulisan2
> atau pun komentar2 sehingga Megawati kelihatan lemah atau
> buruk, saya ingin bertanya kepada anda-anda, apakah anda
> akan puas bila GOLKAR dan boneka2nya berhasil menjuarai
> pemilu mendatang?

Ahaaa...landasan yang menjadi titik tolak pembicaraan kan bukan partai
mana yang kalah atau yang menang, tapi lebih berdasar kepada kualitas
calon pemimpin bangsa di masa depan. Jadi terlepas dari partai mana
yang akan menang dalam pemilu, kita tetap menginginkan punya seorang
pemimpin yang bener bener berkualitas. Saya rasa sekarang ini kan
sebagian besar dari kita sedang demam dengan istilah "jangan memilih
kucing dalam karung."
>
> Kalau anda tidak puas bila GOLKAR cs nanti yg menang,
> sadarkah apa yg anda lakukan termasuk kategori memperlancar
> pemenangan GOLKAR cs?
>
> Saya pribadi tidak terlalu masalah bila yg nantinya banyak
> dipilih orang adalah partai2 seperti PDI Perjuangan, PAN, PKB, PPP,
> PK, dan yg
> sejenis, asal bukan GOLKAR cs (ABG cs).

Sayapun nggak mau pusing2 mempermasalahkan partai mana yang akan menang
dalam pemilu nanti, tapi saya akan ikutan pusing kalau pemimpin yang
terpilih ternyata nggak punya visi yang jelas, dan hanya akan disetir
oleh orang2 di sekitarnya.
>
> Kenapa sih kita "ribut2in" Megawati?
> Bukankah akan jauh lebih bermanfaat bila kita "ributin"
> kemungkinan kemenangan GOLKAR cs yg tampaknya
> menggunakan banyak cara dan upaya termasuk
> usaha2 yg bisa dikategorikan konyol.
> Dan yg terlebih parah dari itu adalah adanya kecenderungan
> usaha menunda pemilu bahkan menggagalkan pemilu.

Yang diributin sih sebenarnya bukan Megawati secara pribadi, tapi
posisi  dia sebagai salah satu calon kuat untuk memimpin bangsa. Sama
halnya kita juga pernah ngeributin Akbar Tanjung, BJH, dan ada juga
yang pernah ngritik Yusril, Gus Dur bahkan AMin Rais. Cuman, karena si
ibu yang satu ini agak terkesan paling konyol, ya akhirnya ribut
ributnya jadi berkepanjangan dan menyentuh sisi pribadinya.
>
> Bagi saya akan jauh lebih baik buat Indonesia bila
> PDI Perjuangan, PAN, PKB, PK, dan lain2 yg memang
> tidak termasuk GOLKAR cs, berkoalisi untuk bekerja sama membereskan
> negeri ini yg sudah porak poranda karena GOLKAR beserta orde barunya.

Ane setuju 200%

> Bukankah akan jauh lebih baik kita memfokuskan diri pada
> kampanye ABG cs ataupun memperkenalkan partai2 pilihan
> kita kepada orang2 yg masih berada di bawah pengaruh GOLKAR cs,
> ketimbang kita saling mencoba menjatuhkan partai2 lain yg non GOLKAR
> cs.
> Secara perhitungan suara keseluruhan, bila kita mencoba menjatuhkan
> partai2 non GOLKAR cs, maka menurut saya tidak akan memberikan
> pengaruh suara pada partai2 non-GOLKAR cs karena kemungkinan
> suara tersebut hanya pindah dari non GOLKAR cs ke non-GOLKAR cs
> lainnya. Syukur2 ngga pindah ke GOLKAR cs.
> Semoga hal ini segera disadari dan kita merubah fokus untuk menarik
> suara dari orang2 yg saat ini masih termasuk kelompok GOLKAR cs.

Balik lagi ke persoalan semula, ane secara pribadi nggak begitu pusing
tentang urusan partai partai. Golkar atau Non Golkar, siapapun yang
menang asal caranya bersih dan demokratis, ya sah sah aja. Yang repot
kan kalo kita ini salah memilih pemimpin
>
> Soal Megawati yg menolak ikut debat capres yg diselenggarakan oleh
> mahasiswa2 ITB, UI, dan lainnya, menurut saya sah2 saja dia melakukan
> hal tersebut. Dan saya percayai dia punya alasan sendiri untuk
> menolak,
> apapun itu alasannya.

Kan emang ndak ada yang mengatakan bahwa penolakan Megawati untuk debat
itu melanggar hukum....? Cuman kok sepertinya penolakan itu justru
mengesankan ketidak siapan doi menangkap aspirasi yang berkembang. Dan
dia memang punya alasan, wong doi sendiri udah ngomong kok, "ndak
sesuai dengan budaya timur, capresnya ndak jelas, buang2 waktu
de..el..el."
permasalahannya kan, kok alasan seorang calon pimpinan bisa sekonyol
itu..

Lha si Jeffrey Winters aja ampe bilang bahwa alasan itu terlalu di buat
buat kok.
>
> Mungkin saja Megawati melihat kegiatan debat capres saat ini kurang
> tepat waktunya dan kurang memberikan manfaat lebih bagi kemenangan
> partainya. Sepengamatan saya "target market" dari PDI Perjuangan
> adalah kelompok rakyat kecil yg hidupnya susah, tertindas, dan
> diperlakukan tidak adil selama ini. Dari pengajuan programnya pun
> saya merasakan bahwa inti perjuangan PDI Perjuangan adalah
> menegakkan kembali wibawa hukum yg selama ini telah diinjak2
> disewenangkan. Dan saya setuju dengan ide tersebut karena
> memang bagi saya inti permasalahan Indonesia selama ini karena
> tidak berdayanya hukum.

Bagus kalo emang doi pengin menegakkan wibawa hukum, tapi kok sampe
kejadian beberapa kali 'pengikutnya' melakukan tindakan yang tidak
mencerminkan wibawa hukum, contohnya narikin kutang...:)
>
> Saya pribadi kalau jadi Megawati juga akan enggan untuk mengikuti
> debat capres
> dengan situasi seperti Indonesia sekarang ini.
> Buat saya jauh lebih berguna waktu saya tersebut dipakai untuk
> melakukan
> konsolidasi
> partai ke daerah2. Kalau ingin mengetahui tentang program2 partai,
> tinggal
> menghubungi
> sekretariatnya atau pun buka websitenya saja. Persiapan pemilu
> sekarang ini
> bisa dibilang
> sangat pendek karenanya waktu yg singkat ini tentunya akan
> dimanfaatkan oleh
> masing2
> partai untuk mendapatkan pemilih dengan cara/gayanya masing2.

Berarti anda seorang kader yang baek, lha wong alasannya persis seperti
yang disampaikan si Lubis kemaren.
>
> Seorang yg jago debat tidak otomatis merupakan seorang pemimpin yg
> baik.
> Seorang pemimpin yg baik tidak otomatis seorang yg jago debat.
> Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yg baik bukan seorang jago
> debat.
> Dimata saya, Megawati tetaplah seorang pemimpin yg handal. Paling
> tidak dia
> sudah membuktikannya
> memimpin PDI dari partai gurem menjadi partai yg besar seperti
> sekarang.
> Seorang pemimpin tidaklah harus seorang jenius/pintar. Yang
> dibutuhkan adalah
> visi yg jelas dan
> mampu menggali potensi yg ada disekitarnya untuk mencapai hasil yg
> optimum.
> Seorang pemimpin
> yg baik tidak bekerja sendirian.

Lha, disini anda sendiri menyebutkan pentingnya visi yang jelas, tapi
kok dari awal si Mega ndak pernah menjelaskan visinya? sampe ditanya
wartawan asingpun cuman mesam mesem doang. Apakah memang visinya si doi
untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang suka mesam
mesem...?
>
> Seorang marketer yg baik seharusnya mengetahui target market dari
> produknya.
> Demikian juga dengan partai politik. Mereka harus mengenal kelompok
> pemilihnya. Mereka harus
> bisa mengidentifikasikan kelompok pemilih mana yg terbesar saat ini
> dan apa
> yg mereka inginkan.
> Rakyat jelata yg merupakan mayoritas di Indonesia saat ini tidak
> butuh
> seorang capres yg jago debat.
> Mereka butuh seorang presiden yg bisa membuat perut kenyang, bisa
> kasih
> kerjaan, bisa memberikan
> ketenangan lingkungan (kriminalitas rendah).

Ini kan masalah intern organisasi bahwa seorang pemimpin harus mengenal
kelompok pemilihnya, dan saya rasa si Mega memang jago dalam mengenali
pemilihnya. Tapi kok sewaktu ada aspirasi yang berkembang diluar
kelompok pemilihnya, yang nota bene juga akan menjadi bagian dari
orang2 yang dipimpin nanti, si Mega justru ndak tanggap, bahkan
mengelak.
>
> Setiap orang memang bisa punya standar masing2, punya keinginan
> masing2.
> Anda tidak perlu ragu untuk tidak memilih PDI Perjuangan kalau anda
> merasa
> partai ini tidak
> bisa menyuarakan suara anda. Tapi dimata saya, mengulik2 terus
> seorang
> Megawati hanyalah
> semakin membuktikan bahwa dia memang calon pemimpin yg perlu
> diperhitungkan
> bahkan
> mungkin perlu di jegal.

Justru karena dia sangat diperhitungkan itulah, makanya kite pengin
tahu isi kepalanya. Jangan sampai kita memperhitungkan orang yang
salah.

>
> Saya pribadi memutuskan untuk memilih PDI Perjuangan dalam pemilu
> mendatang.
> Saya terkesan dengan kekonsistenan partai ini dalam membela nasib
> rakyat
> kecil dan
> mengembalikan fungsi hukum. Dua hal ini sangat sesuai dengan
> keinginan saya
> pribadi.

Good luck with your choice..!!
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke